MEDUSA DAN MATA DEMOKRASI
MEDUSA DAN MATA DEMOKRASI Vian Soda Lein – Warga Indonesia, berdomisili di Jerman. Alumnus Koelner Hochschule fuer katholische Theologie, Jerman Dalam mitologi Yunani, Medusa bukan sekadar salah satu gorgon yang mengerikan, melainkan figur paradoksal yang memadukan pesona lahiria dan kutukan eksistensial. Dengan rambut ularnya dan tatapan yang tajam sekaligus memikat, ia dapat mengubah segala yang bergerak menjadi batu, yang hidup menjadi diam atau mati. Juga dalam adaptasi perfilman modern seperti Clash of the Titan atau P ercy Jackso & the Olympians: The Lightning Thief , karakter Medusa tetap dipertahankan sebagai kekuatan dan kuasa yang begitu memikat sekaligus mematikan tanpa kompromi atau dialog. Romano Guardini (1885–1968), seorang teolog sekaligus filsuf aber ke-20, dalam analisis fenomenologisnya tentang kekuasan, memandang kekuasan pertama-tama bukan sebagai konstruksi politik, melainkan sebagai realitas antropologis, bahwa kekuasaan adalah salah satu cara ...