Posts

Showing posts from September, 2014

Di Pantai Ostia

Image
Di Pantai Ostia Julia, Memandang samudramu lepas Menghempaskan Bola mataku pada pencaharian tiada akhir Mengecap biru lautmu Bagai menggaram luka yang belum kering Mendulang hempasan busa gelombangmu Aku terhempas di tepian Lalu Hanya kutulis namamu di hamparan pasir Tapi seketika dilumat ombak di bibir pantaimu.... Sekali lagi kupanggil namamu dari bibir ingatan yang kian melepuh Julia, Di Ostia kita dibaptis dalam kasih Ketika Rasul Paulus menebar jala di di tepian dermaga Paulus, yang minggu kemarin menuliskan kita sepucuk surat kasih: "hendaklah kamu saling mengasihi. Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!" Di Ostia kita ceburkan diri, Berbaring-berjemur di hamparan pasir putih Sembari memandang senja yang perlahan tenggelam dengan warna lembayung paling agung Di Ostia kita belajar meratap Bersama Santo Agustinus, yang juga adalah sastrawan itu, Ketika kehilangan Sang Bunda Monika di buritan Kapal Lalu kita bernyanyi bersama ombak: "Kasih ibu kepada bet...

FONTANA DI TREVI

Image
FONTANA DI TREVI* Julia, Malam ini kucoba mencari jejak-jejakmu sunyi di pahatan luka musim berlalu panas dan ganas Di Fontana di Trevi aku mencari jejakmu Wajahmu kucari di antara ribuan koin berserak Juga pancuran itu kering terbakar kapur disiram cahaya rembulan meredup Julia, Ke dasar pancuran aku tak melempar koin Tapi aku akan kembali menjemputmu di Bologna Dengan kecupan sederhana Karena sisa rindu tlah kutambat di gerbang kota yang kian pucat-pekat (Malam, di tepian Sumur-Pancur Fontana di Trevi yang sedang direnovasi.....kecewa... September 2014) *Fontana di Trevi adalah sebuah Sumur-Pancur di kota Roma dengan lebar 20m dan tinggih 26m, di balik Palas atau istana kekaisaran. Ini melambangkan wilayah kekuasaan raja atas samudra. Sumur-pancur ini memiliki daya pikat tersendiri bagi setiap wisatawan. Di dasarnya terlihat banyak koin atau uang logam yang sengaja dilempar para wisatawan, dengan keyakinan bahwa suatu saat akan kembali lagi ke kota abadi itu... Tapi sayang, kali i...

Gapura Jiwa

Image
Gapura Jiwa Julia, Kembali aku membekaskan jejak kaki pada kota tua ini tapi kali ini bukan di atas jalanan batu berdebu Kali ini di atas marmer dan mozaik berabad usia Setiap kali aku melangka, memandang lukisan Sang Maestro ternama pada dinding karang, Juga langit-langit yang tak luput disulap megah, aku merasa seperti ada sesuatu yang membuntutiku Bayanganmu, suaramu, bau tubuhmu menjelma di pigura-pigura berdandan kekaisaran memberi salam dari mulut patung-patung telanjang yang berjejer Kaukah itu, Julia? Tidakkah kau baring di empuk ranjangmu dekat bantai para Gladiaotor? Aku terpaku di antara pilar-pilar marmer memandang alun-alun kudus dijejal sunyi para teolog, mistikus dan nyanyian nihilisme para atheis: Allah telah Mati Dibias khusuk Kaum berjubah dan solek gadis berpakaian mini Dikerumun Tawa wisatawan dan jerit pengemis ya, memandang wajahmu dan wajahku retak di dasar pancuran mengering Julia, lukisan dan patung-patung itu masih berbicara padaku dan mungkin akan terus berka...

Rembulan di atas Colosseum

Image
Rembulan di atas Colosseum Julia, malam ini kususuri lorong tanpa nama di antara bongkahan batu tua tertimbun di bawah cahaya rembulan Mengenang wajahmu pada dinding malam yang sebentar lagi runtuh bersama butiran debu di tepian Colosseum ¨Aku telat datang mencumbuimu di kota tua Sementara rindumu telah kau kuburkan di bawah puing-puingnya ...¨ Julia, Rembulan masih genit merayu Seperti orang Bangladesh itu Menawar selempang buat hidup istri dan anaknya Ingin pula kurayu jiwamu merayakan cinta dan bulan madu di Jalur Gaza Tapi, apakah itu mungkin Sementara rembulan hampir jatuh di balik Colosseum Hanya kudekap malamku yang kian gelisah sambil nyanyikan rindu bersama pengungsi yang kehilangan kampung halaman Suatu Malam, di Tepian Colosseum Roma, 05. September 2014 Vianney Leyn