Posts

MAWAR DALAM KABUT

Image
MAWAR DALAM KABUT Setangkai mawar kau berikan aku Pada malam perpisahan itu Dengan sepotong pesan yang kau sematkan Pada duri-duri musim gugur Kau tak sempat lagi berkata Melafal „salam pisah“ yang mungkin terlalu beku di bibirmu Bersama kita menatap lagi pada mawar Yang sengaja dipotong orang dari ranting-ranting senja Untuk sebuah kado perpisahan dan tanda terima kasih Dengan setangkai mawar pada genggaman Masing-masing kita menyusuri malam Seiring kabut menggantung di depan mata Hingga tak seorang pun tahu Apa yang terjadi di balik horison malam itu Sering kita lelah mendaki bukit awan Lalu berhenti di persimpangan Dan tak seorang pun tahu Ke mana harus melangkah Kita adalah musafir Berkelana antara kepakan sayap angin malam Kita adalah peziarah Antara dulu dan sekarang Antara hari ini dan esok Antara duka dan bahagia Antara tawa dan tangis Antara cemas dan harap Antara kepala dan hati Antara datang dan pergi Antara...

EPISODE SEBUAH PENANTIAN

Image
EPISODE SEBUAH PENANTIAN Dalam hening sembahyangku malam ini Aku merasa diriku seperti bayang-bayang keteduhan Meminta pada kekasih kunanti Menuliskan aku sebuah syair Tiada yang lebih buruk selain sebuah penantian? Atau adakah yang lebih berharga daripada sepotong asa Hingga mata legam terbakar untuk sebuah setia? Entahkah kekasihku datang lebih cepat Atau mungkin terlalu terlambat dari yang kuduga, aku tak tahu … Jika ia telat datang dari yang kupikirkan, yang tinggal padaku hanyalah sebuah ucapan selamat malam yang mesti aku lupakan juga tidurku malam ini … dan mungkin esok pagi, aku pun tak lagi punya waktu buat kutanya, mengapa … Aku masih memilih Melaju pada rel-rel ini meski terkadang kejam menggilas Lalu sesekali menanti pada pemberhentian Melebur sebentar dalam harap dan ketidakpastian Mengalir bermuara pada tujuan kerinduan kucari Berharap kujumpa kasihku menyongsong Tiada tanya kuragu: „Engkaukah itu Kekasihku;  at...

KEPADA YANG TELAH LAMA HILANG

Image
KEPADA YANG TELAH LAMA HILANG Aku duduk disini, pada beranda musim dingin Menanti turun salju seperti musim dingin yang sudah lalu Memandang, bagaimana mentari menggelinding pergi pada latar senja Mengingatkan aku pada mentari senja yang sama di atas bukit itu Ya, mentari yang sama, yang kau rayu di batas hari Tak enggan kembali „Ingin kutemukan separuh jiwaku“, bibirku merindu lagi Aku merasa, hidupku separuh jiwa dalam sadar dan nalarku Aku merindu separuh jiwa dalam ketaksadaran dan intuisi Untuknya, banyak yang ingin aku katakan: Tentang berandaku yang telah lama sepi, tentang rumahku pengap pekat, tentang hingar bingar sekitar Tentang gelisahku mencari Tentang harapan-harapan nyasar dan konyol Tentang gelap yang hampir sempurna Aku masih disini Mencoba merayu pada mentari Sankt Augustin, den 13. Februar 2014 Vianney Leyn

Malam Memoriam

Image
Malam Memoriam (Mengenang 2 Tahun Kepergian „Yosef Kerobi Kelen“) Sahabat, ketika sejarah hidupmu harus kami catat dengan air mata, rindu menjadi rasa yang menyiksa batin dalam melewati tiap kilometer waktu di sana tak kujumpai kau Wajah tanpa wujud Hanya bayang-bayang menjelma Dalam sengat kemenyan malam ini Bangunkan kau di balik kisah tergores sudah Dan aku sembahyang lagi Pada hidupmu kekal mengetuk Surga Untuk ujud dan rinduku membumi Amin ….  Sankt Augustin, den 08. Februar 2014

SEPUCUK SURAT DARI NIAS

Image
SEPUCUK SURAT DARI NIAS Pada geliat kabut memanjang Aku mencari suaramu Di antara halaman kusut buku harian Aku melafal ulang rindu-rinduku Yang tlah digubah waktu kenanga Dan ketemukan dirimu dalam lautan kata-kata Yang kau tulis pada sayap-sayap Desember silam Engkau angin barat di pulau Nias Aku iri memandangmu Membawa pesan di kepakan sayap-sayap lembab Saat aku memanjat pada tebing keterpisahan Lalu jiwa terjaga dalam kerinduan yang begitu teduh Angin, aku sedang merindu…. Dan Cuma rindu yang aku punya Untuk menyongsong kekasihku Bawalah rinduku ……  "Pada sebuah Senja di Bulan Dezember" Vianney L. 05.12.13 Salam Advent - Selamat Menyongsong Tuhanmu Brief aus Nias

Seminar: Jugendarbeit und Katechese

Seminar: Jugendarbeit und Katechese (Vianney Leyn) https://drive.google.com/file/d/0B91BE2Wde5h9bjc3T2tWWW54LXc/edit?usp=sharing

puisi: DALAM KABUT

Image
DALAM KABUT (Mengenang Korban Taufan di Filipina) Tatap redup dalam tebal kabut Tiada yang mampu tahu Atau berani menebak Kota kecil di balik kabur alam Angin tak dapat lagi kau gubah Kisahmu sulit kuduga Tiada lolong anjing, bahkan burung gagak pun diam … Langkah jadi basa dalam uap menggantung Keheningan, yang sebenarnya tidak begitu akrab Kembali menghampiri kuping Aku makin gemetar Menyeka lembab basah pada kening Pohon meranggas daun Menghening cipta di taufan menampar Kunci pintu rumah patah dan tirai tak lagi membias remang, Menyalami kehidupan yang telah lama dipercaya Kota jadi taman jiwa-jiwa hilang Kita masih berdiang pada mentari Meski tebal kabut dan malam panjang Meski angin datang memburu!?  Sankt Augustin, 14.11.2013

JUGENDARBEIT UND KATECHESE

https://drive.google.com/file/d/0B91BE2Wde5h9elZmY1hrcjEzbkk/edit?usp=sharing PHILOSOPHISCH-THEOLOGISCHE HOCHSCHULE SVD SANKT AUGUSTIN Seminararbeit: JUGENDARBEIT UND FIRMKATECHESE (Eine Begeisterung für Jugendliche in ihrem christlichen Glauben) Seminar Theorie und Praxis kirchlicher Jugendarbeit Dr. Patrik C. Höring Wintersemester 2012/13 (im Bereich Praktische Theologie) Yohanes Vianey Soda Lein 53753 Sankt Augustin Arnold Janssen Str. 30

DAUN MUSIM GUGUR

Image
DAUN MUSIM GUGUR Coba kau dengar angin mendesing Menulis  lagu pada warna warni helai daun Tentang matahari yang kau junjung kemarau silam Tentang bening embun di kuntum semi Coba kau tangkap derik patah pada ranting Seakan tiada daya menopang kemarau hidupmu Dan sehelai daun luruh lagi dalam sepi Jatuh di keningmu mengendap gelisah Musim gugur kehilangan lagi selembar daun Dan tentu akan gugur lagi yang lainnya Seperti bulir air matamu yang tak pernah mengering Tatkala badai menerpa di kerapuhan insan Kau mengajakku lagi Memandang dedaunan yang masih bergayut pada ranting Sebelum malam-malam kita menjadi panjang Dan langit kamar kita bertabur dingin salju Sehelai daun jatuh lagi…. Dan kau berbisik ke telingaku „Itu untukmu“… Aku hanya diam – tak tahu, Apa yang bisa aku buat dengan sehelai daun musim gugur? Sankt Augustin, 22 Oktober 2013

MISSIONSDRAMA

Image
„MISSIONSDRAMA“: EIN KLEINES PFINGSTEREIGNISS Szene: Kolonialisierung und Mission Einheimische Musik (60s) wird gespielt. Auf der Bühne sind ein Soldat mit dem Schwert und ein Priester (im Talar) mit Bibel in der Hand zu sehen, die langsam durch die Bühne gehen. Der Sprecher: Die Kolonialisierung und die Mission sind in der Geschichte der Menschheit wie zwei Seiten einer Medaille. Dem Christentum bleibt es – nicht zu Unrecht – ein Stachel im Fleisch. Wenn man aber die Früchte der Missionsarbeit für die Entwicklung der Menschheit im Ganzen sieht, spürt man doch – ungeachtet der Unterdrückung des Volkes durch die Kolonialisierung –  eine leise Dankbarkeit. Gott ist in der Geschichte mächtig.... Szene: Steinlegung der katholischen Mission in Ostindonesien Sprecher: (Der Ortvorsteher [der Radja] und der Schiffkapitän betreten die Bühne) Als die portugiesischen Seefahrer und Kaufleute in den ostindonesischen Archipelen ankamen, kümmerte...

Rilke

Rilke Gedichte

Im Schatten des Frühlings

Image
Im Schatten des Frühlings möchte ich unsere Geschichte schreiben. Aber ich weiß nicht, wie ich anfangen soll. Viele Ideen oder Sätze brauche ich nicht, auch keine Blätter aus Papier. Endlich habe ich zwei Namen geschrieben: Deinen und Meinen. Und ich wusste, dass ich nicht allein bin.   http://www.stadtgottes.de/stago/index.php   http://www.weitewelt.eu / http://www.pico-pico.eu /

Eine kalte Nacht im Sommer

Image
Eine kalte Nacht im Sommer I Die Straße war leer, nur Du, nur Ich, nur Wir Es war eine stille Nacht, unsere Geschichte war zu kalt Am leuchtenden Vollmond wärmten wir uns Durch die lange Nacht wanderten wir baten den Himmel, uns zu zeigen wie man den Mond mit verletzter Schulter tragen soll baten die Erde, uns zu lehren wie man die Sonne mit verbrannten Händen festhält Das war eine vergangene Sommernacht Mond und Sonne begegneten sich Uns war aber noch kalt, wir wanderten zu Mond und Sonne Ein „Gute Nacht“ sagten wir noch nicht  II Die Straße war leer, nur Du, nur Ich, nur Wir, Es war eine stille Nacht, unsere Geschichte war zu kalt Am leuchtenden Vollmond wärmten wir uns... Die Sehnsucht war groß, Wärme mit- und aneinander zu finden Doch wir hielten die Distanz Der andere so nah und doch in weiter Ferne... Der Mond am Himmel, in der kalten Sommernacht Auf dem Weg zur Sonne, zur Berührung würde es nie kommen Der an...

ICH MÖCHTE SCHREIBEN

Image
Ich möchte weiter schreiben Die stillen Wörter möchte ich schreiben Damit sie die Bedeutung haben Ich möchte noch schreiben Unsere Geschichte und Erinnerung möchte ich schreiben, so dass sie wie glühende Kohle werden, verkohlen in unserer Träume. Und ich möchte immer schreiben Unsere Hoffnung möchte ich schreiben Damit sie wie Stachel ist, die ein Stück Herz behütet die traurige Natur tröstet, wenn der stürmische Wind weht Über Dich und mich möchte ich noch schreiben   http://www.stadtgottes.de/stago/index.php   http://www.weitewelt.eu / http://www.pico-pico.eu /

Pisah Tiada Kata

Image
Pisah Tiada Kata Kita berpisah pada kata tiada terucap keningmu menjauh ketika ciumku hendak mengukir cinta, memberi kenangan Kita berpisah tiada kata katamu, jaga perasaan yang lain dan alasan ini sudah menjadi alasan klasik yang slalu kudengan yang tentu menusuk luka semakin dalam namun aku tetap memilih sabar diam menghadapimu, sayang Kita berpisah begitu saja Lalu dicekik pada tanya "Di mana kamu menyimpan rasaku, sayang... Atau mungkin aku harus tabah slalu menghadapimu meski dengan air mata?"..

Kado Ulang Tahun

Image
Kado Ulang Tahun Di garis rindu merentang pada dua tangan aku menangis Tumpah Siram di simpul usia Lalu kamu????

Kelam di Pulau Rindu

Image
Kelam di Pulau Rindu Kelam di Pulau rindu kutuju Berbalut kabut gerimis mengundang Di kejauhan kupanggil namamu Batas tak lagi kulihat Kutitip salam dan rinduku yang telah basa pada gelombang arus yang hendak pasang hendak temui dirimu di arus batas penantian berpeluk rasa di pelabuhan hati hingga engkau pun basah dan aku lebih lagi Pada karang ingin kuabadikan kisah ini dengan luka di kulit kerang dan biarkan gelombang senja ini membawa perasaanku hingga ke dasar tiada terselam Cuma Yang di sana yang mengajarkanku CInta Pada sebuah pelayaran dengan kapal Motor, 25 November 2011

ANTOLOGI PUISI Vianney Leyn 2008

ANTOLOGI PUISI Vianney Leyn 2008   http://www.stadtgottes.de/stago/index.php   http://www.weitewelt.eu / http://www.pico-pico.eu /

Kumpulan Puisi Polykarp Ulin Agan: Surat untuk Avilla

Kumpulan Puisi Polykarp Ulin Agan   http://www.stadtgottes.de/stago/index.php   http://www.weitewelt.eu / http://www.pico-pico.eu /

SAHABAT TAK DIKENAL

SAHABAT TAK DIKENAL Betapa jauhnya watakmu Betapa polosnya hatimu Betapa bodohnya jiwamu Betapa kalutnya akalmu Sobatku… Betapa tidak ku menghempasmu Dirimu jauh…sangat jauh Engkau ada di atas langit Sedangkan aku… Terperangkap di dalam tanah. Kau menguburku dalam-dalam Begitu dalamnya… Sehingga ku tak dapat bernafas Kau telah membunuhku dari belakang… Sehingga pedangmu tertancap di hatiku. 20 September 2002

DUA PUISI

PADA TEPIAN PUSARA Menatap nisan yang mengabur dalam pekat Cairkan rindu pada cahaya liin Membenam tangis pada tepian pusara yang meretak Dan bibir bertutur dalam diam REQUIESTAT IN PACE Bunda… Pandanglah aku dalam pejam abadimu KATA TERAKHIR Atas nama malam Dan pada dinding keheningan Kuukir kata cinta dengan bibir yang belum lagi membeku Biar kuteruskan mimpi yang masih tersisa

SUARA KAUM JELATA

SUARA KAUM JELATA Di sini menanti kami gendut prestasimu ‘tuk kuak impian jelata Yang terpendam resah Tuk reciki persada yang kian kerontang ‘tuk salur gizi bagi yang busung lapar ‘tuk perjuangkan keadlian dan kebenaran Yang telah disunat Bukan gendutmu gemakan nyaring gemerincing Bukan mulutmu vokal bualkan janji utopis Di atas panggung politik Bukan tampilmu khas priyayi Wibawa palsu Tapi kaki yang menjejak di rumah kami Dan tangan yang menjamah di meja kami Biar kami tak terus memungut tulang