Posts

DOA

DOA Tuhan, dengan tangan pucat dan keringat kudesiskan doa yang telah lama kusut tentang cemas dan ragu yang kini mengepung batinku dengan bibir bergemetar kuceritakan kisahku setahun silam tentang perjumpaan dan perpisahan tentang mencari dan menemukan kembali tentang harap dan putus asa Tuhan, Kenapa diam … ??? Sankt Augustin Meindorf, Awal Januari 2016

ZIARAH

ZIARAH Permenungan panjang tentang jalan hidup yang terbentang Antara rumah dan kapela Merenungi halaman-halaman bertabur debu Dan ubin beralas karpet Aku di antara gempuran waktu Dilindas masa silam dan masa depan Dan seperti mentari mengarungi langit dari timur ke barat Kau menantang jiwaku Merengkuh petualangan baru Ya, aku harus turun ke jalan-jalan itu memunguti nasib Di atas gurun salju dan hamparan daun gugur Di antara bongkahan debu kemarau dan bulir hujan Di antara rumahku dan rumahMu: itu ziarahku!

KEPADA JULIA

KEPADA JULIA Julia, Gita Natal „Malam Kudus“ telah kita nyanyikan bersama dawai-dawai musim dingin yang hingga kini belum meninggalkan jejak salju di rahim kota Tirai Tahun Baru juga telah kita lucuti di bawah kembang api yang meleleh bersama aliran darah kita yang teramat dingin hingga ke telaga nurani Tapi aku merasa, sepertinya tidak ada yang berubah di sungai waktu, sebagaimana kata Pengkhotbah: „tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari.“ Bukan maksud aku menegasi Filosofi panta rhei kai uden menei-nya Herkleitos yang mendefiniskan perubahan-perubahan di alam semesta: “semuanya mengalir dan tidak ada sesuatupun yang tinggal tetap. Dan seseorang tidak dapat turun dua kali ke sungai yang sama“. Kamu tahu Julia, Hingga detik ini koran-koran terus mengabarkan kematian akibat perang dan teror Gelombang Radio terus memberitakan berbagai krisis yang melanda bumi, mulai dari krisis ekonomi hingga krisis kemanusiaan Siaran televisi juga masih menyajikan peradilan sesat atas nama u...

AIR: SEBUAH TEKA -TEKI

Image
AIR: SEBUAH TEKA-TEKI Vianey Lein Putra Flores – Tinggal di Sankt Augustin - Jerman   Beberapa waktu lalu air menjadi satu wacana penting yang didiskusikan dan diberitakan dalam beberapa pers lokal NTT baik cetak maupun online. Liputan pers tentang realitas masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih, kegelisahan akibat penyakit diare sebagai konsekuensi logis dari minimnya persediaan air minum bersih, membangkitkan kesadaran dalam diri, bahwa air saat ini menjadi suatu persoalan yang kompleks. Isu air menjadikan kita semakin paham bahwa alam tidak lagi menyediakan cukup banyak mata air sesuai kebutuhan manusia yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Berapa liter air yang diperlukan seorang  Bupati  atau anggota DPRD setiap hari? Mungkin kurang lebih sama dengan kebutuhan seorang petani desa(?) Tentu kebutuhan akan air setiap orang tergantung pada jenis ruangan atau bangunan yang digunakan untuk beraktivitas, seperti rumah tinggal, rumah sa...

PELABUHAN LAUT LARANTUKA

Image
PELABUHAN LAUT LARANTUKA Antara Kebanggaan Wajah Baru dan Etika Pemanfaatan Vianey Lein Warga Flores Timur, tinggal di Sankt Augustin - Jerman   Masyarakat Flores Timur mungkin merasa senang dan bangga dengan wajah pelabuhan lautnya yang telah dibikin indah. Reklamasi pelabuhan laut yang menghabiskan dana sebesar Rp.8 Milyar itu, sebagaimana yang dikemukakan Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Larantuka , Rifai, S.Sos ., diharapkan bisa mengembangkan rute transportasi laut dan membantu masyarakat dalam mendapatkan kebutuhan pokok secara murah dan mudah terjangkau berkat pelayaran tol kapal-kapal barang dari Surabaya (bdk. Pos Kupang, 26 Januari 2016). Sebagai salah satu kesuksesan dalam pembangunan infrastruktur, kita juga patut memberi apresiasi atas kerjasama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah Flotim. Kepada mereka kita juga berterima kasih. Di sini pelabuhan laut secara tidak langsung didefiniskan sebagai simbol kekuatan dagang dan perek...

PUASA

Image
PUASA P ulang ke dalam diri yang ditandai abu U bah gurun jiwa jadi oase A tau gaduh jadi hening sembahyang S eperti Sang Guru yang mengungsi empat puluh hari empat puluh malam A ntara kekayaan, kuasa, dan jabatan   Sankt Augustin – Jerman, 09. Februari 2016   Gambar: Bing.com

MUJIZAT

Image
  MUJIZAT Pagi-pagi benar seorang ibu berlari ke gerbang istana Ia mencari Sang Tabib Untuk gadisnya yang sedang sakit di rumah gadai Tak ada mobil, kereta atau pesawat terbang Hanya harap yang masih melayang-layang „Putriku sakit keras. Datanglah sebentar menjamah Atau cukup berkata-kata dari jauh Karena hari masih terlalu subuh Maka dia akan segera sembuh“ „Maaf Ibu, saatku belum tiba. Apalagi anggur semalam masih mendidih di ubun-ubun“ Dengan bergusar hati sang ibu kembali Menjumpai putri tidur abadi Sankt Augustin – Jerman, 09. Februari 2016      Gambar: http://sepsurabaya.com/2015/02/menjamah-jumbai-jubah-nya-saja-maka-ia-akan-sembuh/

PERKAWINAN DI KANA

Image
PERKAWINAN DI KANA Para Yang Mulia, datanglah besok ke pesta pernikahan kami karena tempayan-tempayan sudah penuh terisi anggur yang kalian teguk dalam ekaristi setiap pagi „Inilah saat yang kami nanti-nantikan Tapi jangan wartakan kedatangan kami kepada tetanggamu“ Namun misteri perjamuan   kawin itu Segera tersebar luas di seluruh wilayah negeri Dan para penduduk kampung bersungut-sungut „kami kehabisan air“   Sankt Augustin – Jerman, 09. Februari 2016  Foto:  Kapela Biara Trappist di Lamanabi - Larantuka - Flores Timur (by Simon Nany)

DI GERBANG BIARA

Image
DI GERBANG BIARA Kutinggal jejak-jejak rindu Di ubin tua dan lantai kayu Ijinkan kaki menjengukmu lagi Membaca separuh puisi Di kerah jubah dan ensyklopedi Kubawa debumu pada alas sepatu Dan sandal jepit Biar membatu di serat jiwa berbelit Melangkah lagi tak terbirit-birit Hidup ini mencari selalu   Sankt Augustin, 01 November 2015   Terima Kasih untuk lembaga formasi calon imam, yang adalah rumah bagi saya untuk dibentuk dan membentuk diri, rumah untuk belajar memahami arti siang dan malam, menerima masalalu-menyadari masa kini-menangkap mimpi masa depan:   Seminari San Dominggo Hokeng - Flores - NTT Seminari San Dominggo Hokeng, lembah subur di kaki gunung Lewotobi. Empat tahun aku menghirup udara dinginnya dan bersetebuh dengan harum kembang kopi, hingga “benih-benih” 5S-nya yang telah disemaikan dalam diriku bisa berkecambah-bertunas: Sanctitas (kesalehan), Scientia (kecerdasan intelektual),...

MAAF

Image
MAAF Julia, malam itu kau datang mengetuk di dinding malam setelah sekian lama nurani kita tak pernah bicara sembari membawa purnama yang kau lipat di tas jinjingmu seperti angin yang sebentar datang, sebentar pergi di balik kaca jendela kamar aku berdiri dalam kegelisahan, antara membukakanmu pintu atau menyerumu pulang Katamu, aku telah melukai jemari-jemari mimpimu Ach, tidak Julia! Aku tidak berniat melukis luka   Ini teralu banyak buatku … Ingin kuambil saja lipatan purnama Dan menikamnya ke jantungku Meleleh menggenang di lantai kayu Julia, Terima kasih untuk pesanmu: „Liebe muss nicht perfekst sein. Sondern echt.“ „Cinta tidak mesti sempurna, melainkan tulus jujur“ Maafkan aku Julia … Selesai   Meindorf, 07. Januar 2016 Vianey L. Foto: http://www.alfachriyah.org/wp-content/uploads/2014/06/bulan_sabit.jpg      

KEPADA ANGIN

Image
KEPADA ANGIN Angin, Kau bawa aku berita atau kabar baru kabar tentang negeri yang jauh ... dan semerbak kisah masa kecil yang sudah lama kutinggalkan Angin Kau terbangkan aku pada haluan mimpi dan cita yang hendak kucapai Tapi juga menerpaku bergayut tiada daya pada badaimu Angin, Kau hembuskan lorong-lorong pemikiran dan gua ratioku Dengan ide-ide baru untuk terus bertanya Dari mana datangmu dan ke mana engkau bertiup Kau menginspirasi semua syair puisiku Dan membawa pergi semua mimpiku yang kutulis di sana Angin, kau menghendaki aku terus hidup dan berjuang setiap kali engkau menjamah lembut rongga-rongga nafasku dengan ritmus yang sering tidak kusadari bahwa kau ada di setiap tarikan dan hembusan nafas Engkau menghendaki agar aku berusaha menemukan dunia-dunia yang belum pernah kujejaki Angin, aku ingin mendengar lagi ceritamu cerita penuh misteri aku ingin mengerti bahasa sabdamu yang hingga kini masih terus kupelajari Angin, Terbangkan aku kembali...

KENANGAN

Image
KENANGAN Julia, Selepas perpisahan di pantai Ostia, aku terus bergulat dalam rasa dan nalar Tentang semua cerita yang kau tulis di bibir pantai, tentang karang yang menyayat telapak tangan tentang buih yang menggaram luka dan ombak yang menghapus jejak-jejak kaki kita Tentang Tuhanmu di alun-alun Basilika Santo Petrus Tentang harapmu di pancuran mengering Fontana di Trevi Tentang cintamu di Piazza Venezia Semua terasa begitu cepat berlalu - berganti alur Julia, Aku pun baru mengerti tentang pesanmu Yang kau tulis pada helai musim gugur tahun ini Kamu benar, bahwa malam-malamku akan menjadi lebih panjang dan tetes embun di kaca jendela kamar menjadi lebih dingin Apakah ini semata fenomena alam yang bermain pada musim yang bergulir, atau… karena perpisahan yang memenjara masing-masing kita pada ruang dan waktu? Julia, Jujur harus kuakui, bahwa momen perjumpaan yang menggetar jiwa akan meninggalkan jejak-jejak kenangan tiada pupus Perjumpaan itu seperti butir-butir salju yang lembut ...

DUNIA MAYA DAN VIKTIMISASI KORBAN

Image
DUNIA MAYA DAN VIKTIMISASI KORBAN* (Vianey Lein)   Media sosial internet berperan sangat penting di panggung dunia komunikasi dan memikat perhatian jutaan publik. Jaringan media sosial akibat jasa   internet seperti E-Mail, Facebook dan Twitter tidak hanya menyebar di antara masyarakat perkotaan, melainkan juga menjalar ke pelosok. Hanya dalam hitungan detik orang bisa mengakses aneka informasi dari berbagai situs internet, meng- update status dan mem- posting apa saja   yang diinginkan. Setiap momen penting yang dialami, baik personal maupun komunal, tampil   secara lugas dan diabadikan dalam kata dan foto bahkan video. Mungkin agak berlebihan jika dikatakan bahwa Facebook dan media sosial lainnya telah menjadi kebutuhan primer masyarakat kita. Meskipun begitu, informasi sesungguhnya tidak kalah penting dibandingkan dengan makan dan minum. Di tengah kesibukan karir di kantor-kantor dan rumah sakit, belanja, memasak dan menyediakan makanan, orang masih se...

An Julia

Dieses Ende ist auch mein Anfang Julia, Nach meinem langen Schweigen schrieb ich am Anfang dieses Monats wieder einen Brief, den du vielleicht nicht verstehen kannst. Es ist ein Brief über eine Reise - ja die Reise meines Lebens. Um diesen Brief zu schreiben, schaue ich auch meine Erfahrung mit dieser Reise, vielleicht die längste Reise meines Lebens, die jetzt zu Ende ist. Aber dieses Ende ist auch mein Anfang, der bestimmt kein leichter sein wird, vielleicht wird er steinig und schwer. Julia, es tut mir leid, dass ich diesen Brief schreiben musste. Irgendwann wirst es dir klar, und du wirst alles verstehen vor allem mich verstehen... Sankt Augustin, Anfang Juni 2015

KORUPSI DAN KAPITALISME: POLUTAN BARU PENCEMAR PLANET BUMI

Image
KORUPSI DAN KAPITALISME: POLUTAN BARU PENCEMAR PLANET BUMI* (Catatan Hari Bumi 22 April) Setiap tanggal 22 April dirayakan hari bumi (Earth Day). Kampanye global Hari Bumi sejak tahun 1990 ini bukanlah sekadar ritual ulangan, melainkan seruan dan gerakan mondial untuk menyelamatkan bumi yang sakit dan terluka oleh aksi „konsumtif“ manusia. Momentum ini mengajak kita untuk menelusuri kembali jejak-jejak interaksi kita dengan alam. Industrialisasi modern menghilangkan harmoni kosmos, menghadirkan „chaos“ dan momok kematian ekologi. Pencemaran dan pengrusakan lingkungan lewat sistem ekonomi perindustrian sangat membahayakan keberlangsungan hayati. Sampah karbondioksida dan metan merusak lapisan Ozon. Penggunaan pupuk kimia dan pestisida menghancurkan fertilasi dan pori-pori tanah. Manusia, hewan dan tumbuhan terancam oleh akibat pembabatan hutan secara liar dan pemanasan global (global warming) seperti hujan asam, banjir, kekeringan berkepanjangan dan meningkatnya suhu. Krisis...

ANTOLOGI PUISI 2010

Untuk ANTOLOGI PUISI 2010 silakan klik  Di sini

STEYLER MUSIKAPOSTEL

Musik verbindet die Kulturen Ohnehin spielt am Morgen zu Christi Himmelfahrt auf der Katholikentags-Meile die Musik eine bedeutende Rolle. Wo Gesang oder Instrumente zu hören sind, bildet sich sofort eine Menschentraube. Im Zelt der Steyler Missionare aus St. Augustin bei Bonn spielen Studenten aus aller Welt internationale kirchliche Musik. Simon Mputu aus der Demokratischen Republik Kongo schlägt auf die Trommel und singt meditative Lieder. „Die Musik ist wichtig für den Glauben und macht mich glücklich“, sagt der 25 Jahre alte Sprachstudent. Vian Lein, Theologiestudent aus Indonesien, leitet die Musikapostel der Steyler Ordensbrüder. „Mit Hilfe der Musik locken wir die Besucher an, und so knüpfen wir Beziehungen zwischen den Kulturen.“ Am zweiten Tag des großen Laientreffens sind zahlreiche Veranstaltungen geplant, darunter Diskussionsrunden zu kirchlichen und politischen Themen. Bis Sonntag werden beim Katholikentag bis zu 80 000 Besucher erwartet. Bis dahin wollen die Gläubigen ü...

Online-Adventskalender zu Sinneseindrücken

Image
Online-Adventskalender zu Sinneseindrücken Am kommenden Montag lässt sich auf der Webseite der Steyler Missionsprokur per Mausklick das erste Türchen öffnen: Der "Steyler Adventskalender" geht wieder online – zum zehnten Mal. 26. November 2014 Von: Markus Frädrich „In diesem Jahr verbergen sich hinter den Türchen Anregungen für unsere Sinne aus der vorweihnachtlichen Zeit“, erklärt Frater Vianney Lein SVD, der den Adventskalender in diesem Jahr gemeinsam mit anderen Steyler Missionaren vorbereitet hat. „Denken wir an den Advent, dann steigt uns der Duft von Christstollen und Tannengrün in die Nase, dann haben wir bestimmte Lieder im Ohr und Lichterglanz vor Augen. Der Advent ist ein Fest für die Sinne!“ In täglichen Türchen stellen Steyler Missionare ihren ganz persönlichen Zugang zu jenen Dingen vor, die es im Advent zu sehen und zu hören, zu riechen und zu schmecken gibt. Manchmal, indem sie Kindheitserinnerungen Revue passieren lassen. Manchmal, indem ...