Posts

Showing posts from November, 2016

PURNAMA CINTA

Image
PURNAMA CINTA Di bawah kibaran purnama  kita rayakan cinta   Di atas taburan musim gugur membadai Dari pohon-pohon rindu meranggas gigil cemburu kita Dimabuk tumpah gerimis yang kita aduk bersama anggur merah dara Dalam cawan dahaga perantau-pengungsi digadai Quelle: https://www.allmystery.de/i/tcbd3ca_der-erste-kuss.jpg  Jangan kau cium di lain tempat, cukup saja di bibir Dari sana mengalir ke muara hati dalam Jangan terlalu terpaksa, tapi juga jangan bebas liar Jangan dengan lidah yang terus diam Jangan sebentar saja, tapi juga jangan terlalu lama Itu menggemaskan, itu membosankan Berisik jangan kau bunyikan, hening kau gaduhkan jangan Berteduh di aliran nafas, bernaung di dekap rasa Jangan terlalu dekat, jangan terlalu jauh Ini bikin gugup, bikin tersiksa Jangan terlalu kering, jangan terlalu basah Jangan terlalu kasar, jangan terlalu lembut Kali ini tak lagi nyasar, tak lagi meleset hingga gigil rindu kita...

KONTESTASI POLITIK DAN INDEPENDENSI PERS

KONTESTASI POLITIK DAN INDEPENDENSI PERS* Vianey Lein Tak dipungkiri lagi bahwa dalam dunia dewasa ini pers menjadi pilar penting dalam sebuah masyarakat demokrasi. Hal ini turut mengafirmasi bahwa tanpa kebebasan pers, masyarakat demokrasi pun tidak ada. Pers atau media yang terpercaya dengan jurnalis yang bebas dan bertanggung jawab menjadi asupan nutrisi penting dalam merangsang tumbuh-kembangnya sebuah bangunan demokrasi. Para jurnalis sesungguhnya adalah agen-agen perubahan sosial dalam memberi informasi dan berani serta bertanggung jawab „menelanjangi“ segala „salah urus“ (politik) dalam masyarakat. Fungsi kontrol ini menjadikan pers sebagai „Wachhund“ ( watchdog ) – anjing penjaga demokrasi. Di samping Negara Hukum , Masyarakat madani ( civil society ) dan Infrastruktur politik (partai politik), pers menjadi kekuatan ke-empat dalam menopang tegaknya bangunan demokrasi sebuah negara. Itu artinya, perjuangan warga untuk menegakan demokrasi menuntut dukungan dari media....

CINTA TERLARANG

Image
CINTA TERLARANG Julia, Selepas dialog tengah malam kemarin Aku terus dipanggil kepada keheningan Untuk mencintai kesendirianku, kesendirian yang telah lama kuduakan sejak aku mengenalmu: Mungkin ini terlalu ego! Kau tak perlu bersusah payah Untuk mengajakku pergi, atau bahkan memaksaku pergi Kau tak perlu diam-diam mencipta jarak Karena aku tidak hanya mencintai tubuhmu, tapi juga kebijaksanaanmu Jarak bagiku bukanlah dimensi yang rumit, melainkan rindu yang terus tumpah mengalir di garis waktu, apalagi ketika benih-benih cinta perlahan tumbuh di biara dan kejujuran untuk saling mencintai hanya jatuh pada ayat-ayat mazmur yang kita daraskan bersama madah pagi, teteskan rindu pada cawan yang kita teguk di setiap ekaristi, dan akhirnya membeku gigil pada pujian senja dan malam, berharap leleh bersama senyummu yang terbit di setiap pagi Julia, kamu benar, bahwa kita tak boleh terus saling mencintai dalam diam dan doa di tepian meditasi da...