Posts

Showing posts from June, 2017

Sinamot untuk Hasian

Image
SINAMOT UNTUK HASIAN* Hasian, Aku melamarmu malam ini dengan sepotong rembulan yang hampir tenggelam Di rahim Toba mengeram gugur-gugur awan musim Di bibir Samosir meredam gemuruh dalam sunyinya mengeja semesta Tak perlu mencibir pada badai dan gelombang pesisir yang berpesta Kepada Inang* di serambi Bolon* menimang mimpimu Kepada Amang* di padang luas matahari mencangkul musim Aku datang meminangmu sendiri bagai tamu Berdiri di ambang kosong `tuk bertemu Aku yang tunggal dan tubuh yang sendiri Berlayar ke gelombang matamu camar berperi Sebelum bulan ini hanyut di karang-karang bikin nyeri Agar malam tak lagi luka berperih Dan kita terdampar di daratan sunyi Ulos* mesti melingkar mulus Seperti serat jiwa berurai tulus Gerak tangan dan hentak kaki berirama tor-tor* harus pasti Sagala tindak tanduk mesti berarti Mari kita bertepuk hati, jangan lagi memendam mati Mari kita berpeluk lagi, sebelum kita terpisah mati Itu Sinamot paling berarti,...

Jaraka Kita

Image
JARAK KITA Lama sudah kita tak berpandang di ladang musim atau berkunjung di ujung waktu yang murung lalu bermain dengan kata hingga patah di bibir yang gemetar sebentar mencium anak-anak kalimat yang lahir dari rahim ingatan yang keramat Rindu tak lagi merdu seperti dulu Ketika jarak kita bunyikan di antara sepi yang semarak Ribang membatu di antara sendiri yang bimbang Memeluk sunyi yang melekuk di rumah kenangan tak berpenghuni Kamu berlayar ke masa akanan yang masih samar Dan aku nyasar di masa lalu yang belum pudar Entah kapan kita bertemu di dipan kini Mengurai kita yang tunggal, memungut cerita yang tanggal Karena jarak adalah kita yang terpenggal, dan kelak adalah kata yang tinggal kekal 06.06.2017 Vianey L. Foto: fotocommunitiy