Posts

Showing posts from December, 2016

ABADI CINTANYA (P. Piet Pedo Neo, SVD)

ABADI CINTANYA (P- Piet Pedo Neo, SVD)

SURAT UNTUK OPUNG SINTERKLAAS

Image
SURAT UNTUK OPUNG SINTERKLAAS (Persembahan untuk adik-adik korban Bom Gereja Oikumene Samarinda) Opung yang kami rindukan, Suratku ini mewakili teman-temanku korban bom Gereja Oikumene Yang kini lagi terbaring dan dirawat rumah sakit. Beberapa minggu kemarin aku membesuk mereka di rumah sakit dan bersama kami menyanyikan lagu „Kingkong“ yang kami belajar di sekolah minggu Aku lalu diminta teman-temanku untuk menulis surat untukmu karena jemari mereka masih kaku dibalut perban tebal Opung Sinterklaas, Kami mendengar bahwa sebentar lagi Opung datang menjelajahi kota-kota dan desa-desa, mengunjungi rumah-rumah dan menjumpai anak-anak. Kami tak tahu, apakah Opung juga nanti datang ke Indonesia, ke rumah sakit untuk mengunjungi kami yang masih terbaring sakit Lewat surat ini kami ingin meminta Opung untuk juga datang ke Tanah Air kami Indonesia Mengunjungi teman-teman sebaya kami yang mungkin masih takut bermain bebas di halaman rumah. Kami berharap agar O...

PAYUNG PRESIDEN

Image
PAYUNG PRESIDEN Di luar sana bulir hujan menikam bumi Rintik bersahut pada sholat-sembahyang melengking Payung dikembang di ambang batas istana pertiwi Di singgasana tak perlu lagi bergeming Jalan dan lorong tak lagi kering Digenang doa-doa yang tumpah dari hati bening Meluap dari muara berlumut nista Ditampung payung biru samudera Quelle: http://www.bbc.com/indonesia/trensosial-38178575 Angin menjentikkan orasi para ulama Dan kami terus menghamba di kaki peradaban kian puntung Bermunajat pada manusia setengah dewa Sekawanan badai dihadang segera Oleh ruas-ruas jarijari payung meregang Payung biru masih di genggangmu Sembari merapal ayat-ayat senandung doa Bergetar dalam kabut nafsu kuasa penghulu menghalau bayang-bayang makar pendahulu Cinta pada pertiwilah yang membuat kita bertahan dalam germis Vianey Lein Sankt Augustin - Mülldorf, 03.12.2016

SANDAL JEPIT

SANDAL JEPIT Sepasang sandal jepit hadiah ulang tahun Putus kemarin di tikungan jalan Berpuluh kilometer waktu telah ditempuh Menjaga kaki tak melepuh Kini harus tergantung sepi sendiri Tanpa kaki membawa pergi Di atas aspal jalan-jalan panas Dan lorong hidup yang kadang ganas Terima kasih sandal jepit Kau tetap menjadi berarti Meski kau tak lagi kujepit Kau tetap selalu di hati Ippendorf, 11 März 2016

RINDU KAMPUNG

RINDU KAMPUNG Rinduku pada kampung Adalah rindu pada kokok ayam dini hari ´ Dan lolong anjing di rimba senja Rinduku pada kampung Adalah rindu pada melodi dawai gambus Dan alunan syair dolo-dolo Pada tabu genderang kulit kambing buatan kakek Dan hentakan kaki penari hedung Rinduku pada kampung Adalah rindu pada rumah dan bale bambu Pada derit pohon asam dan asap tungku Rinduku pada kampung   Adalah rindu pada rinai hujan dan pelangi Pada debu kemarau dan musim panen Rinduku pada kampung Adalah rindu pada buih ombak dan karang Pada bibir pantai dan lumat gelombang Pada nelayan dan ikan merah Pada petani dan jagung bakar Rinduku pada kampung Adalah rindu pada Mokantarak   Rindu pada Lewo Tanah Vianey Lein Sankt Augustin, Jerman, Penghujung Tahun 2015

RINDU TERTEBUS

RINDU TERTEBUS (Kepada Gadis berkerudung biru tua) Masih kusimpan fotomu memeluk rembulan Pudar kupandang di gugur angan Kau gadis berkerudung biru Gaunmu membelit rindu Mengapa kau simpan senyum Pada lipatan kerudung biru tua Sementara aku lama-lama menerka di luar gereja Ayat-ayat mazmur yang kau daras setia Bertahun musim tak legam-legam Di lentik matamu kau getarkan sunyi paling agung Di katupmu kau genggam semesta doa Di tekuk manis litani paling sakral mengangkasa Meminta tebus rindu-rindu purba Kau gadis bergaun putih-putih, berkerudung biru Di lipatan kerudungmu ingin kuselesaikan angan Ijinkan aku mencium kesederhanaanmu Dan biarlah sajakku menusuk rusuk-rusukmu Ippendorf – Jerman, 08. Maret 2016