Posts

MADONA

Image
Madonna, Kita terus berenang di samudera sepi namun jiwa kita terus bernafas  pada cinta tiada bertepi dan nadi terus berdenyut  dalam rindu tiada henti,  tiada mati... Werl, 18 Juli 2011

Syair Debu

Image
DEBU KENANGAN Fajar menabuh pagi pada selaput kemarau membentang bumi sementara kita masih di bawah debu mencoba meraih antara angin mendesau Wajah terpanggang bertabur debu Bibir mengering dilumat abu Napas tersengal di liang debu Kita merayap masih di atas debu Mencoba lari dari dari roda zaman memburu menggilas nyali Hingga mati jadi debu Ketika belum sempat katakan cinta Kenangan kita pun jadi debu Debu kenangan menyatu di kening dibawa sang waktu dan musim yang berlalu.... Büdderich, 20 Juli 2011

Puisi BungaKu

Image
BUNGAKU Tergores perih pada helai-helai rindu jatuh pada cerita mengarang jadi luka di tepi jalan kenangan                                                                                     Memungut rindu yang tergilas waktu                                                                                     pada jalan yang bernama setia buat kusulam cintamu jadi bunga di tebing karang Engkau bungaku Werl, 16 Juli 2011

Juitaku

Image
Juitaku Juitaku, jangan kau cari aku di masa silamku karena yang kamu temukan hanyalah kekosongan dan tangismu di atas ketiadaan karena kehilangan Orang-orang yang kamu jumpai  pun tak mengenalku lalu kamu pun meratap dengan tangan hampa Carilah aku dalam kekinian Aku ada di sana meski jemari tak sempat menjamah Juitaku, Aku tahu cintamu begitu kuat dari larimu mengejarku dulu menerobos di antara kerumunan orang yang mendengar aku berkata-kata tentang cinta Juga di antara para penyamun yang hendak memotong  nadi cintaku Tapi, Juitaku... jangan dulu kau cium aku dengan bibir yang masih basah karena urat nadiku belum sempurna mengikat kuat cintamu Tapi percayamu telah menjadikan aku milikmu.... Pada Kapellenfest Kapela Sta. Maria Magdalena - Niederbergstraße 19  Juli 2011

Suara: Membacakan Puisi

Image

SAJAK: Kupanggil Namamu Wanitaku (Rendra)

Mengenang Korban Tsunami Jepang

Image
Mengenang Korban Tsunami Jepang Untaian doaku patah pada tepian karang dan tiang layar pun patah menudung aku dan kekasih menggulung rindu hingga ke dasar samudera lalu kita terhempas di atas pasir tiada jejak Kasihku, candi dan lengkung romaneska yang kita bangun dulu dari butiran pasir tidak lagi kulihat dan lukisan bingkai jantung dari telunjuk kita juga tak lagi kutemukan jejak kita berkejaran  lenyap pula Kita kehilangan kenangan kasihku, mari kembalikan rindu ini pada langit dan biarlah kita mati sebagai orang asing Vianney Leyn Sankt Augustin, 14 Maret 2010

SYAIR DI PERAPIAN

Image
                                                                                            DI PERAPIAN  Kubenam langkah yang taklagi pasti terseok-seok pada lelorongan yang telah kuretas lama sudah atas nama sebuah pencaharian dan hasratku terbentur pada palang apimu Katamu tapakku membuncah nanah dari pori-pori ketulian ada kerikil yang masih tertinggal pada lekuk jejak nafas dan labirin manusiawiku tersobek sematan onak Kutekuk kesal pada perisaimu kutanggal hati yang telah koyak kukatup rindu pada diri ingin bersamamu dalam tidur malamku mengejar mimpi malam kemarin yang belum usai dan serat budiku tersangkut pada pucuk-pucuk keterbatasan memahami keagungan cintamu Aku di perapianmu malam ding...

PADA SEBUAH BUKIT

 PADA SEBUAH BUKIT Senja menggurat sunyi pada tikungan kegelisahan nurani mematuk sepi pada ranting musim dingin tiada suara yang singgah di jalan cuma bait puisi yang kugores di daun gugur musim ini terselip di antara butiran salju mengunduk rindu kelopak kembang Berharap angin timur segera datang membelai kata menjelma menatap pucuk ditinggal patah bersama berpeluk rasa berpagut asmara pada bumi berurai Sankt Rupert, Bischofshofen - Österreich 070211

SASTRA DAN TEOLOGI

Image
SASTRA DAN TEOLOGI Vianney Leyn Peminat Sastra, tinggal di Nita Pleat Sastra sebagai suatu hasil kreativitas masyarakat (kebudayaan) tentu tidak dapat dilepas-pisahkan dari konteks hidup suatu masyarakat dimana seorang sastrawan hidup. Jalinan kisah hidup manusia dalam korelasinya dengan kosmos, sesama, diri sendiri dan Yang Ilahi, Pengasal segala sesuatu, entah pada masa lampau, dalam kekinian maupun dalam debar harapan masa depan merupakan satu kesatuan yang membingkai karya penciptaan seorang penyair, novelis, maupun cerpenis. Dengan demikian, apresiasi atas sebuah karya sastra, baik novel, puisi, maupun cerpen tidak boleh mengabaikan unsur ekstrinsik sastra ini di samping menganalisis unsur ekstrinsiknya yang dibahasakan dalam setting/latar (lokus, tempus, dan mood/suasana), plot/alur cerita, tema, penokohan dan berbagai metafor yang digunakan. Sastra dan Teologi Kamus Umum Besar Bahasa Indonesia mengartikan kata sastra sepadan dengan kata bahasa (kata-kata, ga...

PUISI KELANA KATA DAN JARAK KITA

Image
                                                                        JARAK KITA Sebuah mistar terpampang pada penampang berumur terpisah jarak yg tak jelas namun tak luntur Hanya goresan pena pada senja guntur melukis cinta nan tulus 'tuk yg jauh tersungkur 'tuk bersyukur... Aku cinta pada yang tak terjangkau Rindu pada yang tak terukur KELANA KATA Aku kelana KATA Menyusuri rongga malam dengan lentera purba Merangkak pada bukit Mengejar Matahari yang belum lagi terbit Karena kata bunda, KATA itu ada di garis-garis sunyi Pada ruas-ruas cahayanya Akh,… Ada hati terbelenggu Menjerit di kelamnya malam Mengaduh antara serpihan dosa Terpojok dalam keterasingan … … … Aku tak peduli, Karena matahari hampir terbit Dan aku harus mendengar dari kesunyiannya merentang usiaku ...

KELANA KATA

KELANA KATA Aku kelana KATA Menyusuri rongga malam dengan lentera purba Warisan kakek Merangkak pada bukit Mengejar Matahari yang belum lagi terbit Karena kata kakek, KATA itu ada di garis-garis sunyi Pada ruas-ruas cahayanya Akh,… Ada hati terbelenggu Menjerit di kelamnya malam Mengaduh antara serpihan dosa Terpojok dalam keterasingan … … … Aku tak peduli, Karena matahari hampir terbit Dan aku harus mendengar dari kesunyiannya merentang usiaku Tunggu aku kembali Aku bersemadi dalam kekosongan jiwa Dalam kebeningan budi Perlahan mendengar KATA dengan mata yang masih terkatup Terpantul dari ruas-ruas cahaya, menggema di dinding jiwa Hingga aku sadar dan tahu Lenteraku telah padam Dan kini kugenggam cahaya abadi dalam guratan KATA yang kupunyai Akh, aku ini bentara KATA Aku harus kembali ke dusun terpencil Membawa Cahaya KATA yang telah kupunyai Agar terurai segala belenggu Cair segala kebekuan Dan rintihan sukma terhenti Lebarkan pintu rumah dan je...

IN MEMORIAM KORBAN MANGAN

Image
LUBANG MANGAN: ANTARA HAJAT HIDUP DAN LIANG MAUT In Memoriam Tiga Perempuan Korban Timbunan Longsor Mangan: Agnes, Yustina dan Filomena Vianney Leyn Mahasiswa Semester VII STFK Ledalero Tinggal di Wisma St. Arnoldus Jannsen Nita Pleat Sabtu, 18 September 2010 tiga perempuan kakak beradik: Agnes Natun (39), Yustina Natun (28), dan Filomena Natun (41), warga Letkase, RT 04/RW 02, Desa Persiapan Nian Timur, Kecamatan Miomafo Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara tewas tertimbun longsoran mangan (PK, Minggu 19 September 2010). Tragedi itu terjadi ketika tiga perempuan kakak beradik sedang mengais hidup di antara timbunan tambang, mengumpulkan batu mangan guna mempertahankan hidup di alam yang kian keras dan ganas menantang. Demi menebus 10 kue pisang goreng yang telah dikonsumsi, ketiga perempuan itu harus berjuang di antara timbunan tambang, (mungkin) tanpa bantuan alat teknologi canggih seperti mesin-mesin industri pertambangan yang menggusur hamparan lahan luas dalam ...

Pulang

Image
PULANG (Ian Leyn) Di atas lorong yang tak lagi jelas Kutuntun diriku antara sesat dan hilang Karena hati sudah berpaling Dari jalan yang telah kuretas Di batas hari yang tak lagi cerah Di bawah musim yang bikin gerah Kukumpul ranting yang tak lagi bertunas Dalam bakul tiga belas Dan……. Sebelum senja menjadi gelap Dan embun menetes di musim baru Kusulut api pada ranting yang kupunya

PAEDOFILIA - TEOLOGI TUBUH

Image
PAEDOFILIA: KEPINCANGAN DALAM MEMANDANG TUBUH Sebuah Refleksi Kritis atas Kasus Paedofilia di Gereja Amerika Serikat dan Australia dalam Terang Teologi Tubuh Paus Yohanes Paulus II   (Vianney Leyn) I. PENDAHULUAN Pada bulan April 2009 Penerbit Forum Kita - Jakarta menerbitkan sebuah buku dengan judul: Pastor di Persimpangan Harta, Imamat, Wanita. Buku dengan ketebalan 209 halaman itu ditulis oleh Florianus Santoso Nggagur asal Manggarai – Flores, yang pernah meniti jalan panggilan di lembaga pendidikan calon imam Seminari Menengah Santo Pius XII Kisol – Manggarai. Florianus dengan berani membuka tabir kelabu para pastor yang menodai panggilannya dan mengingkari ketiga kaul sucinya: kemurnian yang ditahbiskan bagi Allah, ketaatan apostolik, dan kemiskinan injili. Penulis tidak banyak mengungkapkan data-data empiris tentang setiap kasus melainkan hendak mengangkat rumor yang beredar di masyarakat dan pengamatan subjektif penulis serta hasil diskusi dengan beberapa kaum...

Imam dan Politik dalam Terang Dokumen Konsili Vatikan II Gaudium et Spes.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penulisan  Gereja sebagai salah satu institusi dalam masyarakat tidak dapat sama sekali bebas dari politik. Bahkan dapat dikatakan bahwa Gereja in se pun terdapat “politik”, dalam arti seni memimpin, menentukan dan menjalankan kebijakan (church politics). Akan tetapi Gereja bukanlah sebuah lembaga politik dan tidak terikat pada sistem politik manapun juga (otonom). Gereja dan politik masing-masing bersifat otonom dan tidak saling tergantung namun keduanya dipanggil untuk misi yang satu dan sama yakni pelayanan dan pengabdian kepada manusia yang satu dan sama demi kesejahteraan umum. Konsili juga menegaskan bahwa para rasul dan para pengganti mereka beserta rekan-rekan sekerja mereka diutus untuk mewartakan Kristus Penebus dunia kepada masyarakat. itu berarti ada kerja sama antara Gereja, dalam hal ini para imam (pengganti rasul-rasul) dan masyarakat yang terbentuk dalam suatu system politik tertentu. Masyarakat Porsea, Sumatera...