Posts

ABADI CINTANYA (P. Piet Pedo Neo, SVD)

ABADI CINTANYA (P- Piet Pedo Neo, SVD)

SURAT UNTUK OPUNG SINTERKLAAS

Image
SURAT UNTUK OPUNG SINTERKLAAS (Persembahan untuk adik-adik korban Bom Gereja Oikumene Samarinda) Opung yang kami rindukan, Suratku ini mewakili teman-temanku korban bom Gereja Oikumene Yang kini lagi terbaring dan dirawat rumah sakit. Beberapa minggu kemarin aku membesuk mereka di rumah sakit dan bersama kami menyanyikan lagu „Kingkong“ yang kami belajar di sekolah minggu Aku lalu diminta teman-temanku untuk menulis surat untukmu karena jemari mereka masih kaku dibalut perban tebal Opung Sinterklaas, Kami mendengar bahwa sebentar lagi Opung datang menjelajahi kota-kota dan desa-desa, mengunjungi rumah-rumah dan menjumpai anak-anak. Kami tak tahu, apakah Opung juga nanti datang ke Indonesia, ke rumah sakit untuk mengunjungi kami yang masih terbaring sakit Lewat surat ini kami ingin meminta Opung untuk juga datang ke Tanah Air kami Indonesia Mengunjungi teman-teman sebaya kami yang mungkin masih takut bermain bebas di halaman rumah. Kami berharap agar O...

PAYUNG PRESIDEN

Image
PAYUNG PRESIDEN Di luar sana bulir hujan menikam bumi Rintik bersahut pada sholat-sembahyang melengking Payung dikembang di ambang batas istana pertiwi Di singgasana tak perlu lagi bergeming Jalan dan lorong tak lagi kering Digenang doa-doa yang tumpah dari hati bening Meluap dari muara berlumut nista Ditampung payung biru samudera Quelle: http://www.bbc.com/indonesia/trensosial-38178575 Angin menjentikkan orasi para ulama Dan kami terus menghamba di kaki peradaban kian puntung Bermunajat pada manusia setengah dewa Sekawanan badai dihadang segera Oleh ruas-ruas jarijari payung meregang Payung biru masih di genggangmu Sembari merapal ayat-ayat senandung doa Bergetar dalam kabut nafsu kuasa penghulu menghalau bayang-bayang makar pendahulu Cinta pada pertiwilah yang membuat kita bertahan dalam germis Vianey Lein Sankt Augustin - Mülldorf, 03.12.2016

SANDAL JEPIT

SANDAL JEPIT Sepasang sandal jepit hadiah ulang tahun Putus kemarin di tikungan jalan Berpuluh kilometer waktu telah ditempuh Menjaga kaki tak melepuh Kini harus tergantung sepi sendiri Tanpa kaki membawa pergi Di atas aspal jalan-jalan panas Dan lorong hidup yang kadang ganas Terima kasih sandal jepit Kau tetap menjadi berarti Meski kau tak lagi kujepit Kau tetap selalu di hati Ippendorf, 11 März 2016

RINDU KAMPUNG

RINDU KAMPUNG Rinduku pada kampung Adalah rindu pada kokok ayam dini hari ´ Dan lolong anjing di rimba senja Rinduku pada kampung Adalah rindu pada melodi dawai gambus Dan alunan syair dolo-dolo Pada tabu genderang kulit kambing buatan kakek Dan hentakan kaki penari hedung Rinduku pada kampung Adalah rindu pada rumah dan bale bambu Pada derit pohon asam dan asap tungku Rinduku pada kampung   Adalah rindu pada rinai hujan dan pelangi Pada debu kemarau dan musim panen Rinduku pada kampung Adalah rindu pada buih ombak dan karang Pada bibir pantai dan lumat gelombang Pada nelayan dan ikan merah Pada petani dan jagung bakar Rinduku pada kampung Adalah rindu pada Mokantarak   Rindu pada Lewo Tanah Vianey Lein Sankt Augustin, Jerman, Penghujung Tahun 2015

RINDU TERTEBUS

RINDU TERTEBUS (Kepada Gadis berkerudung biru tua) Masih kusimpan fotomu memeluk rembulan Pudar kupandang di gugur angan Kau gadis berkerudung biru Gaunmu membelit rindu Mengapa kau simpan senyum Pada lipatan kerudung biru tua Sementara aku lama-lama menerka di luar gereja Ayat-ayat mazmur yang kau daras setia Bertahun musim tak legam-legam Di lentik matamu kau getarkan sunyi paling agung Di katupmu kau genggam semesta doa Di tekuk manis litani paling sakral mengangkasa Meminta tebus rindu-rindu purba Kau gadis bergaun putih-putih, berkerudung biru Di lipatan kerudungmu ingin kuselesaikan angan Ijinkan aku mencium kesederhanaanmu Dan biarlah sajakku menusuk rusuk-rusukmu Ippendorf – Jerman, 08. Maret 2016

PURNAMA CINTA

Image
PURNAMA CINTA Di bawah kibaran purnama  kita rayakan cinta   Di atas taburan musim gugur membadai Dari pohon-pohon rindu meranggas gigil cemburu kita Dimabuk tumpah gerimis yang kita aduk bersama anggur merah dara Dalam cawan dahaga perantau-pengungsi digadai Quelle: https://www.allmystery.de/i/tcbd3ca_der-erste-kuss.jpg  Jangan kau cium di lain tempat, cukup saja di bibir Dari sana mengalir ke muara hati dalam Jangan terlalu terpaksa, tapi juga jangan bebas liar Jangan dengan lidah yang terus diam Jangan sebentar saja, tapi juga jangan terlalu lama Itu menggemaskan, itu membosankan Berisik jangan kau bunyikan, hening kau gaduhkan jangan Berteduh di aliran nafas, bernaung di dekap rasa Jangan terlalu dekat, jangan terlalu jauh Ini bikin gugup, bikin tersiksa Jangan terlalu kering, jangan terlalu basah Jangan terlalu kasar, jangan terlalu lembut Kali ini tak lagi nyasar, tak lagi meleset hingga gigil rindu kita...

KONTESTASI POLITIK DAN INDEPENDENSI PERS

KONTESTASI POLITIK DAN INDEPENDENSI PERS* Vianey Lein Tak dipungkiri lagi bahwa dalam dunia dewasa ini pers menjadi pilar penting dalam sebuah masyarakat demokrasi. Hal ini turut mengafirmasi bahwa tanpa kebebasan pers, masyarakat demokrasi pun tidak ada. Pers atau media yang terpercaya dengan jurnalis yang bebas dan bertanggung jawab menjadi asupan nutrisi penting dalam merangsang tumbuh-kembangnya sebuah bangunan demokrasi. Para jurnalis sesungguhnya adalah agen-agen perubahan sosial dalam memberi informasi dan berani serta bertanggung jawab „menelanjangi“ segala „salah urus“ (politik) dalam masyarakat. Fungsi kontrol ini menjadikan pers sebagai „Wachhund“ ( watchdog ) – anjing penjaga demokrasi. Di samping Negara Hukum , Masyarakat madani ( civil society ) dan Infrastruktur politik (partai politik), pers menjadi kekuatan ke-empat dalam menopang tegaknya bangunan demokrasi sebuah negara. Itu artinya, perjuangan warga untuk menegakan demokrasi menuntut dukungan dari media....

CINTA TERLARANG

Image
CINTA TERLARANG Julia, Selepas dialog tengah malam kemarin Aku terus dipanggil kepada keheningan Untuk mencintai kesendirianku, kesendirian yang telah lama kuduakan sejak aku mengenalmu: Mungkin ini terlalu ego! Kau tak perlu bersusah payah Untuk mengajakku pergi, atau bahkan memaksaku pergi Kau tak perlu diam-diam mencipta jarak Karena aku tidak hanya mencintai tubuhmu, tapi juga kebijaksanaanmu Jarak bagiku bukanlah dimensi yang rumit, melainkan rindu yang terus tumpah mengalir di garis waktu, apalagi ketika benih-benih cinta perlahan tumbuh di biara dan kejujuran untuk saling mencintai hanya jatuh pada ayat-ayat mazmur yang kita daraskan bersama madah pagi, teteskan rindu pada cawan yang kita teguk di setiap ekaristi, dan akhirnya membeku gigil pada pujian senja dan malam, berharap leleh bersama senyummu yang terbit di setiap pagi Julia, kamu benar, bahwa kita tak boleh terus saling mencintai dalam diam dan doa di tepian meditasi da...

PENDIDIKAN: ANTARA MENCARI MAKAN DAN PEMBENTUKAN KARAKTER

PENDIDIKAN: ANTARA MENCARI MAKAN DAN PEMBENTUKAN KARAKTER Vianey Lein Alumnus STFT St. Augustin Jerman Belum lama ini kita merayakan Hari Pendidikan Nasional yang mengusung tema „Nyalakan Pelita, Terangkan Cita-Cita“. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, dalam sambutannya pada Hardiknas 2 Mei 2016 lalu menegaskan, bahwa „pendidikan harus benar-benar berperan sebagai pelita bagi setiap anak Indonesia yang akan membuatnya bisa melihat peluang, mendorong kemajuan, menumbuhkan karakter, dan memberikan kejernihan dalam menata dan menyiapkan masa depannya.“ Sudah pasti bahwa tujuan pendidikan adalah untuk menyiapkan suatu masa depan yang  cerah. Masa depan disini tidak bisa dimengerti hanya sebatas perubahan ekonomi dengan pencapaian suatu profesi atau jabatan tertentu, misalnya PNS atau polisi, yang memungkinkan seseorang menghasilan rupiah sebanyak mungkin. Atau, dalam bahasa sederhana, „sekolah supaya kelak bisa cari makan“. Ketika uang atau jabatan ...

MAGI, MEDIS, DAN AGAMA SEBUAH PERJUMPAAN DALAM TUBUH YANG RAPUH

Image
MAGI, MEDIS, DAN AGAMA SEBUAH PERJUMPAAN DALAM TUBUH YANG RAPUH Vianey Lein Alumnus STFT St. Augustin Jerman                                                                    Tinggal di Jerman                  Kesehatan dan penyakit menggambarkan kategori dasariah yang mewakili eksistensi manusia sebagai insan yang rapuh, tidak sempurna. Seperti halnya makan dan minum, tidur dan bangun, konsepsi tentang kesehatan dan penyakit atau suatu pola hidup turut menentukan kelangsungan hidup seseorang. Dalam formulasi yang amat sederhana sebagai pemahaman dasar, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merumuskan: “Sehat berarti bebasnya segala jenis penyakit, baik fisik, psikis (mental, intelektual), sosial dan spiritual. Sedangkan sakit ...

MALU (AKU) JADI PEJABAT

Image
MALU (AKU) JADI PEJABAT* Vianey Lein Alumnus STFT St. Augustin – Jerman Tinggal di Bonn - Jerman Pada tahun 1998 penyair dan sastrawan Indonesia, Taufiq Ismail, menulis sebuah puisi naratif yang berjudul “Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia”. Syair yang terdiri dari empat bagian ini merupakan narasi kritis yang pedas terhadap pemegang tampuk pemerintahan bangsa saat itu. Strategi literer ini digunakan Taufik untuk memperlihatkan realitas secara lugas tanpa banyak basa-basi. Kegelisahan Taufik tentang situasi politik, ekonomi, sosial dan hukum pasca bergulirnya reformasi tahun 1998 ditorehkannya dalam pengungkapan rasa „Malu aku jadi orang Indonesia“. Sang penyair dengan jujur dan berani menelanjangi episode politik yang dipentaskan saat itu, meski harus mananggung malu. Bila membaca ulang Syair Taufiq yang ditulisnya delapan belas tahun silam, kita pun merasa malu, karena keprihatinan Taufik tentang situasi bangsa masih juga menjadi keprihatinan kita kini. Mungkin rasa malu itu ...

SUMBANGAN DANA PENDIDIKAN dan KETIDAKADILAN SOSIAL di FLORES

SUMBANGAN DANA PENDIDIKAN dan KETIDAKADILAN SOSIAL di FLORES (Kritik Untuk Konser Musik SEMINARI MATALOKO 2014 di Jakarta) ”Banyak kali saya berpikir, apakah yang dipikirkan rakyat tentang gereja beton, sedangkan mereka sendiri tinggal dalam gubuk-gubuk beratapkan alang-alang atau daun kelapa? Pondok-pondok mereka yang reot, mungkin karena memang miskin, kebanyakan tersembunyi di antara pohon-pohon belukar atau di bawah bayangan pohon-pohon kelapa. Apakah rakyat mungkin mengeluh atau menyesalkan berdirinya gereja yang megah, sedangkan rumah-rumah mereka tidak lebih dari sebuah gubug? Masalah ini memusingkan kepalaku (Sato & Tennien 1957, 1976: 126)”. 1. Pengantar Kepala pusing Kapten Sato yang memimpin pasukan Jepang pada perang dunia ke II di Flores pada kutipan di awal tulisan ini melecutkan niatan saya merefleksikan Konser Musik Seminari Matoloko 2014 di Jakarta (KMSM) yang mendapat tanggapan positif dari hampir semua kalangan sejauh ini. Di forum Nagekeo Bersatu (N...