Posts

Showing posts from October, 2010

KELANA KATA

KELANA KATA Aku kelana KATA Menyusuri rongga malam dengan lentera purba Warisan kakek Merangkak pada bukit Mengejar Matahari yang belum lagi terbit Karena kata kakek, KATA itu ada di garis-garis sunyi Pada ruas-ruas cahayanya Akh,… Ada hati terbelenggu Menjerit di kelamnya malam Mengaduh antara serpihan dosa Terpojok dalam keterasingan … … … Aku tak peduli, Karena matahari hampir terbit Dan aku harus mendengar dari kesunyiannya merentang usiaku Tunggu aku kembali Aku bersemadi dalam kekosongan jiwa Dalam kebeningan budi Perlahan mendengar KATA dengan mata yang masih terkatup Terpantul dari ruas-ruas cahaya, menggema di dinding jiwa Hingga aku sadar dan tahu Lenteraku telah padam Dan kini kugenggam cahaya abadi dalam guratan KATA yang kupunyai Akh, aku ini bentara KATA Aku harus kembali ke dusun terpencil Membawa Cahaya KATA yang telah kupunyai Agar terurai segala belenggu Cair segala kebekuan Dan rintihan sukma terhenti Lebarkan pintu rumah dan je...

IN MEMORIAM KORBAN MANGAN

Image
LUBANG MANGAN: ANTARA HAJAT HIDUP DAN LIANG MAUT In Memoriam Tiga Perempuan Korban Timbunan Longsor Mangan: Agnes, Yustina dan Filomena Vianney Leyn Mahasiswa Semester VII STFK Ledalero Tinggal di Wisma St. Arnoldus Jannsen Nita Pleat Sabtu, 18 September 2010 tiga perempuan kakak beradik: Agnes Natun (39), Yustina Natun (28), dan Filomena Natun (41), warga Letkase, RT 04/RW 02, Desa Persiapan Nian Timur, Kecamatan Miomafo Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara tewas tertimbun longsoran mangan (PK, Minggu 19 September 2010). Tragedi itu terjadi ketika tiga perempuan kakak beradik sedang mengais hidup di antara timbunan tambang, mengumpulkan batu mangan guna mempertahankan hidup di alam yang kian keras dan ganas menantang. Demi menebus 10 kue pisang goreng yang telah dikonsumsi, ketiga perempuan itu harus berjuang di antara timbunan tambang, (mungkin) tanpa bantuan alat teknologi canggih seperti mesin-mesin industri pertambangan yang menggusur hamparan lahan luas dalam ...