REFLEKSI AKHIR TAHUN 2009
Homo est Viator (Vianney Leyn) Saya tak akan sempat meniup terompet Atau menyalakan lilin malam ini tapi tolong percayalah, saya telah membuat semacam pengkauan dosa lewat semacam surat cinta yang saya akhiri dengan cap bibir hitam gemetaran ( Dina oktaviani: Prosa Tahun Baru) Dina Oktaviani, seorang penyair muda kepunyaan negeri ini agaknya tidak menebar bahagia saat menyambut tahun baru. Ia tak meniup terompet, lambang kemenangan dan kegembiraan; ia juga tak menyalakan lilin untuk menerangi kegelapan zaman. Yang dibuat sang penyair adalah “mengemis” sekelumit rasa percaya dari Sang Kehidupan. Sebuah konfesio akan kerapuhan dan keberdosahan manusia dialamatkannya kepada Tuhan bak sebuah surat cinta, tetapi bukan dalam meterai tinta emas, melainkan dengan cap bibir hitam (simbol keberdosaan) bergetar. Sang penyair bernadar kepada Tuhan di awal tahun. Hidup manusia senantiasa terajut dalam ruang maha luas – tak terbatas dan waktu yang tak pernah bisa diajak untuk be...