Posts

MAKAM TANPA NAMA

Image
PUSARA TAK BERNAMA Kucipta hening  antara pusara tanpa nama Sematkan duka pada daging menjelma sejarah tiada dupa mewangi Menulis belasungkawa di atas tumpukan tulang tak terbilang meski engkau tak membacanya Dan jiwaku terbantai diam mendengar teriak minta tolong Hati gemetar dipagut rindumu pada nafas dibawa lari Seakan terkubur raga dalam kelam sejarahmu Akhhhh....., kupinta maaf meski selalu terlambat Bukan hanya sejarahmu Sejarah kita, sejarah anak cucu kita meski tahun-tahun perkawinan dan cerai kita sudah kulupa Tapi kita terlahir dari satu rahim sejarah  Biar tak kuulang puisi ini Semua berakhir di atas pusara tak dikenal Di baris doa mengenang, dan ayat-ayat cinta mengalung Berlin, Agustus 2011     Foto: Makam-makam pada sebuah Museum di Berlin        untuk mengenang para  korban yang dibunuh (6 Juta korban)        akibat kekejaman NAZI 1933-1945

MEIN PRAKTIKUM IN WERL

Image
Mein Praktikum auf dem Kartoffelhof Kartoffel ist wichtig in Deutschland und wir kennen dieses Grundnahrungsmittel. In Sankt Augustin essen wir die Kartoffeln. Vieleicht  wissen wir aber nicht wie die Leute, z.B der Bauer, die Kartoffel herrstellt. Meine Arbeit auf dem Kartoffelhof dauerte 13 Tage  und war sehr interesant. Fast 3 Woche arbeitete ich auf dem Karteffelnhof in Büderich – Werl. Obwohl wir mit der Maschine arbeiteten, war es am Anfang schwer für mich. Da ich auch aus der Landwrtschaft komme (mein Vater ist auch ein Bauer), kenne ich die Arbeit auf dem  Kartoffelnhof in Deutschland nicht. In meinem Heimatland arbeitet man nicht mit der Maschine. Manchmal machte ich viele Fehler, wenn es aber langsamer wäre, dann könnte ich mich daran gewöhnen und es würde alles klappen. Als wir die Kartoffel ernteten, waren wir ganz schmutzig wegen des Staubes. Nachdem wir die Kartoffel im Feld geerntet haben, brachten wir sie zu der Sortiertanlage zum sortiere...

SEBUAH PENCAHARIAN

Image
SEBUAH PENCAHARIAN Ketika aku memanggilmu, yang kudengar hanyalah keheningan. Ketika aku mencarimu, yang kutemukan hanyalah bayangan. Ketika aku membelaimu, yang kumiliki hanyalah mimpi Ketika aku mencintaimu, aku memiliki sagalanya...

GERIMIS SENJA

Image
GERIMIS SENJA  Kupahat rindu pada kelam gerimis senja Kurekat keping-keping doa di atap langit basah dan kutemukan dirimu tersenyum pada tirai hujan Dan aku berbisik di antara sahutan suara alam: Ingin slalu kujumpai dirimu di setiap beranda musim Gersang kemarau pun kembang musim semi

DOA

Image
DOA KUPANGGIL NAMAMU  dalam payah jiwamu... Rumah tak bergeming, terhadap adat, engkau memberontak... Mengapa jiwamu resah??? bukankah sgalanya sudah tergaris??? Kelak Cakrawala akan bangun dari peraduannya, tak seorang pun tahu... tak juga kita... DOA tempat kita bersua.

DI MATAMU

Image
DI MATAMU Kuingin jadi cahaya bila gelap pandangmu dan jadi bayangan dalam cahya bola matamu biar kita tetap saling memandang di bawah tarian cahaya dan saling berkaca pada genang air mata Karena sesungguhnya kita ADA dan meNYATA di bawah satu garis cahaya menyatu dalam satu muara meski terkadang kita terpisah dan terbagi dalam aneka liuk aliran Mentari kita satu Samudera kita meyatu

PELANGI DI MATAMU

Image
Pelangi di matamu Ada pelangi di matamu meski air mata menggenang pada lekuk bola mata Rindu ingin ada di sana di matamu...

DI BALIK CAHAYA

Image
DI BALIK CAHAYA Menatap Langit, jauhnya Engkau brada... Ada serpihan dari cahaya terangi Bumi. Tampaknya Engkau mengerti ... Mandikan aku dengan cahaya, menyinari hati ini, teduhkanlah jiwaku ini sejalan bagai air sungai... Bergemalah slalu Laguku... Dibalik Cahaya Ada Engkau..."

RINDU DI UJUNG PENA

Image
RINDU DI UJUNG PENA                                Rindu membasahi jejak malam,                                 yang membuat tiap pujangga  takut gemetar bila melangkahinya  untuk mengabadikan sepotong cerita di ujung pena,  di batas dahaga insan pencinta.  Kukecap rindumu dalam dahaga letih memanggilku

CELEBES

Image
DI TEPIAN DERMAGA Celebes, Kau simpul asa pada tambatan dermaga Selepas buih melerai jemari tangis Lalu, Jatuh di kolom jembatan Pecah pada dinding karang Berenang di antara hempasan ombak Celebes, Malam ini kutambat Mazmur dermaga tiga tali Mencari air mata Yang lupa kulebur di bejana hati Jadi permata pengalung jiwa

REMBULAN

Image
REMBULANKU Lembayung senja mengiris langit yang masih biru Menetes darah ke samudera bergelombang Menggigil ... ...  Dan cahaya menembus malam yang masih muda Di jalan dan di pojok kamarku ... Kenangan bersamamu  adalah puisi terindah dalam hidup Sesaat adalah abadi... Pada angin rindu Kutitip salam buatmu EngkAu Rembulanku

MADONA

Image
Madonna, Kita terus berenang di samudera sepi namun jiwa kita terus bernafas  pada cinta tiada bertepi dan nadi terus berdenyut  dalam rindu tiada henti,  tiada mati... Werl, 18 Juli 2011

Syair Debu

Image
DEBU KENANGAN Fajar menabuh pagi pada selaput kemarau membentang bumi sementara kita masih di bawah debu mencoba meraih antara angin mendesau Wajah terpanggang bertabur debu Bibir mengering dilumat abu Napas tersengal di liang debu Kita merayap masih di atas debu Mencoba lari dari dari roda zaman memburu menggilas nyali Hingga mati jadi debu Ketika belum sempat katakan cinta Kenangan kita pun jadi debu Debu kenangan menyatu di kening dibawa sang waktu dan musim yang berlalu.... Büdderich, 20 Juli 2011

Puisi BungaKu

Image
BUNGAKU Tergores perih pada helai-helai rindu jatuh pada cerita mengarang jadi luka di tepi jalan kenangan                                                                                     Memungut rindu yang tergilas waktu                                                                                     pada jalan yang bernama setia buat kusulam cintamu jadi bunga di tebing karang Engkau bungaku Werl, 16 Juli 2011

Juitaku

Image
Juitaku Juitaku, jangan kau cari aku di masa silamku karena yang kamu temukan hanyalah kekosongan dan tangismu di atas ketiadaan karena kehilangan Orang-orang yang kamu jumpai  pun tak mengenalku lalu kamu pun meratap dengan tangan hampa Carilah aku dalam kekinian Aku ada di sana meski jemari tak sempat menjamah Juitaku, Aku tahu cintamu begitu kuat dari larimu mengejarku dulu menerobos di antara kerumunan orang yang mendengar aku berkata-kata tentang cinta Juga di antara para penyamun yang hendak memotong  nadi cintaku Tapi, Juitaku... jangan dulu kau cium aku dengan bibir yang masih basah karena urat nadiku belum sempurna mengikat kuat cintamu Tapi percayamu telah menjadikan aku milikmu.... Pada Kapellenfest Kapela Sta. Maria Magdalena - Niederbergstraße 19  Juli 2011

Suara: Membacakan Puisi

Image

SAJAK: Kupanggil Namamu Wanitaku (Rendra)

Mengenang Korban Tsunami Jepang

Image
Mengenang Korban Tsunami Jepang Untaian doaku patah pada tepian karang dan tiang layar pun patah menudung aku dan kekasih menggulung rindu hingga ke dasar samudera lalu kita terhempas di atas pasir tiada jejak Kasihku, candi dan lengkung romaneska yang kita bangun dulu dari butiran pasir tidak lagi kulihat dan lukisan bingkai jantung dari telunjuk kita juga tak lagi kutemukan jejak kita berkejaran  lenyap pula Kita kehilangan kenangan kasihku, mari kembalikan rindu ini pada langit dan biarlah kita mati sebagai orang asing Vianney Leyn Sankt Augustin, 14 Maret 2010

SYAIR DI PERAPIAN

Image
                                                                                            DI PERAPIAN  Kubenam langkah yang taklagi pasti terseok-seok pada lelorongan yang telah kuretas lama sudah atas nama sebuah pencaharian dan hasratku terbentur pada palang apimu Katamu tapakku membuncah nanah dari pori-pori ketulian ada kerikil yang masih tertinggal pada lekuk jejak nafas dan labirin manusiawiku tersobek sematan onak Kutekuk kesal pada perisaimu kutanggal hati yang telah koyak kukatup rindu pada diri ingin bersamamu dalam tidur malamku mengejar mimpi malam kemarin yang belum usai dan serat budiku tersangkut pada pucuk-pucuk keterbatasan memahami keagungan cintamu Aku di perapianmu malam ding...

PADA SEBUAH BUKIT

 PADA SEBUAH BUKIT Senja menggurat sunyi pada tikungan kegelisahan nurani mematuk sepi pada ranting musim dingin tiada suara yang singgah di jalan cuma bait puisi yang kugores di daun gugur musim ini terselip di antara butiran salju mengunduk rindu kelopak kembang Berharap angin timur segera datang membelai kata menjelma menatap pucuk ditinggal patah bersama berpeluk rasa berpagut asmara pada bumi berurai Sankt Rupert, Bischofshofen - Österreich 070211

SASTRA DAN TEOLOGI

Image
SASTRA DAN TEOLOGI Vianney Leyn Peminat Sastra, tinggal di Nita Pleat Sastra sebagai suatu hasil kreativitas masyarakat (kebudayaan) tentu tidak dapat dilepas-pisahkan dari konteks hidup suatu masyarakat dimana seorang sastrawan hidup. Jalinan kisah hidup manusia dalam korelasinya dengan kosmos, sesama, diri sendiri dan Yang Ilahi, Pengasal segala sesuatu, entah pada masa lampau, dalam kekinian maupun dalam debar harapan masa depan merupakan satu kesatuan yang membingkai karya penciptaan seorang penyair, novelis, maupun cerpenis. Dengan demikian, apresiasi atas sebuah karya sastra, baik novel, puisi, maupun cerpen tidak boleh mengabaikan unsur ekstrinsik sastra ini di samping menganalisis unsur ekstrinsiknya yang dibahasakan dalam setting/latar (lokus, tempus, dan mood/suasana), plot/alur cerita, tema, penokohan dan berbagai metafor yang digunakan. Sastra dan Teologi Kamus Umum Besar Bahasa Indonesia mengartikan kata sastra sepadan dengan kata bahasa (kata-kata, ga...

PUISI KELANA KATA DAN JARAK KITA

Image
                                                                        JARAK KITA Sebuah mistar terpampang pada penampang berumur terpisah jarak yg tak jelas namun tak luntur Hanya goresan pena pada senja guntur melukis cinta nan tulus 'tuk yg jauh tersungkur 'tuk bersyukur... Aku cinta pada yang tak terjangkau Rindu pada yang tak terukur KELANA KATA Aku kelana KATA Menyusuri rongga malam dengan lentera purba Merangkak pada bukit Mengejar Matahari yang belum lagi terbit Karena kata bunda, KATA itu ada di garis-garis sunyi Pada ruas-ruas cahayanya Akh,… Ada hati terbelenggu Menjerit di kelamnya malam Mengaduh antara serpihan dosa Terpojok dalam keterasingan … … … Aku tak peduli, Karena matahari hampir terbit Dan aku harus mendengar dari kesunyiannya merentang usiaku ...

KELANA KATA

KELANA KATA Aku kelana KATA Menyusuri rongga malam dengan lentera purba Warisan kakek Merangkak pada bukit Mengejar Matahari yang belum lagi terbit Karena kata kakek, KATA itu ada di garis-garis sunyi Pada ruas-ruas cahayanya Akh,… Ada hati terbelenggu Menjerit di kelamnya malam Mengaduh antara serpihan dosa Terpojok dalam keterasingan … … … Aku tak peduli, Karena matahari hampir terbit Dan aku harus mendengar dari kesunyiannya merentang usiaku Tunggu aku kembali Aku bersemadi dalam kekosongan jiwa Dalam kebeningan budi Perlahan mendengar KATA dengan mata yang masih terkatup Terpantul dari ruas-ruas cahaya, menggema di dinding jiwa Hingga aku sadar dan tahu Lenteraku telah padam Dan kini kugenggam cahaya abadi dalam guratan KATA yang kupunyai Akh, aku ini bentara KATA Aku harus kembali ke dusun terpencil Membawa Cahaya KATA yang telah kupunyai Agar terurai segala belenggu Cair segala kebekuan Dan rintihan sukma terhenti Lebarkan pintu rumah dan je...

IN MEMORIAM KORBAN MANGAN

Image
LUBANG MANGAN: ANTARA HAJAT HIDUP DAN LIANG MAUT In Memoriam Tiga Perempuan Korban Timbunan Longsor Mangan: Agnes, Yustina dan Filomena Vianney Leyn Mahasiswa Semester VII STFK Ledalero Tinggal di Wisma St. Arnoldus Jannsen Nita Pleat Sabtu, 18 September 2010 tiga perempuan kakak beradik: Agnes Natun (39), Yustina Natun (28), dan Filomena Natun (41), warga Letkase, RT 04/RW 02, Desa Persiapan Nian Timur, Kecamatan Miomafo Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara tewas tertimbun longsoran mangan (PK, Minggu 19 September 2010). Tragedi itu terjadi ketika tiga perempuan kakak beradik sedang mengais hidup di antara timbunan tambang, mengumpulkan batu mangan guna mempertahankan hidup di alam yang kian keras dan ganas menantang. Demi menebus 10 kue pisang goreng yang telah dikonsumsi, ketiga perempuan itu harus berjuang di antara timbunan tambang, (mungkin) tanpa bantuan alat teknologi canggih seperti mesin-mesin industri pertambangan yang menggusur hamparan lahan luas dalam ...