Posts

Showing posts from March, 2016

AHOK DAN PENDIDIKAN POLITIK DI NTT

Image
AHOK DAN PENDIDIKAN POLITIK DI NTT Vianey Lein Alumnus Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi St. Augustin – Jerman Tinggal di Bonn - Jerman Beberapa bulan semenjak Basuki Tjahaja Purnama – atau yang akrab disapa Ahok – menjabat gubernur DKI Jakarta, muncul aneka perlawanan yang mengusung bendera agama dan berbagai simbol kelompokisme untuk menjatuhkan pamor dan melengserkan “si Cina kafir” dari kursi gubernur DKI Jakarta. Namun, seperti menuangkan minyak tanah dalam api, usaha untuk menaklukkan  “sang dikatator“  yang arogan (oleh warga kalijodo) justru semakin membakar nasionalismenya untuk memperjuangkan keadilan bagi banyak orang. Ahok tak ciut nyali dalam menghadapi berbagai tuduhan karena ia yakin akan kebenaran yang diperjuangkannya ketika orang ramai-ramai menyerang karakternya dan lupa akan hal substansial dari setiap permasalahan yang ada di ibu kota. Bukan hanya untuk pertarungan politik semata tetapi perjuangannya juga dilandasi iman kekristenannya: “Jika ...

FRANS AMANUE: IMAM PARA KORBAN

Image
FRANS AMANUE: IMAM PARA KORBAN Mengenang Almahrum Rm. Frans Amanue, Pr Vian Lein Umat Stasi Lewokung, Paroki Bama. Tinggal di Jerman. Postingan beberapa teman Facebook pada hari Sabtu, 26 Maret 2016 sungguh mengagetkan saya: „Romo Frans Amanue, Pr, imam projo Keuskupan Larantuka, telah berpulang ke rumah abadi“. Hanya dalam hitungan detik, pesan duka itu tersebar di dinding media sosial sebelum diberitakan koran lokal atau portal berita online. Banyak orang, khususnya umat Keuskupan Larantuka, sungguh merasa kehilangan sosok seorang gembala yang dekat dengan umat dan terkenal berani menyuarakan kebenaran dan keadilan. Sosok Romo Frans Amanue dengan rambutnya yang telah memutih tidak asing lagi bagi saya. Hampir sering saya berjumpa dengan Romo Frans ketika Almharum masih bertugas melayani umat di Paroki Bama. Perjumpaan itu tidak hanya dalam perayaan ekaristi tetapi juga di pastoran Paroki Bama. Romo Frans terkenal sebagai orang yang betah duduk  dan bertahan di ...

SURAT UNTUK IBU

SURAT UNTUK IBU Ibu tersayang…. Pada semilir angin yang membelai bulir-bulir salju kuucapkan selamat pagi, siang, sore, malam atau situasi apa saja ketika ibu membaca suratku ini. Mungkin ibu merasa terkejut akan ucapan selamat yang mengatasnamai setiap putaran waktu; tapi itulah kekuatan cinta yang menembus batas ruang dan waktu, yang hadir pada setiap waktu dan tempat meski terdakang manusia tak menghendakinya. Aku tahu perasaan ibu, tentang rindu yang terus mengalir di nadi untuk berjumpa, untuk berkumpul kembali dalam rumah di dusun kecil itu sambil menyanyikan „dolo-dolo“ di tepian tungku yang mungkin telah lama sepi. Tetaplah yakin pada Sang Waktu dan jangan mempersalahkannya. Ia punya andil buat kita, dialah yang memisahkan kita, dan dia juga kelak akan mempertemukan kita. Aku juga mengerti tentang kekhwatiran ibu yang begitu kuat akan keadaanku disini. Pesanmu untuk selalu „jaga diri dan jaga agama“ masih tetap kuingat. Memang betul bahwa sudah begitu banyak orang di...

AKU, DIA, DAN GEREJA TUA

AKU, DIA, DAN GEREJA TUA (Pada ceruk kathedral tua, kutabur cerita ini, Cerita tentang namamu Dan seperti gereja tua ini yang menyimpan ribuan cerita di balik decak kagum, bangga dan rasa cinta para pengunjung atas keanggunan, kemegahannya dan estetika gotik-nya, biarlah nama ini juga menjadi cerita untukku.) Engkau yang kujumpa di beranda musim yang membakar Lembut menyapa di keagungan Kathedral berabad usia Vin, begitu pahatan namamu terukir di bibir Ingatanku, yang entah berapa kali aku mengeja- mengenang di antara Nafas dan rasa bertabur cinta Sesaat kita bersua, berkali kita terjatuh sepi Enggan berkaca pada bola mata Pancaran jiwa hati sebening embun Tiada yang mampu mengetuk sunyi Itu pandangan pertama di pelataran Gereja tua Apa yang bisa kau kenang, kenanglah….aku pun demikian Nanti kelak kita membikinnya abadi Ini awal cerita tentang kita, kutulis di ceruk Kathedral Senja kian merapat di menara Gereja tua Aku memandang salib cinta-Ny...

LILIN ADVENT

LILIN ADVENT Hanya dengan cahya lilin kita menanti Di pijarnya kita membakar malam-malam kita yang berkeluh kesah Hanya dengan cahya lilin kita berdiang di pijarnya pada lidah apinya kita berkata-kata dan kata pun melebur dalamnya Biarkan kita pun turut terbakar bersamanya juga rindu kita yang kian menggigil Kau lilin kecilku Di keremangan aku sembahyang Adventsfeier PTH Sankt Augustin 18 Dezember 2012 Read more:  http://baltyra.com/2012/12/22/lilin-advent/#ixzz41rjBeeM7

SEBUAH SENJA DI BULAN MEI

SEBUAH SENJA DI BULAN MEI Depan taman balik jendela kamar, kulihat hanyalah tembok berabad usia memagari tempat, dimana aku belajar dan terus belajar untuk memahami eksistensi Yang Transendens (Allah) yang terus dipertanyakan dan digugat, serta kehadiran manusia dan segala ciptaan yang lain di planet bumi ini. Hanya tumpukan dedaunan, gugur di antara bias cahya. Di halaman dekat kapela kecil itu, juga dibentangi dedaunan sejak musim kemarin. Dan sebelah atas palang salib, ada mentari memancar. Di antara deru udara bersorak ria membelai, antara kegembiraan yang tercurah ke atas bumi aku menatap hanya bayangan keteduhan dedaunan yang bermain pada gorden putih; juga bias-bias cahaya yang membakar ranting-ranting kering lalu menebarkan aroma di sudut-sudut kamarku, seperti dupa mewangi membubung naik pada perayaan ekaristi Minggu kemarin. Kurasakan hembusan angin yang begitu lembut dan bayangan-bayangan pada tirai itu menjadi lebih hidup. Ketika segumpal awan di balik mentar...