DUA PUISI


PADA TEPIAN PUSARA

Menatap nisan yang mengabur dalam pekat
Cairkan rindu pada cahaya liin
Membenam tangis pada tepian pusara yang meretak
Dan bibir bertutur dalam diam
REQUIESTAT IN PACE
Bunda…
Pandanglah aku dalam pejam abadimu

KATA TERAKHIR

Atas nama malam
Dan pada dinding keheningan
Kuukir kata cinta dengan bibir yang belum lagi membeku
Biar kuteruskan mimpi yang masih tersisa

Comments

Popular posts from this blog

DARI ANATOMI TUBUH KE ANATOMI JIWA - MEMBEDAH LUKA GEREJA

PUISI KELANA

Pater Karel: Sri Sumarah yang Soemarah