Posts

Showing posts from February, 2014

MAWAR DALAM KABUT

Image
MAWAR DALAM KABUT Setangkai mawar kau berikan aku Pada malam perpisahan itu Dengan sepotong pesan yang kau sematkan Pada duri-duri musim gugur Kau tak sempat lagi berkata Melafal „salam pisah“ yang mungkin terlalu beku di bibirmu Bersama kita menatap lagi pada mawar Yang sengaja dipotong orang dari ranting-ranting senja Untuk sebuah kado perpisahan dan tanda terima kasih Dengan setangkai mawar pada genggaman Masing-masing kita menyusuri malam Seiring kabut menggantung di depan mata Hingga tak seorang pun tahu Apa yang terjadi di balik horison malam itu Sering kita lelah mendaki bukit awan Lalu berhenti di persimpangan Dan tak seorang pun tahu Ke mana harus melangkah Kita adalah musafir Berkelana antara kepakan sayap angin malam Kita adalah peziarah Antara dulu dan sekarang Antara hari ini dan esok Antara duka dan bahagia Antara tawa dan tangis Antara cemas dan harap Antara kepala dan hati Antara datang dan pergi Antara...

EPISODE SEBUAH PENANTIAN

Image
EPISODE SEBUAH PENANTIAN Dalam hening sembahyangku malam ini Aku merasa diriku seperti bayang-bayang keteduhan Meminta pada kekasih kunanti Menuliskan aku sebuah syair Tiada yang lebih buruk selain sebuah penantian? Atau adakah yang lebih berharga daripada sepotong asa Hingga mata legam terbakar untuk sebuah setia? Entahkah kekasihku datang lebih cepat Atau mungkin terlalu terlambat dari yang kuduga, aku tak tahu … Jika ia telat datang dari yang kupikirkan, yang tinggal padaku hanyalah sebuah ucapan selamat malam yang mesti aku lupakan juga tidurku malam ini … dan mungkin esok pagi, aku pun tak lagi punya waktu buat kutanya, mengapa … Aku masih memilih Melaju pada rel-rel ini meski terkadang kejam menggilas Lalu sesekali menanti pada pemberhentian Melebur sebentar dalam harap dan ketidakpastian Mengalir bermuara pada tujuan kerinduan kucari Berharap kujumpa kasihku menyongsong Tiada tanya kuragu: „Engkaukah itu Kekasihku;  at...

KEPADA YANG TELAH LAMA HILANG

Image
KEPADA YANG TELAH LAMA HILANG Aku duduk disini, pada beranda musim dingin Menanti turun salju seperti musim dingin yang sudah lalu Memandang, bagaimana mentari menggelinding pergi pada latar senja Mengingatkan aku pada mentari senja yang sama di atas bukit itu Ya, mentari yang sama, yang kau rayu di batas hari Tak enggan kembali „Ingin kutemukan separuh jiwaku“, bibirku merindu lagi Aku merasa, hidupku separuh jiwa dalam sadar dan nalarku Aku merindu separuh jiwa dalam ketaksadaran dan intuisi Untuknya, banyak yang ingin aku katakan: Tentang berandaku yang telah lama sepi, tentang rumahku pengap pekat, tentang hingar bingar sekitar Tentang gelisahku mencari Tentang harapan-harapan nyasar dan konyol Tentang gelap yang hampir sempurna Aku masih disini Mencoba merayu pada mentari Sankt Augustin, den 13. Februar 2014 Vianney Leyn

Malam Memoriam

Image
Malam Memoriam (Mengenang 2 Tahun Kepergian „Yosef Kerobi Kelen“) Sahabat, ketika sejarah hidupmu harus kami catat dengan air mata, rindu menjadi rasa yang menyiksa batin dalam melewati tiap kilometer waktu di sana tak kujumpai kau Wajah tanpa wujud Hanya bayang-bayang menjelma Dalam sengat kemenyan malam ini Bangunkan kau di balik kisah tergores sudah Dan aku sembahyang lagi Pada hidupmu kekal mengetuk Surga Untuk ujud dan rinduku membumi Amin ….  Sankt Augustin, den 08. Februar 2014