KENANGAN
KENANGAN Julia, Selepas perpisahan di pantai Ostia, aku terus bergulat dalam rasa dan nalar Tentang semua cerita yang kau tulis di bibir pantai, tentang karang yang menyayat telapak tangan tentang buih yang menggaram luka dan ombak yang menghapus jejak-jejak kaki kita Tentang Tuhanmu di alun-alun Basilika Santo Petrus Tentang harapmu di pancuran mengering Fontana di Trevi Tentang cintamu di Piazza Venezia Semua terasa begitu cepat berlalu - berganti alur Julia, Aku pun baru mengerti tentang pesanmu Yang kau tulis pada helai musim gugur tahun ini Kamu benar, bahwa malam-malamku akan menjadi lebih panjang dan tetes embun di kaca jendela kamar menjadi lebih dingin Apakah ini semata fenomena alam yang bermain pada musim yang bergulir, atau… karena perpisahan yang memenjara masing-masing kita pada ruang dan waktu? Julia, Jujur harus kuakui, bahwa momen perjumpaan yang menggetar jiwa akan meninggalkan jejak-jejak kenangan tiada pupus Perjumpaan itu seperti butir-butir salju yang lembut men...