Posts

“MAAF!”: Mengapa Begitu Sulit?

Image
“MAAF!”: Mengapa Begitu Sulit? John Elton, seorang penyanyi berkebangsaan Inggris dan pelantun lagu Candle in the Wind pernah menggoreskan lirik lagu “ sorry seems to be the hardest word” – Sepertinya “maaf” merupakan kata yang paling sulit. Kita bisa mengamini pengakuan John Elton ketika mengenang atau mengingat kembali masa kecil, bahwa kedua orang tua senantiasa membisikkan dua kata ini ke telinga: Terima Kasih dan Maaf.  Dalam budaya timur Indonesia, lingkungan di mana saya dibesarkan dan dididik, anak-anak selalu diajarkan untuk tak lupa mengucapkan kata “Terima Kasih” jika mendapat atau menerima sesuatu (hadiah misalnya) dari orang lain – dan bahkan harus menerima (dan tentu memberi) dengan tangan kanan. Lebih lanjut, anak-anak diajarkan untuk harus meminta maaf jika berbuat salah, melukai atau menyinggung perasaan orang lain, baik dalam kata maupun tindakan. Meminta maaf dan mengucapkan terima kasih lantas menjadi habitus yang terus dihidupi dalam lingkungan sosial...

PESAN PERSATUAN DAN SERUAN PELESTARIAN BUDAYA

Image
PESAN PERSATUAN DAN SERUAN PELESTARIAN BUDAYA Sebuah Permenungan Kembali atas Sapaan Bapak Kepala Desa Mokantarak, Petrus Baga Maran pada Ritual Adat di Desa Mokantarak Dari jauh saya mencoba mengikuti rangkaian upacara adat di Lewo Tana, meskipun itu hanyalah penggalan-penggalan dari keseluruhan ritual yang ditampilkan di media sosial Facebook. Untuk teman-teman, adik-adik, Opu-Pai, Kaka Ari wekae yang sudah menggunggah video atau foto pada dinding group Korke Mokantarak, saya hatrukan berganda terima kasih, karena dengan itu saya (dan mungkin anak lewo tanah di tempat perantauan) disadarkan akan identitas dan hakikat diri sebagai Ata Lamaholot , dan dengan itu serentak diiring rindu pada kampung: pada tabuh gendang dan gong, pada hentak kaki tarian hedung dan gawe alo, pada bahasa mitis dan alunan lirik adat. Catatan ini merupakan sebuah permenungan kembali atas apa yang disampaikan Bapak Kepala Desa, Petrus Baga Maran , pada kesempatan seremoni adat. Saya tidak menang...

AGAMA: ANTARA YANG KUDUS DAN NAJIS

Image
AGAMA: ANTARA YANG KUDUS DAN NAJIS Yesus Kristus berkata, bahwa Ia belum pernah menyaksikan pertandingan sepak bola. Maka kami, aku dan teman-temanku, mengajak-Nya menonton. Sebuah pertandingan sengit berlangsung antara kesebelasan Protestan dan kesebelasan Katolik. Kesebelasan Katolik memasukkan bola terlebih dulu. Yesus bersorak gembira dan melemparkan topinya tinggi-tinggi. Lalu ganti kesebelasan Protestan yang mencetak gol. Dan Yesus bersorak gembira serta melemparkan topinya tinggi-tinggi lagi. Hal ini rupanya membingungkan penonton lain yang duduk di belakang kami. Orang itu menepuk pundak Yesus dan bertanya,”Saudara berteriak untuk mendukung tim yang mana?” “Saya?”, jawab Yesus, yang saat itu sedang terpesona oleh permainan- “Oh, saya bersorak bukan bagi satu tim saja; saya hanya senang menikmati permainan ini.” Penanya itu berpaling kepada temannya dan mencemooh Yesus, “Dasar Atheis!” Dalam perjalanan pulang kami menceritakan kepada Yesus tentang situa...

“Pada Masa Itu ...” In memoriam Paul Sabon Nama

“Pada Masa Itu ...” Paul Sabon Nama Dosen Kitab Suci Profesional 1967-1977 Pengawal Pembentukan STF(T)K Ledalero John Mansford Prior Sejak awal 1960an komunitas Ledalero tergoncang oleh pertentangan antara dosen yang berasal dari Belanda dan beberapa dosen muda dari Indonesia. Orang Belanda, yang masih memegang kekuasaan di Provinsi SVD Ende dan di Seminari Ledalero, mengambil langkah memindahkan dosen Indonesia dari seminari. Tahun 1963 Mige Raya (1928-2011), dosen teologi sejak tahun 1958 dipindahkan ke Papua. Puncaknya terjadi pada tahun 1966 ketika lagi tiga dosen dipindahkan dari Ledalero: Stefanus Kopong Keda (1924-2001) dosen liturgi praktis 1964-1966;1 Clemens Pareira (1926-1970) dosen filsafat 1963-1966, dipindahkan ke Maumere; dan Lambert Padji Seran (1930-2007) dosen sejarah Gereja 1964-1966, dipindahkan ke Lembata.2 Dalam seketika gerakan “indonesianisasi” yang diilhami pembaruan Konsili Vatikan II (1962-1965) dan yang dipelopori dosen-dosen muda ini dihentikan.3...

LITERASI MATEMATIKA LAMAHOLOT (Dr. Wara Sabon Dominikus)

LITERASI MATEMATIKA LAMAHOLOT Dr. Wara Sabon Dominikus, M.Sc Pesatnya perkembangan teknologi dan derasnya arus globalisasi telah berpengaruh pada perubahan pola hidup masyarakat. Demikian juga dampaknya terhadap perubahan budaya bangsa dan budaya lokal pun tak terhindarkan. Nilai-nilai budaya yang menjadi perekat kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara semakin luntur (Suwarsono, 2014). Sikap dan perilaku ramah, santun, kerjasama, saling menolong, saling menghormati, dan saling menghargai semakin terkikis dan bahkan lama-kelamaan bisa hilang. Perkelahian para pelajar, kekerasan terhadap siswa, pemukulan guru oleh orangtua murid, perkelahian antar suku, konflik horizontal dalam masyarakat sering terjadi di mana-mana baik di lingkungan desa maupun di kota. Berbagai usaha dilakukan pemerintah Indonesia untuk mempertahankan dan melestarikan budaya bangsa dan budaya lokal. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah melalui gerakan revolusi mental bagi seluruh kompon...

BANDING YOSIA - BANTING JOKOWI (Dr. John Mansford Prior)

Banding Yosia, Banting Jokowi: Alkitab Membangkir Reformasi dari Atas John Mansford Prior Sebetulnya, bagi orang beriman tidak ada opsi dalam PilPres 2014. Kita diminta memilih antara seorang papalele mebel dan seorang dari dunia militer yang pernah diberhentikan karena dililiti rupa-rupa persoalan menyangkut pelanggaran HAM, baik seputar insiden pembantaian di Timor Leste pada 1983, pun sekitar peristiwa penculikan mahasiswa di Jakarta pada 1998.2 Jelas, orang beriman tak ragu, tak bimbang. Tetapi, menjatuhkan pilihannya pada calon presiden yang belum pernah menculik atau membunuh, tak berarti negara pasti kembali pada alur reformasi semula (1998-2001).  Di sini saya hendak membandingkan keadaan di Indonesia akhir-akhir ini dengan kondisi di Yudea pada abad ke-7 sebelum Maseh. Raja Hizkia (725-697 sM) pernah merintis sebuah reformasi di Yerusalem. Namun beliau disusul oleh putranya, Manasye (696-642 sM), yang dijuluki “penjelma kejahatan” dan yang harus bertanggungjawab...

PUSTAKA LAMAHOLOT_Ata Lamaholot dalam Sorotan Budaya Dunia

Image
Judul                          : Ata Lamaholot dalam Sorotan Budaya Dunia Editor                        : Padre Yoseph Muda Penerbit                    : Kanisius Tahun Terbit            : 2016 Tebal                          : 681 halaman Ilmu pengetahuan dewasa ini, khususnya dalam bidang arkeologi, telah memberikan sebuah perhatian khusus terhadap pentingnya mitos dan legenda. Cerita rakyat yang dulu dianggap sebagai hasil khayalan belaka dari sekelompok manusia purba yang tidak berpendidi...

MERAWAT NUBA DARI PINGGIR (Sebuah „Laudatio“ untuk Para Pembersih Sampah di TPAS Nuba)

Image
MERAWAT NUBA DARI PINGGIR (Sebuah „Laudatio“ untuk Para Pembersih Sampah di TPAS Nuba) Gretta Thunberg - Aktivis Cilik Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim -©Kleine Zeitung Belum lama ini publik internasional, secara khusus lembaga jaringan kerja United Nation untuk perubahan iklim dihebohkan oleh berita tampilnya Greta Thunberg, seorang aktivis muda lingkungan hidup dan perubahan iklim. Greta yang baru berusia 16 tahun itu sering tampil bersama teman-teman sekelasnya serta para simpatisan lainnya pada program „Jumatan“ kampanye lingkungan hidup dan perubahan iklim. Tidak heran, gadis kecil asal Swedia ini pernah tampil di atas panggung UN dalam sebuah konferensi perubahan iklim. Dari balik mimbar Greta kecil lantang membawakan orasi di hadapan para tokoh politik internasional yang hadir dalam konferensi dunia tentang perubahan iklim di Kattowitz, Polandia, Desember 2018 silam. Kemunculan dan gerak peruabahan aktivis muda ini tidak hanya mendapat dukungan a...

PUSTKA LAMAHOLOT_Kisah Wato Wele-Lia Nurat, dalam Tradisi Puisi Lisan Flores Timur

Image
Judul                     : Kisah Wato Wele-Lia Nurat, dalam Tradisi Puisi Lisan Flores Timur Penulis                   : Yoseph Yapi Taum Penerbit                 : Yayasan Obor Indonesia Tahun Terbit          : 1997 Tebal                     : 155 Masyarakat Lamaholot Flores Timur mengenal sastra lisan sebagai bentuk tradisi sastra yang paling dominan, karena penduduk di daerah-daerah NTT (Nusa Tenggara Timur) tidak mengenal tulisan daerah. Wilayah flores timur di pulau-pulau di Indonesia bagian timur umumnya merupakan wilayah puisi lisan yang terpelihara. Terpeliharanya sastra lisan Flores Timur antara lain karena tradisi lisan dan tradisi retorika menduduki posisi penting dalam...

PUSTAKA LAMAHOLOT_ATA KIWAN

Image
  Judul                                 : Ata Kiwan Penulis                                : Ernst Vatter Penerbit                              : Nusa Indah Terjemahan dari            : Ata Kiwan – Unbekannte Bergvölker im tropischen     Holland (Leipzig: 1932) Ata Kiwan merupakan sapaan yang diberikan kepada masyarakat etnis Flores Timur dan Lembata sebelum masuknya pengaruh modernisasi. Etnis ini juga dikenal dengan sebutan Lamaholot. Ciri-ciri fisik anggota masyarakat etnis ini adalah berambut keriting dan berk...

PUSTAKA LAMAHOLOT_Raran Tonu Wujo – Aspek-aspek Inti sebuah Budaya Lokal di Flores Timur

Image
Judul                          : Raran Tonu Wujo – Aspek-aspek Inti sebuah Budaya Lokal di                                           Flores Timur Penulis                      : Karl-Heinz Kohl Penerjemah             : Paul Sabon Nama Dari Edisi Jerman     : Der Tod der Reisjungfrau – Mythen, Kulte und Allianzen in einer                                       ostindonesischen Lokalkultur (Penerbit Kohlhammer: 1998) Penerbit              ...

AMA TUA PAJI

AMA TUA PAJI Untuk lagu klik di sini LERA HELUT RAE ILE KOWA BEKA LAU WATAN HELUT RAE DOAN-DOAN         BEKA LAU LEWA PAPA GEGE DOPA ILE JADI INA LEIN NA PELAU PANA PEKEN MALA KAKA GAWE HIANG MALA ARI O AMA E, AMA TUA PAJI NUBA PIA MENU NAWA LETA NENA PUJI PLEWAN O AMA E, AMA TUA PAJI NARA WELI DEI NERA          PUKEN MOE KODA PUKEN GO TUTU KALA LETA PULO MARING KALA HÉRÉNG LÉMA LETA PULO WELI BAPA HÉRÉN LEMA WELI EMA Terjemahan: Mentari terbenam di gunung sana Awan berarak ke pantai          Terbenam jauh di dasar bukit Melayang jauh di balik samudera Gege* mendaki ke ile jadi * Ibu melangkah ke seberang Pergi meninggalkan kakak Berlalu membiarkan adik sendirian O ama e; ama tua paji* Nuba* telah penuh tumpah ruah Oleh ujud dan puji sembahyang        ...

POLITIK: PERANG KEBENARAN VERSUS KEBOHONGAN?

POLITIK: PERANG KEBENARAN VERSUS KEBOHONGAN? Vianey Lein Warga Desa Mokantarak, tinggal di Thüringen - Jerman Kegelisahan yang kini membayangi publik adalah kebohongan. Hal ini dapat dilihat dalam polemik para politisi tentang validitas sebuah isu yang digulirkan ke ruang publik serta debat antar para pengikut atau simpatisan dari setiap kubu yang telah terbentuk. Bahwa kebohongan juga menjalar ke ruang politik, itu bukan lagi menjadi hal baru dalam sejarah hidup manusia. Sekitar 500 tahun silam Niccoló Machiavelli dalam bukunya „Der Fürst“ (Sang Pangeran) menganjurkan para penguasa untuk tidak serta merta menerima dan mengakui kebenaran jika hal itu (menipu/berbohong) turut mempertahankan eksistensi kekuasaan. „Kebohongan“ lalu menjadi piranti penting dalam komunikasi politik dan serentak „kebenaran“ menjadi lawan yang mesti dilumpuhkan, sebagaimana Hannah Arendt dalam Esay-nya yang terkenal „Wahrheit und Politik“ (Kebenaran dan Politik), bahwa tidak ada seorang manusia yang...