Posts

Showing posts from May, 2019

“Pada Masa Itu ...” In memoriam Paul Sabon Nama

“Pada Masa Itu ...” Paul Sabon Nama Dosen Kitab Suci Profesional 1967-1977 Pengawal Pembentukan STF(T)K Ledalero John Mansford Prior Sejak awal 1960an komunitas Ledalero tergoncang oleh pertentangan antara dosen yang berasal dari Belanda dan beberapa dosen muda dari Indonesia. Orang Belanda, yang masih memegang kekuasaan di Provinsi SVD Ende dan di Seminari Ledalero, mengambil langkah memindahkan dosen Indonesia dari seminari. Tahun 1963 Mige Raya (1928-2011), dosen teologi sejak tahun 1958 dipindahkan ke Papua. Puncaknya terjadi pada tahun 1966 ketika lagi tiga dosen dipindahkan dari Ledalero: Stefanus Kopong Keda (1924-2001) dosen liturgi praktis 1964-1966;1 Clemens Pareira (1926-1970) dosen filsafat 1963-1966, dipindahkan ke Maumere; dan Lambert Padji Seran (1930-2007) dosen sejarah Gereja 1964-1966, dipindahkan ke Lembata.2 Dalam seketika gerakan “indonesianisasi” yang diilhami pembaruan Konsili Vatikan II (1962-1965) dan yang dipelopori dosen-dosen muda ini dihentikan.3...

LITERASI MATEMATIKA LAMAHOLOT (Dr. Wara Sabon Dominikus)

LITERASI MATEMATIKA LAMAHOLOT Dr. Wara Sabon Dominikus, M.Sc Pesatnya perkembangan teknologi dan derasnya arus globalisasi telah berpengaruh pada perubahan pola hidup masyarakat. Demikian juga dampaknya terhadap perubahan budaya bangsa dan budaya lokal pun tak terhindarkan. Nilai-nilai budaya yang menjadi perekat kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara semakin luntur (Suwarsono, 2014). Sikap dan perilaku ramah, santun, kerjasama, saling menolong, saling menghormati, dan saling menghargai semakin terkikis dan bahkan lama-kelamaan bisa hilang. Perkelahian para pelajar, kekerasan terhadap siswa, pemukulan guru oleh orangtua murid, perkelahian antar suku, konflik horizontal dalam masyarakat sering terjadi di mana-mana baik di lingkungan desa maupun di kota. Berbagai usaha dilakukan pemerintah Indonesia untuk mempertahankan dan melestarikan budaya bangsa dan budaya lokal. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah melalui gerakan revolusi mental bagi seluruh kompon...

BANDING YOSIA - BANTING JOKOWI (Dr. John Mansford Prior)

Banding Yosia, Banting Jokowi: Alkitab Membangkir Reformasi dari Atas John Mansford Prior Sebetulnya, bagi orang beriman tidak ada opsi dalam PilPres 2014. Kita diminta memilih antara seorang papalele mebel dan seorang dari dunia militer yang pernah diberhentikan karena dililiti rupa-rupa persoalan menyangkut pelanggaran HAM, baik seputar insiden pembantaian di Timor Leste pada 1983, pun sekitar peristiwa penculikan mahasiswa di Jakarta pada 1998.2 Jelas, orang beriman tak ragu, tak bimbang. Tetapi, menjatuhkan pilihannya pada calon presiden yang belum pernah menculik atau membunuh, tak berarti negara pasti kembali pada alur reformasi semula (1998-2001).  Di sini saya hendak membandingkan keadaan di Indonesia akhir-akhir ini dengan kondisi di Yudea pada abad ke-7 sebelum Maseh. Raja Hizkia (725-697 sM) pernah merintis sebuah reformasi di Yerusalem. Namun beliau disusul oleh putranya, Manasye (696-642 sM), yang dijuluki “penjelma kejahatan” dan yang harus bertanggungjawab...