Posts

Showing posts from April, 2017

Kereta Sembilan Belas

Image
KERETA SEMBILAN BELAS Berjejal merebut kursi di gerbong delapan Di laju kereta sembilan belas Hampir penuh ditumpang gegas Dua jam lagi perjalanan Bertamasya ke ruang matamu yang lebam Menimang malam-malam kelam Sendiri mesti berjaga Karena terkadang jarak berselisih waktu Terlambat tak bisa kau rayu Telah kosong di gerbong kelas bisnis Tinggal iklan-iklan melekat Mungkin pindah ke jalur cepat Hanya kita terus bersungut Pada derit roda yang macet Terseret ke waktu yang lampau Hanya kita yang terus merinding Di jalan-jalan terjal tak dikenal Menelan jarak hingga kekal Bersama alam yang bergetar Digilas rel dari masa ke masa Hingga karatan di rumah tua April 2017 VL Bild-Quelle: http://hfaberblog.blogspot.de/2010/03/wie-geht-die-reise-mit-dem-zug-weiter.html

Siapakah "Kita"?

Image
SIAPAKAH „KITA“ Siapakah yang dimaksudkan dengan „kita“ ketika kita menyebutkan diri sebagai „kita“? Lalu, mengapa segelitintir atau sekolompok orang masuk dalam hitungan „kita“ sementara yang lain tidak? Apa yang menjadi ciri khas „kekitaan“, yang melegitimasi keanggotaan dan yang membedakan kita dengan yang lain? Tanpa sadar, ketika kita menyebut diri sebagai „kita“ yang eksklusif, semakin banyak lahir „mereka-mereka“ yang lain. Menemukan jawaban atas deretan pertanyaan di atas menuntut kita untuk membuat „pembatasan“ yang menjadi definisi (definisi=batasan) „kita“: di mana harus dimulai dan di titik mana harus berakhir. Membuat definisi tentang „kita“ berarti mencari batas-batas ruang pemisah terhadap yang lain. Ketika mengatakan „aku“, sudah hampir pasti benar siapa yang kita maksudkan, di mana „aku“ itu dimulai dan di mana batas akhirnya. Dalam Lobus temporalis belahan otak manusia terdapat suatu wilayah dengan jaringan-jaringan neurologis yang kompleks, yang di dalamya se...

Bogor

BOGOR Tak perlu bersungut hujan yang gemetar Tak usah geram petir yang menghentak Sendengkan telinga pada cetar kaki radikalisme membanjir Kebun raya dan gunung salak Berjaga-jaga di kelam kabut dan arak awan liar Mengepung istana, menjebak republik Kaki garudamu dan kijang-kijang jangan biarkan lumpuh Ditebas kujang rasisme buas memburu Di Bogor kita mesti bertahan dalam gemuruh Dalam badai dan pendar lampu jalan yang kian letih Kita tak boleh lelah menatang pelangi Tak boleh kalah meneguk hujan-hujan yang gigil Menelan angin yang basah VL

Pelacur Ibu Kota

Image
PELACUR IBU KOTA Aku tak tahu Sudah berapa sering aku membayar pelacur-pelacur ibu kota Memuaskan nafsuku lima atau sepuluh menit Saat ereksi mengeras hingga ubun-ubun kepala Terasa panas dan sesak di dada Tak perlu malu Ketika syahwat angkuh menjulang Menutup pandang ke seberang langit Penetrasi liar di setiap selangkang Muntahkan orgasme pada rumput-rumput dikangkang Pelacurku pelacur jalanan Dari pasar loak hingga tempat parkir Dari yang murah hingga yang butuh preman Di lorong-lorong rumah ibadat dan taman Dijual moncong pengkhotbah dan saudagar VL Bild: https://www.news.at/a/registrierkassenpflicht-prostituierte

Catatan untuk Julia

CATATAN UNTUK JULIA Julia, janganlah kau biarkan hatimu membatu apatisme pada tebing-tebing waktu yang keras menantang hidup Lembutkan segala yang kaku memadat, tancap dan patahkan segala yang meruncing di jiwamu Jangan kau tetaskan empedu di lekuk senyummu di saat hidup kian terasa pahit untuk diteguk Mari kita sentuhkan cawan, rayakan cinta dan kebersamaan hingga tetes terakhir mengering di ujung lidah Janganlah dirimu terus dikejutkan, apalagi menjadi pengecut, di tengah hidup penuh misteri hingga engkau terpental oleh spekulasi-spekulasi yang kau bangun sendiri ... ... ...  VL

Agama dan Panggilan untuk Demokrasi

Image
AGAMA DAN PANGGILAN UNTUK DEMOKRASI Tentang Konflik Pembangunan Gereja Sta. Clara – Bekasi Vianey Lein Proyek pembangunan gereja di Indonesia cendrung beriringan dengan debat yang bahkan menyulut konflik kekerasan. Selain sentimen agama dan budaya, terbaca pula rasa „kekhawatiran“ (phobia) yang tidak rasional (yang tak semestinya ada) atas penolakan pembangunan gereja. Proyek pembangunan gereja dilihat sebagai ancaman terhadap indentitas kelompok radikal. Merujuk pada demo yang dilancarkan oleh sejumlah Ormas Islam pada 24 Maret 2017 lalu dan argumen penolakan yang diutarakan, ada beberapa aspek yang dipersoalkan dari proyek pembangunan gereja yang mesti segera diselasaikan. Pertama , dimensi ruang yang mencakup tempat didirikannya gereja (tidak diizinkan mendirikan gereja di dekat pesantren). Rasionalitas berpikir tentu tidak menjebak kita dalam pemikiran sempit, bahwa panitia pembangunan gereja bersama umat setempat mendirikan gereja secara diam-diam sehingga menimbulka...

PADANG SEMI

Image
PADANG SEMI Di tanah ini Angin-angin masih mendekap hujan yang keruh Merangkai tanya gelisah di wajah Kapan tiba di padang luas matahari Musim semi kali ini tanpa kepastian Tersesat di gugur-gugur daun Terpental pada semua yang membatu Terkubur antara segala yang membeku Sendiri melangkahi musim yang entah Menghitung waktu dan jarak untuk bertemu Hanya nelangsa kembang di tepi jalan berbatu Merunduk pada aku yang keruh Di padangmu aku hendak bertandang Memetik ranum di dadamu Menggoyang mentari di batinmu Mengintip serentang pelangi di mahkotamu Lama aku merantau dari padang ke padang Terpelanting dalam kawah-kawah kesendirian Terseret di atas lumpur dan rerumputan Yang menghamba di kaki peradaban Engkau, kuncup nasib yang kurindu berapa lama lagi kau kutempuh kudekap dalam rindu kuyup, kutimang hingga mentari redup Napoleonstein - Jena 16 April 2017 Bild-Quelle: http://www.trekkingmagazin.com/reisen-touren/sonsti...

MERINDUKAN SEORANG …

Image
MERINDUKAN SEORANG … Julia, Eksistensi kemanusiaan kita yang tidak sempurna tidak hanya mengartikan kerapuhan kita sebagai insan yang juga jatuh dalam jurang dosa; tidak juga hanya menunjukkan kelemahan atau mungkin sisi negatif dari gambaran seorang manusia. Ketidaksempurnaan adanya kita di dalam Planet Bumi ini sesungguhnya telah menciptakan suatu „ruang kosong“ yang tak terisi, yang hilang dari kehidupan. Dan kerinduan akan seseorang atau sesuatu apa yang hilang itu turut menegaskan adanya „ruang kosong“ dalam diri dan kehidupan. Maka tidak heran, jika kerinduan itu terkadang dibahasakan seperti luka yang menganga dalam diri, menyayat selaput-selaput jiwa. Kerinduan bukanlah „ingin“ yang merayu, bukan hasrat nafsu yang menggoda. Kerinduan adalah luka. Luka itu mesti disembuhkan agar daging-tubuh itu menjadi satu kesatuan utuh. Dan luka-luka kerinduan itu senantiasa dipanggang di atas bara harapan yang membakar animo kita untuk terus berjuang dan bertahan dalam hidup. Oleh ...

TAK ADA ALASAN UNTUK TIDAK BAHAGIA

Image
TAK ADA ALASAN UNTUK TIDAK BAHAGIA   Julia, Menerawang kembali tapak-tapak ziarah kehidupan yang telah kau tinggalkan pada dinding waktu lampau sembari mengingat dan menghitung-hitung narasi kebahagiaan yang telah tercatat pada helai- helai hari hidupmu, menghantarmu pada suatu keyakinan: „Tak ada alasan untuk tidak bahagia dalam hidup“. Keyakinan bahwa „Tak ada alasan untuk tidak bahagia“ ini juga memberiku kesadaran, bahwa kebahagiaan itu bukan sekedar keinginan tetapi lebih sebagai sebuah kebutuhan . Frase „tak ada alasan“ menyiratkan bahasa kerinduan pada apa yang semestinya ada pada hidup dan kehidupan. Terkadang kita lebih memfokuskan diri dan menghabiskan waktu dan tenaga untuk idealisme yang selalu kelaparan serta mengejar impian-impian prestasi dan prestise hingga lupa untuk bahagia. Ketika kamu tak lagi punya alasan untuk bahagia, di saat itu pula kamu kehilangan alasan untuk bersyukur atas apa yang telah kamu peroleh. Sudah begitu banyak momen kebahagiaan ya...