BAIT-BAIT GALAU Julia, Senandung rinai hujan di langit November terus menebar aroma dedaunan dan ranting kering dan terkadang membuatku gigil dalam kebasahan aku kewalahan memungut jejak kisahmu yang gugur pada tiap penggalan waktu dan musim yang kau tinggalkan pada tapak-tapak ingatanku Aku tahu, itu mustahil Untuk mengulang kembali kisah itu Seperti dedaunan musim gugur Yang akan didaur kembali menjadi tanah, atau mungkin juga jadi air, api atau pun udara Aku hanya ingin mengurai rasa, ya, lebih tepat mengurai galau-gelisahku Yang perlahan gugur bersama dedaunan Dan jatuh berkejaran seperti rintik hujan Yang terpelanting pada atap rumah, batu, atau kulit orang-orang jalan Gelisah tentangmu, tentang kekasihmu jauh di pulau tentang ibumu yang sering cemberut menohok batinmu dengan kata tentang „anak-anakmu“ yang cacat dan tidak lagi ke sekolah Tentang senyummu Yang mungkin telah...