Syair Debu

DEBU KENANGAN


Fajar menabuh pagi
pada selaput kemarau membentang bumi
sementara kita masih di bawah debu
mencoba meraih
antara angin mendesau


Wajah terpanggang bertabur debu
Bibir mengering dilumat abu
Napas tersengal di liang debu
Kita merayap masih di atas debu
Mencoba lari dari dari roda zaman
memburu menggilas nyali
Hingga mati jadi debu
Ketika belum sempat katakan cinta


Kenangan kita pun jadi debu
Debu kenangan
menyatu di kening dibawa sang waktu
dan musim yang berlalu....

Büdderich, 20 Juli 2011


Comments

Popular posts from this blog

DARI ANATOMI TUBUH KE ANATOMI JIWA - MEMBEDAH LUKA GEREJA

PUISI KELANA

Pater Karel: Sri Sumarah yang Soemarah