JANJI BOLOGNA
JANJI BOLOGNA I Julia, Ke Bologna aku datang lagi Ingin menjemput gerhana di petang berarak pergi Gerhana yang kau sembunyikan di jarak hati Berkelana dalam kerak jiwa mengendap sepi Di Bologna engkau menanti pasti Menggendong waktu yang kau kandung sendiri Di rahim rindumu paling agung Meski musim kadang mendua arti Julia, kita tak pernah ingin berjalan saling memunggungi menyeret ilusi yang meruang di kepala mengakrabi harap yang mewaktu di detar nadi masing-masing kita telah menjadi separuh rencana tentang yang ‚sana‘ Mengalir kenang purnama: Di sana kita selalu JANJI BOLOGNA II Bibirmu jatuh di rel Fermata* Digilas kereta yang lalu tiada peduli Kau kujadikan permata Membias di cawan yang kuteguk dari doa-doa tuli Melukis sudut-sudut bibir dengan ciuman Antara puing-puing peradaban romawi Dan jarak kita hanya detak jantung menuju abadi Mengecap sekerat cinta dengan lidah gemetar *Fermata: Itali...