Posts

Showing posts with the label RENUNGAN

DARI ANATOMI TUBUH KE ANATOMI JIWA - MEMBEDAH LUKA GEREJA

Image
DARI ANATOMI TUBUH KE ANATOMI JIWA - MEMBEDAH LUKA GEREJA Refleksi tentang Panggilan Romanus Tubo Ola, Calon Imam Keuskupan Larantuka Terkadang sebuah „obrolan“ filsafat atau teologis tidak lahir dan terjadi di ruang perpustakaan, di auditorium megah ataupun di gereja. Percakapan-percakapan yang bernas justru kadang muncul di tempat-tempat sederhana seperti warung kopi, di tepi pantai,   ketika lagi jalan santai, atau di rumah makan yang hampir tutup jam bukanya. Seusai perayaan vesper agung jelang perayaan tahbisan episkopal Mgr, Hans Monteiro, Uskup Larantuka, pada 10 Februar 2026 lalu di Weri, saya dan salah seorang teman mencari rumah makan di seputaran kota Larantuka. Kami tidak termasuk dalam daftar tamu jamuan malam resmi. Maka seperti banyak umat lainnya, kami harus mencari keselamatan sendiri; setidaknya keselamatan untuk perut yang lapar 😉. Sambil menunggu pesanan, perhatian saya tertuju pada seorang pria di sudut ruangan. Wajahnya terasa akrab. Beberapa kali kami ...

HIDUP ANTARA DATANG DAN PERGI

Image
HIDUP ANTARA DATANG DAN PERGI Julia, Rotasi kehidupan kita dalam sebuah pemahaman tentang waktu yang siklis adalah sebuah pengulangan fenomena transformatif yang selalu datang kembali sebagaimana yang terlihat pada kosmos; entah itu kita sadari atau tidak. Dan seperti alam, hidup (seyogianya) adalah sebuah proses penciptaan, sebuah siklus perubahan yang mengisyaratkan sekaligus menghubungkan gerak-gerak perubahan atau aksi seperti: kembali/berbalik, beralih, berlalu, kemenjadian, penghancuran dan membangun kembali, hembusan dan tarikan nafas, juga kelahiran dan kematian. Dan siklus perubahan itu adalah sebuah seruan atau „panggilan“ buat kita untuk berkata YA atas hidup dan kehidupan. Julia, Baru saja kamu mengakhiri sebuah episode kehidupan; dan kini hendak membuka lembaran baru yang mungkin belum saatnya kamu ingini. Mungkin kamu merasa seperti didesak untuk meninggalkan apa yang hingga saat ini masih melekat, tidak saja di tapak-tapak peziarahanmu, melainkan juga d...

BLIKOLOLONG: MANUSIA PEMULUNG MENJADI PEMULUNG MANUSIA

Image
BLIKOLOLONG: MANUSIA PEMULUNG MENJADI PEMULUNG MANUSIA Vianey Lein* Belum lama ini Metro TV dalam program talk show nya Kick Andy menampilkan seorang narasumber yang terkenal dengan kesederhanaan hidup namun kisah hidupnya kaya makna dan menjadi inspirasi bagi banyak orang. Ia adalah Yoseph Orem Blikololong, seorang pemulung asal NTT, sekaligus pendiri sekolah gratis. Televisi CNN Indonesia pun   mengeksplorasi biografi Blikololong dalam program featurenya Heroes. Sosok Blikololong dan kisah hidupnya lantas menjadi viral di media. Jauh sebelum itu, media Kompas pada November 2016 silam juga telah mengulas pria yang telah mendirikan PAUD Peduli Kasih dan SMP Surya Mandala ini. Tulisan ini tidak lagi mengisahkan kembali jalan panjang pengabdian seorang Blikololong dalam dunia pendidikan tetapi merupakan sebuah „pembacaan“ atas kisah hidup yang telah ditulisnya – tidak hanya dengan kata-kata, tetapi lebih dari itu dengan aksi nyata sebuah pelayanan dan pengorbanan. Pemul...

MENYEMBUHKAN FANATISME: BELAJAR DARI PAULUS

MENYEMBUHKAN FANATISME: BELAJAR DARI PAULUS Amos Oz – seorang penulis Israel – dalam bukunya „Wie man Fanatiker kuriert“ (Bagaimana menyembuhkan orang fanatik) menyuguhkan sebuah kisah dari Yerusalem – kota yang tidak hanya terkenal dengan keberagaman agama, tetapi juga fanatismenya: Seorang religius duduk dalam sebuah Caffee di pinggiran jalan ketika sosok seorang kakek menghampirinya. Lelaki tua itu mencoba memanfaatkan momen pertemuan itu dengan mengajukan deretan pertanyaan: Siapa yang memiliki iman yang paling benar? Katolik atau Protestan? Kaum Muslim atau Yahudi? „Untuk mengatakan ‚Kebenaran‘ kepadamu, Allah memberikan jawaban: ‚Saya bukanlah religius, dan saya tidak pernah seperti itu. Dan agama bukanlah hal yang menarik untukku“. Paulus, sang misionaris agung dan pemikir, menaruh perhatian yang besar pada agama. Ada yang membaptisnya sebagai fundator kekristenan, namun ada pula yang meragukan, bahwa Paulus juga mengusung agama yang serupa diwartakan Kristus ( Chr...

IBADAT ARWAH 40 HARI Almahrum Simon Tobi Kemaun

IBADAT ARWAH 40 HARI Almahrum Simon Tobi Kemaun Ø   Salam P: Ikatan tali kasih, persaudaraan, kekeluargaan dan juga syukur merupakan bagian dari ibadat kita malam ini, mengenang 40 hari kematian Sdra/Kaka/Opu/Kaka Simon Tobi Kemaun. Kita berkumpul sebagai satu keluarga di tempat perantauan untuk mendoakan keselamatan jiwa Saudara kita Simon Tobi Kemaun. Marilah kita memulai doa kita dalam Nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus (+) U: Amin …. P: Semoga Rahmat Kasih Tuhan dan Sukacita Damai Kebangkitan beserta kita sekalian .. U: Sekarang dan selama-lamanya. Ø   Lagu Ø   Kyrie ·          Tuhan Yesus Kristus, peristiwa kematian Saudara kami Simon Tobi Kemaun merupakan pukulan hebat buat kami keluarga dan membawa kami dalam ratap duka. Tuhan Kasihanilah kami ….. U: Tuhan Kasihanilah kami . ·          Engkau memandang duka dan kesedihan kami. Engkau dekat dalam setiap ...

FRANS AMANUE: IMAM PARA KORBAN

Image
FRANS AMANUE: IMAM PARA KORBAN Mengenang Almahrum Rm. Frans Amanue, Pr Vian Lein Umat Stasi Lewokung, Paroki Bama. Tinggal di Jerman. Postingan beberapa teman Facebook pada hari Sabtu, 26 Maret 2016 sungguh mengagetkan saya: „Romo Frans Amanue, Pr, imam projo Keuskupan Larantuka, telah berpulang ke rumah abadi“. Hanya dalam hitungan detik, pesan duka itu tersebar di dinding media sosial sebelum diberitakan koran lokal atau portal berita online. Banyak orang, khususnya umat Keuskupan Larantuka, sungguh merasa kehilangan sosok seorang gembala yang dekat dengan umat dan terkenal berani menyuarakan kebenaran dan keadilan. Sosok Romo Frans Amanue dengan rambutnya yang telah memutih tidak asing lagi bagi saya. Hampir sering saya berjumpa dengan Romo Frans ketika Almharum masih bertugas melayani umat di Paroki Bama. Perjumpaan itu tidak hanya dalam perayaan ekaristi tetapi juga di pastoran Paroki Bama. Romo Frans terkenal sebagai orang yang betah duduk  dan bertahan di ...

DI GERBANG BIARA

Image
DI GERBANG BIARA Kutinggal jejak-jejak rindu Di ubin tua dan lantai kayu Ijinkan kaki menjengukmu lagi Membaca separuh puisi Di kerah jubah dan ensyklopedi Kubawa debumu pada alas sepatu Dan sandal jepit Biar membatu di serat jiwa berbelit Melangkah lagi tak terbirit-birit Hidup ini mencari selalu   Sankt Augustin, 01 November 2015   Terima Kasih untuk lembaga formasi calon imam, yang adalah rumah bagi saya untuk dibentuk dan membentuk diri, rumah untuk belajar memahami arti siang dan malam, menerima masalalu-menyadari masa kini-menangkap mimpi masa depan:   Seminari San Dominggo Hokeng - Flores - NTT Seminari San Dominggo Hokeng, lembah subur di kaki gunung Lewotobi. Empat tahun aku menghirup udara dinginnya dan bersetebuh dengan harum kembang kopi, hingga “benih-benih” 5S-nya yang telah disemaikan dalam diriku bisa berkecambah-bertunas: Sanctitas (kesalehan), Scientia (kecerdasan intelektual),...