Posts

Showing posts from May, 2017

Selamat Malam Indonesia

Image
SELAMAT MALAM INDONESIA Selamat malam Indonesiaku, Engkau yang kini terbujur di lintang kahtulistiwa Kukirimkan salam pada cahaya lilin yang berpendar di jarak malam antara kita Pada lirik lagu yang berbicara di ruang-ruang kesendirian yang terpasung bisu Pada syair doa yang melengking dari jiwa-jiwa hening menengadah Selamat malam Indonesiaku, malam ini kupanggil namamu dari Sabang sampai Merauke Ya, kupanggil namamu di antara hitam cakrawala Di antara derit nyiur-nyiur  yang kian patah oleh badai kepongahan Di kebisingan pasar dan mimbar penuh provokasi Pecah bungkamku di endapan jamrud yang melumut dusta Rintik dukaku di bentang samuderamu berdarah-darah Selamat malam Indonesiaku, kutanya rindu pada rangkul toleransimu kutanya gelisah pada genggam persaudaraan kutanya bangga pada cengkram kebhinekaan Apakah semuanya masih satu meniti jejak-jejak kemerdekaan? Selamat malam Indonesiaku, Malam ini malam penuh kenangan, tentang kita yan...

Cipinang - Kepada BTP

Image
CIPINANG Kepada BTP Di ruas-ruas matamu yang gelap Kupenjarakan rinduku yang disetubuhi Dengan mata tertutup Terkapar di lorong-lorongmu pengap Di langit-langit kepalamu bergemuruh takbir-halleluya Kusarangkan angan-angan purba Lama berkelana akrab dengan angin Merayu mendung di sisa awan Pada gerbang selangkangmu berlumut dusta Kususup saja hingga ke lambungmu membuncit pita Di bau sengat bertahun-tahun meradang Meneguk empedu yang kau pecahkan di tenggorokan mengering Lama menjerit nafsu syawat dikangkang Engkau mendesah puas Banyak yang sudah kau lacur Selepas kau bacakan ayat-ayat mantra di mimbar dan pasar Sementara banyak kekasih tercerai berai Terdampar di pantai nasib yang sendiri-sendiri Dan pemerkosaan ini kian buas di negeri VL

Mendaki Kabut - Kepada Soe Hok Gie

Image
MENDAKI KABUT Kepada Soe Hok Gie Masih tersisa angin nafasmu terengah Mengurai kabut di puncak monas Penuh luka terkelupas Tak lagi biru seperti tulismu dulu Hendak ditumbang hari-hari yang buram Menimpa jalan puncakmu dituju Ach Gie, sekali lagi „masa itu kembali datang“ mencengkram Mengalir di lambung-lambung lapar mendekam Lantas hanya menguyah ayat-ayat suci Dimuntahkan ke wajah-wajah peradaban lalim Pendakian ini lebih kejam dari Semeru Tak ada rimba yang dicumbu, hanya jejak yang terus diburu Tak ada lembah yang ditunduk, hanya sendiri yang memunggung Tak ada sejuk yang dibelai, hanya dendam yang telah mematung Puncak monas masih menjunjung kabut mendung VL

Hidup adalah Mimpi

Image
HIDUP ADALAH MIMPI Julia, Dalam surat terakhirku kemarin aku membahasakan eksistensi manusia sebagai insan perindu: rindu pada apa dan siapa. Sebagai suatu kekuatan yang mencuat dari dalam jiwa, rindu atau kerinduan senantiasa berpautan erat dengan harapan. Dan usaha untuk mendekatkan jarak antara kerinduan „yang kini“ dan harapan „yang akan“ adalah kelana mimpi yang terus menantang. Karena itu kamu benar, bahwa mimpi itu juga menjadi alasan mengapa seseorang hidup dan berjuang. Sesungguhnya kita semua paham soal mimpi, namun terlalu sedikit yang berani untuk bermimpi. Ketika kita lupa untuk bermimpi atau kehilangan cara untuk bermimpi, pada titik itu kita mulai membunuh hidup karena kita sendiri telah mempersempit ruang gerak kehidupan, memasung harapan dalam penjara ketakutan. Apakah kamu masih ingat kisah Ikal dan Arai dalam „Sang Pemimpi“, novel kedua dari trilogi Laskar Pelangi karya Andre Hirata? „Sang Pemimpi“ menantang kita untuk berani bermimpi dan percaya pada kekuat...