Posts

Showing posts from April, 2010

DESA MEMBANGUN ATAU MEMBANGUN DESA?

DESA MEMBANGUN ATAU MEMBANGUN DESA? (Yang Tercecer dari Ruang Sidang DPRD Flores Timur tentang Pemandangan Partai) Vianney Leyn* Putera Flotim Sedang belajar pada STFK Ledalero Tinggal di Wisma St. Arnoldus – Nita Pleat Fraksi Partai Demokrat dalam pemandangan umum fraksi pada sidang I DPRD Flores Timur sebagaimana yang dibacakan oleh Paulus Krowe, mengatakan bahwa pihak mereka mendukung pemekaran wilayah yakni desa dan kelurahan baru untuk peningkatan mutu dan penyebaran pembangunan. Fraksi Partai Demokrat menyatakan dukungan mereka atas konsep desa membangun dan bukan lagi membangun desa . Artinya, inisiatif untuk membangun desa atau kelurahan harus dimulai dari desa atau kelurahan (PK, Selasa, 02 Maret 2010). Penulis merasa tertarik dengan kedua frase itu: desa membangun dan membangun desa. Sentilan awal itu akhirnya mendorong penulis untuk melahirkan tulisan sederhana ini sekaligus mungkin menjadi sumbang pikiran penulis bagi pembangunan desa, khususnya bagi des...

FILSAFAT LINGKUNGAN MASYARAKAT ADAT LAMAHOLOT

FILSAFAT LINGKUNGAN MASYARAKAT ADAT LAMAHOLOT (DESA BADU DAN MOKANTARAK) (Vianney Leyn & Sipri DAton) I. PROLOG Sejak zaman para filsuf Miletos seperti Thales dan kawan-kawan, alam telah menjadi salah satu pokok perhatian mereka dalam refleksi filosofis mereka tentang unsur dasar dari segala sesuatu yang ada dan hidup di dunia ini. Dalam perkembangan lebih lanjut, Levinas justru mengantar kita untuk menyadari bahwa manusia dan alam dunia bersama segala isinya merupakan satu kesatuan yang membentuk elemen. Kesatuan ini tidak dapat dilepaspisahkan satu dengan yang lain. Sehubungan dengan hal ini, kita dapat melihat bahwa hingga saat ini juga masyarakat pada umumnya memiliki pandangan tersendiri tentang hubungannya dengan alam yang menjadi tempat tinggalnya. Masyarakat di setiap daerah tentu memiliki pandangan yang berbeda-beda akan hal tersebut. Demikian juga masyarakat adat Badu dan Mokantarak juga memiliki filsafatnya sendiri berkaitan dengan alam. Bagi masy...

DI PINTU-MU AKU MENGETUK

DI PINTU-MU AKU MENGETUK (Apresiasi Puisi DOA Chairil Anwar) Vianney LEyn Anggota Komunitas Sastra Sandal Jepit Nita Plea Puisi-puisi Chairil Anwar lahir dari situasi hidup konkrit, entah situasi hidup sosial maupun reliogiositasnya. Dalam puisi Doa-nya terkandung makna religiositas yang begitu kental. Tuhanku Dalam termangu, aku masih menyebut namaMu, begitu larik pertama dari bait puisinya. Bagi Chairil, nama TUHAN begitu melekat-menyatu dengan jiwanya, nama TUHAN telah terpatri di relung hati yang mungkin telah lapuk dalam mengarungi ziarah hidup. Maka dalam termangu-nya pun ia masih menggemakan nama Tuhan. Lebih lanjut ia guratkan kedekatannya dengan Tuhan: walau susuh/sungguh/mengingat Kau penuh seluruh. Dalam setiap situasi batas Chairil tidak menghakimi bahkan mengutuk Tuhan. Penyakit radang paru-paru dan infeksi darah kotor yang sudah lama dideritanya serta kondisi badannya yang semakin lemah menimbulkan gangguan usus hingga pecah sama sekali tidak membuatnya me...