BALADA PELAUT

BALADA PELAUT

Layarkan mimpi pada angin
Hingga tidur terasa asin di buritan dingin
Dan laparmu berenang di riak-riak samudera batin
Mencari-cari seperti ikan 
Tak lagi punya terumbu karang untuk kawin

Terkapar di antara angin-gelombang memanggil-manggil
Lelah mengeja bintang yang sulit diterjemahkan dengan bibir batil
Apalagi di rumah laut yang telah lama degil

Cinta akan bidukmu, menenggelamkan raga
Menyeberang jarak rindu dari dermaga ke dermaga
Karena hidup adalah persinggahan yang sementara
Menuju muara tak terkira (!?)

Meski pasang-surut kadang tak mesra
Hidup tak hanya berlabuh saja di semesta
Menebar jala untuk gurita

Hingga biduk penuh dusta, karena mata jaring telah menjadi buta
Dan aku terkenang pada Guru berseru:
„… jadilah penjala manusia“
Yang sabdanya membatu di karang penjuru

01.   August
Foto: kireinabilqisty.com


Comments

Popular posts from this blog

DARI ANATOMI TUBUH KE ANATOMI JIWA - MEMBEDAH LUKA GEREJA

PUISI KELANA

Pater Karel: Sri Sumarah yang Soemarah