Posts

Showing posts from March, 2018

ZIARAH

ZIARAH Dengan kaki ingatan kita berjalan ke rumah masa silam Bergandengan pada tangan-tangan mimpi yang masih bermalam Di rongga dada dan lorong-lorong nadi Kita telah membangun jalan-jalan itu Mulai dari pelosok rahim yang batunya adalah sunyi Dari kampung yang halamannya adalah masa kecil kita Dari hutan yang akarnya adalah kata Menuju negeri kekal dalam rindu sembahyang Di pucuk-pucuk pohon ziarah meninggih langit VL_07. Maret 2018  

SEBELUM HARI KE EMPAT PULUH

Image
SEBELUM HARI KE EMPAT PULUH Julia, Minggu kemarin aku mencari wajahmu di deretan bangku jati dan mahoni Di anak-anak tangga dan ubin menuju altar terus kupanggil namamu Aku mencari suaramu di mimbar kayu dan halaman-halaman kitab Merunut jejak-jejak jubahmu yang mewangi di lintas perarakan menuju ruang sempit sakristi Lalu menunggu di kamar pengakuan, tempat paling intim kita: Ketika aku menelanjangi diriku di atas ranjang matamu yang maha luas Berbaring di rahim bibirmu yang selalu siap melahirkan aku kembali di setiap jalan menuju pulang Dan engkau mulai meraba setiap lekak lekuk tubuhku juga punggungku yang merongga kau balut dengan gulungan kitab   Yang kau kunyah dengan secawan anggur paling merah Julia, Bild: Domradio   Aku ingin lagi, dan lagi Sebelum hari ke empat puluh Saat engkau datang membuahi telur yang kutanam di petak-petak tubuh VL_02.03.2018

Setelah Enam Tahun

Image
SETELAH ENAM TAHUN J ulia,  enam tahun sudah kita tak bertemu di musim yang putih-putih Membelai pipimu merah menimang dingin yang berguguguran Mengejar angan yang berkeliaran bersama angin dan hujan Lalu ingin beristirahat di bawah kelopak mata yang menopang beku embun Kini aku bertandang ke ruang matamu Melumat bibirmu hingga luka, ya karena aku adalah musim percintaan  yang mengetuk luka di ambang waktu Merayap ke bukit-bukit dadamu yang bergurun-gurun dalam puasa: „Peluklah aku hingga tiada“ VL_Februari 2018