Posts

JANJI BOLOGNA

JANJI BOLOGNA I Julia,  Ke Bologna aku datang lagi Ingin menjemput gerhana di petang berarak pergi Gerhana yang kau sembunyikan di jarak hati Berkelana dalam kerak jiwa mengendap sepi Di Bologna engkau menanti pasti Menggendong waktu yang kau kandung sendiri Di rahim rindumu paling agung Meski musim kadang mendua arti Julia,  kita tak pernah ingin berjalan saling memunggungi menyeret ilusi yang meruang di kepala mengakrabi harap yang mewaktu di detar nadi masing-masing kita telah menjadi separuh rencana  tentang yang ‚sana‘ Mengalir kenang purnama: Di sana kita selalu JANJI BOLOGNA II Bibirmu jatuh di rel Fermata* Digilas kereta yang lalu tiada peduli Kau kujadikan permata  Membias di cawan yang kuteguk dari doa-doa tuli Melukis sudut-sudut bibir dengan ciuman Antara puing-puing peradaban romawi  Dan jarak kita hanya detak jantung menuju abadi Mengecap sekerat cinta dengan lidah gemetar *Fermata: Itali...

LIEDER STEYLER MUSIK APOSTEL

LIDER STEYLER MUSIK APOSTEL

KOLEKSI LAGU PRIVAT

KOLEKSI LAGU PRIVAT_VIAN

BALADA PELAUT

Image
BALADA PELAUT Layarkan mimpi pada angin Hingga tidur terasa asin di buritan dingin Dan laparmu berenang di riak-riak samudera batin Mencari-cari seperti ikan  Tak lagi punya terumbu karang untuk kawin Terkapar di antara angin-gelombang memanggil-manggil Lelah mengeja bintang yang sulit diterjemahkan dengan bibir batil Apalagi di rumah laut yang telah lama degil Cinta akan bidukmu, menenggelamkan raga Menyeberang jarak rindu dari dermaga ke dermaga Karena hidup adalah persinggahan yang sementara Menuju muara tak terkira (!?) Meski pasang-surut kadang tak mesra Hidup tak hanya berlabuh saja di semesta Menebar jala untuk gurita Hingga biduk penuh dusta, karena mata jaring telah menjadi buta Dan aku terkenang pada Guru berseru: „… jadilah penjala manusia“ Yang sabdanya membatu di karang penjuru 01.    August Foto: kireinabilqisty.com

500 TAHUN REFORMASI LUTHER DAN DEMOKRASI

Image
500 TAHUN REFORMASI LUTHER DAN DEMOKRASI* Vianey Lein Mahasiswa Pasca Sarjana Philosophisch- Theologische Hochschule SVD St. Augustin – Jerman Mengingat-mengenang merupakan proses refleksi tentang diri dan dunia dalam pilinan waktu lampau (sejarah atau kenangan), kekinian dan masa akanan. Karena itu aktus mengingat-mengenang bukanlah sekadar arus balik-perjalanan pulang merunut sejarah masa lalu dalam bingkai pengulangan ritual, atau nostalgia yang terbakar rindu atas tumpukan dan deretan cerita yang telah lampau, melainkan sebuah „dialektika berpikir“ kritis dalam pertautan sejarah masa lalu dengan realitas kekinian, hic et nunc, serentak tetap terbuka terhadap harapan futuris. Reformasi Luther Peristiwa historis Reformasi yang dipelopori oleh Martin Luther (1483–1546) akan memasuki 500 Tahun pada 31 Oktober 2017 mendatang. Dalam rangka perayaan lima Abad Jubileum momen bersejerah itu, sejak 31 Oktober 2016 telah diselenggarakan berbagai kegiatan dan aksi. Mengingat-m...

INA WAE

Image
INA WAE Jongkokmu di tepian tiga tungku, masih setia menunggu  Tegakmu di bibir lesung dan tumbuk alu, tegar menghujam sepi bertalu Matamu yang telanjang memungut segala yang sampah di anyam nyiru Dan kau tanak larik-larik doa dalam bejana tanah liat yang rapuh  Ina Wae, kucium bau asap tungku yang purba kudengar koda -mu yang melengking di datar Nuba mencakar-cakar nafasku yang fana  mengeja mei-woran di jauh Sina-Jawa  Kepada Lera Wulan yang empunya Sabda Ina Wae, Ke rahimmu aku ingin pulang, di bawah tudung kewatek  dengan motif tenun   yang lebih puisi  Menyimpan rahasia-rahasia mitis-asali Seperti rindu kita yang berlapis-lapis - tak cukup dianggar belis Ina Wae,  ke kampung jiwa ini kembali ya ke kampung yang sudah tiada halamannya untuk anak-cucu hanya gelisah yang terpahat di bibir lupa yang membisu sembari mencari sisa-sisa nasib di halaman-halaman sajak penuh debu VL 170717 *Ina Wae ...

ERINNERUNGSORTE IM FREMDSPRACHEUNTERRICHT AM BEISPIEL AUSCHWITZ

ERINNERUNGSORTE IM FREMDSPRACHEUNTERRICHT AM BEISPIEL AUSCHWITZ* (Elvin Septiani Sagala) Die menschliche Geschichte ist durch die Erinnerung gekennzeichnet,    die sie mit der Vergangenheit (einem Nicht-mehr) verbindet und ihrem Bewusstsein im Zeitpunkt der Gegenwart (Jetzt) prägt und ihren weiteren Lebensweg in einer Zukunft (einem Späteren oder Noch-nicht) bestimmt. Hier scheint es, dass die Vergangenheit, die Gegenwart und die Zukunft eng verbunden sind. Die Vergangenheit ist nie bloß historisches Faktum sondern fordert die Menschen auf, daran zu arbeiten: wahrnehmen, erkennen, deuten und reflektieren. Das ist ein Prozess der Erinnerung an eine Vergangenheit und dies ist der eine Ausgangspunkt dieser Untersuchung. Am vergangenen 27. Januar 2015 ist international an die Befreiung des Konzentrations- und Vernichtungslager Auschwitz vor 70 Jahren erinnert worden. Zu diesem Jahrestag der Befreiung von Auschwitz fand die NDR-Moderatorin Anja Reschke in ihrem Kommen...

VOM ERINNERUNGSORT ZUM LERNORT: EIN (INTER)KULTURELLE UND GESCHICHTLICHE ANSATZ IM LANDESKUNDEUNTERICHT

VOM ERINNERUNGSORT ZUM LERNORT: EIN (INTER)KULTURELLE UND GESCHICHTLICHE ANSATZ IM LANDESKUNDEUNTERICHT Zum Konzept der Erinnerungsorte von Pierre Nora als Sprach ‐ und Kulturvermittlung in der Landeskunde für Deutsch als Fremdsprache am Beispiel der Gedenkstätte Auschwitz – Birkenau (Elvin Septiani Sagala) Die menschliche Geschichte ist durch die Erinnerung gekennzeichnet,    die sie mit der Vergangenheit (einem Nicht-mehr ) verbindet und ihrem Bewusstsein im Zeitpunkt der Gegenwart ( Jetzt ) prägt und ihren weiteren Lebensweg in einer Zukunft (einem Späteren oder Noch-nicht ) bestimmt.   Hier scheint es, dass die Vergangenheit, die Gegenwart und die Zukunft eng verbunden sind. Die Vergangenheit ist nie bloß historisches Faktum sondern fordert die Menschen auf, daran zu bearbeiten: wahrnehmen, erkennen, deuten und reflektieren. Das ist ein Prozess der Erinnerung an eine Vergangenheit und dies ist der eine Ausgangspunkt dieser Untersuchung.  Am v...

KOPI KEMARAU

Image
KOPI KEMARAU Kau seduh kopi senja ini dengan hujan kemarau Tanpa gaduh di bibir cangkir berkilau Hanya denting sendok di pekat aroma Meliuk   di bening hitam menjelma  Pahit manis diteguk dalam-dalam Biar habis sebelum   malam tenggelam Di ujung hari yang merangkak turun ke dasar cangkir Tiada tersandung di ucap bibir Ach, kau larutkan saja senyummu pada hitam bubuk Dan air yang menggelembung naik Meski jari harus melepuh menyeduh Tetap teguh dengan genggam yang penuh seluruh 12.07.2017 Foto: @ DUDEN - MEV Verlag, Augsburg

NTT: Negeri Tak Terjanji (?) - Exodus Kronis Perantau NTT

NTT: Negeri Tak Terjanji (?) Exodus Kronis para Perantau NTT* Vianey Lein – Perantau di Jerman Gelombang perantauan merupakan fenomena yang selalu berkembang secara dramatis seiring arus globalisasi yang memungkinkan mobilitas tenaga pencari kerja. Pasar ekonomi global yang berkembang pesat membutuhkan lebih banyak tenaga kerja. Itu berarti pengiriman tenaga kerja migran adalah sebuah kebijakan pemerintah yang dilakukan secara sadar atas sebuah persetujuan bilateral ( Memorandum of Understanding ) antara negara pengirim dan negara tujuan yang semestinya menguntungkan kedua belah pihak. Para pekerja migran memberikan kontribusi pada pertumbuhan dan perkembangan ekonomi di tempat mereka bekerja dan juga di tanah air lewat perolehan devisa. Namun kebijakan negara yang cenderung mengedepankan bussines oriented akhrinya mengabaikan aspek HAM, kesejahteraan dan kesalamatan pada TKI. Kita tentu masih ingat kematian tragis yang menimpa Dolfina Abuk, TKW asal Kabupaten Timor Tengah ...

Sinamot untuk Hasian

Image
SINAMOT UNTUK HASIAN* Hasian, Aku melamarmu malam ini dengan sepotong rembulan yang hampir tenggelam Di rahim Toba mengeram gugur-gugur awan musim Di bibir Samosir meredam gemuruh dalam sunyinya mengeja semesta Tak perlu mencibir pada badai dan gelombang pesisir yang berpesta Kepada Inang* di serambi Bolon* menimang mimpimu Kepada Amang* di padang luas matahari mencangkul musim Aku datang meminangmu sendiri bagai tamu Berdiri di ambang kosong `tuk bertemu Aku yang tunggal dan tubuh yang sendiri Berlayar ke gelombang matamu camar berperi Sebelum bulan ini hanyut di karang-karang bikin nyeri Agar malam tak lagi luka berperih Dan kita terdampar di daratan sunyi Ulos* mesti melingkar mulus Seperti serat jiwa berurai tulus Gerak tangan dan hentak kaki berirama tor-tor* harus pasti Sagala tindak tanduk mesti berarti Mari kita bertepuk hati, jangan lagi memendam mati Mari kita berpeluk lagi, sebelum kita terpisah mati Itu Sinamot paling berarti,...

Jaraka Kita

Image
JARAK KITA Lama sudah kita tak berpandang di ladang musim atau berkunjung di ujung waktu yang murung lalu bermain dengan kata hingga patah di bibir yang gemetar sebentar mencium anak-anak kalimat yang lahir dari rahim ingatan yang keramat Rindu tak lagi merdu seperti dulu Ketika jarak kita bunyikan di antara sepi yang semarak Ribang membatu di antara sendiri yang bimbang Memeluk sunyi yang melekuk di rumah kenangan tak berpenghuni Kamu berlayar ke masa akanan yang masih samar Dan aku nyasar di masa lalu yang belum pudar Entah kapan kita bertemu di dipan kini Mengurai kita yang tunggal, memungut cerita yang tanggal Karena jarak adalah kita yang terpenggal, dan kelak adalah kata yang tinggal kekal 06.06.2017 Vianey L. Foto: fotocommunitiy

Selamat Malam Indonesia

Image
SELAMAT MALAM INDONESIA Selamat malam Indonesiaku, Engkau yang kini terbujur di lintang kahtulistiwa Kukirimkan salam pada cahaya lilin yang berpendar di jarak malam antara kita Pada lirik lagu yang berbicara di ruang-ruang kesendirian yang terpasung bisu Pada syair doa yang melengking dari jiwa-jiwa hening menengadah Selamat malam Indonesiaku, malam ini kupanggil namamu dari Sabang sampai Merauke Ya, kupanggil namamu di antara hitam cakrawala Di antara derit nyiur-nyiur  yang kian patah oleh badai kepongahan Di kebisingan pasar dan mimbar penuh provokasi Pecah bungkamku di endapan jamrud yang melumut dusta Rintik dukaku di bentang samuderamu berdarah-darah Selamat malam Indonesiaku, kutanya rindu pada rangkul toleransimu kutanya gelisah pada genggam persaudaraan kutanya bangga pada cengkram kebhinekaan Apakah semuanya masih satu meniti jejak-jejak kemerdekaan? Selamat malam Indonesiaku, Malam ini malam penuh kenangan, tentang kita yan...