Posts

Showing posts from August, 2019

“MAAF!”: Mengapa Begitu Sulit?

Image
“MAAF!”: Mengapa Begitu Sulit? John Elton, seorang penyanyi berkebangsaan Inggris dan pelantun lagu Candle in the Wind pernah menggoreskan lirik lagu “ sorry seems to be the hardest word” – Sepertinya “maaf” merupakan kata yang paling sulit. Kita bisa mengamini pengakuan John Elton ketika mengenang atau mengingat kembali masa kecil, bahwa kedua orang tua senantiasa membisikkan dua kata ini ke telinga: Terima Kasih dan Maaf.  Dalam budaya timur Indonesia, lingkungan di mana saya dibesarkan dan dididik, anak-anak selalu diajarkan untuk tak lupa mengucapkan kata “Terima Kasih” jika mendapat atau menerima sesuatu (hadiah misalnya) dari orang lain – dan bahkan harus menerima (dan tentu memberi) dengan tangan kanan. Lebih lanjut, anak-anak diajarkan untuk harus meminta maaf jika berbuat salah, melukai atau menyinggung perasaan orang lain, baik dalam kata maupun tindakan. Meminta maaf dan mengucapkan terima kasih lantas menjadi habitus yang terus dihidupi dalam lingkungan sosial...

PESAN PERSATUAN DAN SERUAN PELESTARIAN BUDAYA

Image
PESAN PERSATUAN DAN SERUAN PELESTARIAN BUDAYA Sebuah Permenungan Kembali atas Sapaan Bapak Kepala Desa Mokantarak, Petrus Baga Maran pada Ritual Adat di Desa Mokantarak Dari jauh saya mencoba mengikuti rangkaian upacara adat di Lewo Tana, meskipun itu hanyalah penggalan-penggalan dari keseluruhan ritual yang ditampilkan di media sosial Facebook. Untuk teman-teman, adik-adik, Opu-Pai, Kaka Ari wekae yang sudah menggunggah video atau foto pada dinding group Korke Mokantarak, saya hatrukan berganda terima kasih, karena dengan itu saya (dan mungkin anak lewo tanah di tempat perantauan) disadarkan akan identitas dan hakikat diri sebagai Ata Lamaholot , dan dengan itu serentak diiring rindu pada kampung: pada tabuh gendang dan gong, pada hentak kaki tarian hedung dan gawe alo, pada bahasa mitis dan alunan lirik adat. Catatan ini merupakan sebuah permenungan kembali atas apa yang disampaikan Bapak Kepala Desa, Petrus Baga Maran , pada kesempatan seremoni adat. Saya tidak menang...