Di Pantai Ostia
Di Pantai Ostia Julia, Memandang samudramu lepas Menghempaskan Bola mataku pada pencaharian tiada akhir Mengecap biru lautmu Bagai menggaram luka yang belum kering Mendulang hempasan busa gelombangmu Aku terhempas di tepian Lalu Hanya kutulis namamu di hamparan pasir Tapi seketika dilumat ombak di bibir pantaimu.... Sekali lagi kupanggil namamu dari bibir ingatan yang kian melepuh Julia, Di Ostia kita dibaptis dalam kasih Ketika Rasul Paulus menebar jala di di tepian dermaga Paulus, yang minggu kemarin menuliskan kita sepucuk surat kasih: "hendaklah kamu saling mengasihi. Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!" Di Ostia kita ceburkan diri, Berbaring-berjemur di hamparan pasir putih Sembari memandang senja yang perlahan tenggelam dengan warna lembayung paling agung Di Ostia kita belajar meratap Bersama Santo Agustinus, yang juga adalah sastrawan itu, Ketika kehilangan Sang Bunda Monika di buritan Kapal Lalu kita bernyanyi bersama ombak: "Kasih ibu kepada bet...