Posts

AHOK DAN PENDIDIKAN POLITIK DI NTT

Image
AHOK DAN PENDIDIKAN POLITIK DI NTT Vianey Lein Alumnus Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi St. Augustin – Jerman Tinggal di Bonn - Jerman Beberapa bulan semenjak Basuki Tjahaja Purnama – atau yang akrab disapa Ahok – menjabat gubernur DKI Jakarta, muncul aneka perlawanan yang mengusung bendera agama dan berbagai simbol kelompokisme untuk menjatuhkan pamor dan melengserkan “si Cina kafir” dari kursi gubernur DKI Jakarta. Namun, seperti menuangkan minyak tanah dalam api, usaha untuk menaklukkan  “sang dikatator“  yang arogan (oleh warga kalijodo) justru semakin membakar nasionalismenya untuk memperjuangkan keadilan bagi banyak orang. Ahok tak ciut nyali dalam menghadapi berbagai tuduhan karena ia yakin akan kebenaran yang diperjuangkannya ketika orang ramai-ramai menyerang karakternya dan lupa akan hal substansial dari setiap permasalahan yang ada di ibu kota. Bukan hanya untuk pertarungan politik semata tetapi perjuangannya juga dilandasi iman kekristenannya: “Jika ...

FRANS AMANUE: IMAM PARA KORBAN

Image
FRANS AMANUE: IMAM PARA KORBAN Mengenang Almahrum Rm. Frans Amanue, Pr Vian Lein Umat Stasi Lewokung, Paroki Bama. Tinggal di Jerman. Postingan beberapa teman Facebook pada hari Sabtu, 26 Maret 2016 sungguh mengagetkan saya: „Romo Frans Amanue, Pr, imam projo Keuskupan Larantuka, telah berpulang ke rumah abadi“. Hanya dalam hitungan detik, pesan duka itu tersebar di dinding media sosial sebelum diberitakan koran lokal atau portal berita online. Banyak orang, khususnya umat Keuskupan Larantuka, sungguh merasa kehilangan sosok seorang gembala yang dekat dengan umat dan terkenal berani menyuarakan kebenaran dan keadilan. Sosok Romo Frans Amanue dengan rambutnya yang telah memutih tidak asing lagi bagi saya. Hampir sering saya berjumpa dengan Romo Frans ketika Almharum masih bertugas melayani umat di Paroki Bama. Perjumpaan itu tidak hanya dalam perayaan ekaristi tetapi juga di pastoran Paroki Bama. Romo Frans terkenal sebagai orang yang betah duduk  dan bertahan di ...

SURAT UNTUK IBU

SURAT UNTUK IBU Ibu tersayang…. Pada semilir angin yang membelai bulir-bulir salju kuucapkan selamat pagi, siang, sore, malam atau situasi apa saja ketika ibu membaca suratku ini. Mungkin ibu merasa terkejut akan ucapan selamat yang mengatasnamai setiap putaran waktu; tapi itulah kekuatan cinta yang menembus batas ruang dan waktu, yang hadir pada setiap waktu dan tempat meski terdakang manusia tak menghendakinya. Aku tahu perasaan ibu, tentang rindu yang terus mengalir di nadi untuk berjumpa, untuk berkumpul kembali dalam rumah di dusun kecil itu sambil menyanyikan „dolo-dolo“ di tepian tungku yang mungkin telah lama sepi. Tetaplah yakin pada Sang Waktu dan jangan mempersalahkannya. Ia punya andil buat kita, dialah yang memisahkan kita, dan dia juga kelak akan mempertemukan kita. Aku juga mengerti tentang kekhwatiran ibu yang begitu kuat akan keadaanku disini. Pesanmu untuk selalu „jaga diri dan jaga agama“ masih tetap kuingat. Memang betul bahwa sudah begitu banyak orang di...

AKU, DIA, DAN GEREJA TUA

AKU, DIA, DAN GEREJA TUA (Pada ceruk kathedral tua, kutabur cerita ini, Cerita tentang namamu Dan seperti gereja tua ini yang menyimpan ribuan cerita di balik decak kagum, bangga dan rasa cinta para pengunjung atas keanggunan, kemegahannya dan estetika gotik-nya, biarlah nama ini juga menjadi cerita untukku.) Engkau yang kujumpa di beranda musim yang membakar Lembut menyapa di keagungan Kathedral berabad usia Vin, begitu pahatan namamu terukir di bibir Ingatanku, yang entah berapa kali aku mengeja- mengenang di antara Nafas dan rasa bertabur cinta Sesaat kita bersua, berkali kita terjatuh sepi Enggan berkaca pada bola mata Pancaran jiwa hati sebening embun Tiada yang mampu mengetuk sunyi Itu pandangan pertama di pelataran Gereja tua Apa yang bisa kau kenang, kenanglah….aku pun demikian Nanti kelak kita membikinnya abadi Ini awal cerita tentang kita, kutulis di ceruk Kathedral Senja kian merapat di menara Gereja tua Aku memandang salib cinta-Ny...

LILIN ADVENT

LILIN ADVENT Hanya dengan cahya lilin kita menanti Di pijarnya kita membakar malam-malam kita yang berkeluh kesah Hanya dengan cahya lilin kita berdiang di pijarnya pada lidah apinya kita berkata-kata dan kata pun melebur dalamnya Biarkan kita pun turut terbakar bersamanya juga rindu kita yang kian menggigil Kau lilin kecilku Di keremangan aku sembahyang Adventsfeier PTH Sankt Augustin 18 Dezember 2012 Read more:  http://baltyra.com/2012/12/22/lilin-advent/#ixzz41rjBeeM7

SEBUAH SENJA DI BULAN MEI

SEBUAH SENJA DI BULAN MEI Depan taman balik jendela kamar, kulihat hanyalah tembok berabad usia memagari tempat, dimana aku belajar dan terus belajar untuk memahami eksistensi Yang Transendens (Allah) yang terus dipertanyakan dan digugat, serta kehadiran manusia dan segala ciptaan yang lain di planet bumi ini. Hanya tumpukan dedaunan, gugur di antara bias cahya. Di halaman dekat kapela kecil itu, juga dibentangi dedaunan sejak musim kemarin. Dan sebelah atas palang salib, ada mentari memancar. Di antara deru udara bersorak ria membelai, antara kegembiraan yang tercurah ke atas bumi aku menatap hanya bayangan keteduhan dedaunan yang bermain pada gorden putih; juga bias-bias cahaya yang membakar ranting-ranting kering lalu menebarkan aroma di sudut-sudut kamarku, seperti dupa mewangi membubung naik pada perayaan ekaristi Minggu kemarin. Kurasakan hembusan angin yang begitu lembut dan bayangan-bayangan pada tirai itu menjadi lebih hidup. Ketika segumpal awan di balik mentar...

DOA

DOA Tuhan, dengan tangan pucat dan keringat kudesiskan doa yang telah lama kusut tentang cemas dan ragu yang kini mengepung batinku dengan bibir bergemetar kuceritakan kisahku setahun silam tentang perjumpaan dan perpisahan tentang mencari dan menemukan kembali tentang harap dan putus asa Tuhan, Kenapa diam … ??? Sankt Augustin Meindorf, Awal Januari 2016

ZIARAH

ZIARAH Permenungan panjang tentang jalan hidup yang terbentang Antara rumah dan kapela Merenungi halaman-halaman bertabur debu Dan ubin beralas karpet Aku di antara gempuran waktu Dilindas masa silam dan masa depan Dan seperti mentari mengarungi langit dari timur ke barat Kau menantang jiwaku Merengkuh petualangan baru Ya, aku harus turun ke jalan-jalan itu memunguti nasib Di atas gurun salju dan hamparan daun gugur Di antara bongkahan debu kemarau dan bulir hujan Di antara rumahku dan rumahMu: itu ziarahku!

KEPADA JULIA

KEPADA JULIA Julia, Gita Natal „Malam Kudus“ telah kita nyanyikan bersama dawai-dawai musim dingin yang hingga kini belum meninggalkan jejak salju di rahim kota Tirai Tahun Baru juga telah kita lucuti di bawah kembang api yang meleleh bersama aliran darah kita yang teramat dingin hingga ke telaga nurani Tapi aku merasa, sepertinya tidak ada yang berubah di sungai waktu, sebagaimana kata Pengkhotbah: „tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari.“ Bukan maksud aku menegasi Filosofi panta rhei kai uden menei-nya Herkleitos yang mendefiniskan perubahan-perubahan di alam semesta: “semuanya mengalir dan tidak ada sesuatupun yang tinggal tetap. Dan seseorang tidak dapat turun dua kali ke sungai yang sama“. Kamu tahu Julia, Hingga detik ini koran-koran terus mengabarkan kematian akibat perang dan teror Gelombang Radio terus memberitakan berbagai krisis yang melanda bumi, mulai dari krisis ekonomi hingga krisis kemanusiaan Siaran televisi juga masih menyajikan peradilan sesat atas nama u...

AIR: SEBUAH TEKA -TEKI

Image
AIR: SEBUAH TEKA-TEKI Vianey Lein Putra Flores – Tinggal di Sankt Augustin - Jerman   Beberapa waktu lalu air menjadi satu wacana penting yang didiskusikan dan diberitakan dalam beberapa pers lokal NTT baik cetak maupun online. Liputan pers tentang realitas masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih, kegelisahan akibat penyakit diare sebagai konsekuensi logis dari minimnya persediaan air minum bersih, membangkitkan kesadaran dalam diri, bahwa air saat ini menjadi suatu persoalan yang kompleks. Isu air menjadikan kita semakin paham bahwa alam tidak lagi menyediakan cukup banyak mata air sesuai kebutuhan manusia yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Berapa liter air yang diperlukan seorang  Bupati  atau anggota DPRD setiap hari? Mungkin kurang lebih sama dengan kebutuhan seorang petani desa(?) Tentu kebutuhan akan air setiap orang tergantung pada jenis ruangan atau bangunan yang digunakan untuk beraktivitas, seperti rumah tinggal, rumah sa...

PELABUHAN LAUT LARANTUKA

Image
PELABUHAN LAUT LARANTUKA Antara Kebanggaan Wajah Baru dan Etika Pemanfaatan Vianey Lein Warga Flores Timur, tinggal di Sankt Augustin - Jerman   Masyarakat Flores Timur mungkin merasa senang dan bangga dengan wajah pelabuhan lautnya yang telah dibikin indah. Reklamasi pelabuhan laut yang menghabiskan dana sebesar Rp.8 Milyar itu, sebagaimana yang dikemukakan Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Larantuka , Rifai, S.Sos ., diharapkan bisa mengembangkan rute transportasi laut dan membantu masyarakat dalam mendapatkan kebutuhan pokok secara murah dan mudah terjangkau berkat pelayaran tol kapal-kapal barang dari Surabaya (bdk. Pos Kupang, 26 Januari 2016). Sebagai salah satu kesuksesan dalam pembangunan infrastruktur, kita juga patut memberi apresiasi atas kerjasama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah Flotim. Kepada mereka kita juga berterima kasih. Di sini pelabuhan laut secara tidak langsung didefiniskan sebagai simbol kekuatan dagang dan perek...

PUASA

Image
PUASA P ulang ke dalam diri yang ditandai abu U bah gurun jiwa jadi oase A tau gaduh jadi hening sembahyang S eperti Sang Guru yang mengungsi empat puluh hari empat puluh malam A ntara kekayaan, kuasa, dan jabatan   Sankt Augustin – Jerman, 09. Februari 2016   Gambar: Bing.com

MUJIZAT

Image
  MUJIZAT Pagi-pagi benar seorang ibu berlari ke gerbang istana Ia mencari Sang Tabib Untuk gadisnya yang sedang sakit di rumah gadai Tak ada mobil, kereta atau pesawat terbang Hanya harap yang masih melayang-layang „Putriku sakit keras. Datanglah sebentar menjamah Atau cukup berkata-kata dari jauh Karena hari masih terlalu subuh Maka dia akan segera sembuh“ „Maaf Ibu, saatku belum tiba. Apalagi anggur semalam masih mendidih di ubun-ubun“ Dengan bergusar hati sang ibu kembali Menjumpai putri tidur abadi Sankt Augustin – Jerman, 09. Februari 2016      Gambar: http://sepsurabaya.com/2015/02/menjamah-jumbai-jubah-nya-saja-maka-ia-akan-sembuh/

PERKAWINAN DI KANA

Image
PERKAWINAN DI KANA Para Yang Mulia, datanglah besok ke pesta pernikahan kami karena tempayan-tempayan sudah penuh terisi anggur yang kalian teguk dalam ekaristi setiap pagi „Inilah saat yang kami nanti-nantikan Tapi jangan wartakan kedatangan kami kepada tetanggamu“ Namun misteri perjamuan   kawin itu Segera tersebar luas di seluruh wilayah negeri Dan para penduduk kampung bersungut-sungut „kami kehabisan air“   Sankt Augustin – Jerman, 09. Februari 2016  Foto:  Kapela Biara Trappist di Lamanabi - Larantuka - Flores Timur (by Simon Nany)

DI GERBANG BIARA

Image
DI GERBANG BIARA Kutinggal jejak-jejak rindu Di ubin tua dan lantai kayu Ijinkan kaki menjengukmu lagi Membaca separuh puisi Di kerah jubah dan ensyklopedi Kubawa debumu pada alas sepatu Dan sandal jepit Biar membatu di serat jiwa berbelit Melangkah lagi tak terbirit-birit Hidup ini mencari selalu   Sankt Augustin, 01 November 2015   Terima Kasih untuk lembaga formasi calon imam, yang adalah rumah bagi saya untuk dibentuk dan membentuk diri, rumah untuk belajar memahami arti siang dan malam, menerima masalalu-menyadari masa kini-menangkap mimpi masa depan:   Seminari San Dominggo Hokeng - Flores - NTT Seminari San Dominggo Hokeng, lembah subur di kaki gunung Lewotobi. Empat tahun aku menghirup udara dinginnya dan bersetebuh dengan harum kembang kopi, hingga “benih-benih” 5S-nya yang telah disemaikan dalam diriku bisa berkecambah-bertunas: Sanctitas (kesalehan), Scientia (kecerdasan intelektual),...