Posts

Showing posts from June, 2018

MAAF

MAAF Julia, Maafkan aku Jika sering kuungsikan kata-kata ke ruang-ruang klausur Dan mereka menyerukan namamu bagai litani di lorong-lorong silentium Membisikkan kecemasan demi kecemasan pada ruas-ruas kontemplasi Maafkan aku Jika bait-bait puisiku sering terdampar di biru matamu Bersama buih-buih pesan merecik alismu yang terkadang lelah Menafsir misteri panggilan Padahal pada setiap larik-larik itu aku hanya mau bilang: Ada nafasku bersama angin yang mengibarkan layar setia Menggiring bidukmu menuju pantai yang kaurindu Menuju pulau orang-orang bernazar Maafkan aku ... Sankt Augustin, 25.06.2018

WANITA DAN BULANNYA_Kepada Wanitaku

Image
WANITA DAN BULANNYA Kepada Wanitaku Julia, Setiap bulan Kau kurung wajahmu di bilik luka paling intim mengandung bulan yang menyabit-nyabit rahim Membalut kuncup hidup akanan Setiap bulan Kau kunyah perih dengan matamu Seakan rusuk itu baru ditanam dalam-dalam pada tubuhmu Menjadikanmu ibu kehidupan Setiap bulan Kau rawat sakit di atas ranjang ketabahan Memberinya pil setia yang menetes dari jantung Mengobati bulan-bulan terluka Hingga purnama Dan bulan-bulan yang terluka Adalah usia setiamu V. Lein, Sankt Augustin, 18.06.2018 Foto: © Frank Lothar Lange/plainpicture - Zeit Online

MENYEMBUHKAN FANATISME: BELAJAR DARI PAULUS

MENYEMBUHKAN FANATISME: BELAJAR DARI PAULUS Amos Oz – seorang penulis Israel – dalam bukunya „Wie man Fanatiker kuriert“ (Bagaimana menyembuhkan orang fanatik) menyuguhkan sebuah kisah dari Yerusalem – kota yang tidak hanya terkenal dengan keberagaman agama, tetapi juga fanatismenya: Seorang religius duduk dalam sebuah Caffee di pinggiran jalan ketika sosok seorang kakek menghampirinya. Lelaki tua itu mencoba memanfaatkan momen pertemuan itu dengan mengajukan deretan pertanyaan: Siapa yang memiliki iman yang paling benar? Katolik atau Protestan? Kaum Muslim atau Yahudi? „Untuk mengatakan ‚Kebenaran‘ kepadamu, Allah memberikan jawaban: ‚Saya bukanlah religius, dan saya tidak pernah seperti itu. Dan agama bukanlah hal yang menarik untukku“. Paulus, sang misionaris agung dan pemikir, menaruh perhatian yang besar pada agama. Ada yang membaptisnya sebagai fundator kekristenan, namun ada pula yang meragukan, bahwa Paulus juga mengusung agama yang serupa diwartakan Kristus ( Chr...

MENYEMBUHKAN FANATISME

Image
MENYEMBUHKAN FANATISME Vianey Soda Lein Mahasiswa Pascasarjana pada Philosophisch- Theologische Hochschule SVD St. Augustin, Jerman Terorisme dengan modus bom bunuh diri adalah sebuah persoalan kompleks dan diskursus tentangnya tidak lagi berhenti pada tataran politik (militer) maupun agama. Psikologi sebagai sebuah disiplin ilmu juga telah merambah masuk ke dalam ruang diskusi dengan mencoba membedah epidemi terorisme dengan pisau klinisnya, dengan berusaha menempatkan pelaku entah sebagai personal maupun sebagai entitas sosial dalam sebuah proses „menjadi“. Lantas tesis umum yang menjadi postulat dari telaah psikologis adalah: bom bunuh diri merupakan fenomena gangguan jiwa yang dikembang-biakan dalam tubuh fanatisme. Namun tampaknya tinjauan psikologis tentang persoalan fanatisme kurang terdengar echo- nya dalam percaturan gagasan dan penentuan tindakan. Amos Oz (1939), seorang penulis Israel dan yang juga dikenal sebagai ahli fanatisme komparativ ( comprative fana...