Berujung dan Berawal di Selat Gonsalu (Mengenang Peristiwa Tenggelamnya Perahu Motor pada Proses Laut - Semanta Santa di Larantuka)
Berujung dan Berawal di Selat Gonsalu Oleh : Paul Budi Kleden, SVD* Selat itu sebenarnya sangat sempit. Orang bertutur, kokok ayam di pantai seberang, di Adonara, dapat didengar dari pesisir selatan di ujung Flores itu. Karena dekatnya, pernah terdengar ada mimpi seorang bupati untuk membangun jembatan penyeberangan. Namun, selat itu sudah selalu dikenal karena arusnya yang kencang. Para pelaut pesisir itu sudah terbiasa untuk dengan cermat memperhitungkan dengan cara tradisional, kapan boleh menyeberang dan kapan harus bersabar menanti. Dulu sering terdengar kapal yang harus putar haluan kembali ke pelabuhan di Larantuka karena tidak berani mengambil risiko menyeberangi arus yang kencang itu. Di selat Gonsalu di perairan Kota Sau itu hidup sebelas anak manusia menemukan akhirnya pada tanggal 18 April yang lalu. Mereka hendak mengikuti ziarah bersama Tuan Menino, Yesus. Sebelum ziarah Bunda yang berduka dan Yesus yang wafat dimulai, ziarah hidup mereka sudah mesti b...