SASTRA DAN TEOLOGI
SASTRA DAN TEOLOGI Vianney Leyn Peminat Sastra, tinggal di Nita Pleat Sastra sebagai suatu hasil kreativitas masyarakat (kebudayaan) tentu tidak dapat dilepas-pisahkan dari konteks hidup suatu masyarakat dimana seorang sastrawan hidup. Jalinan kisah hidup manusia dalam korelasinya dengan kosmos, sesama, diri sendiri dan Yang Ilahi, Pengasal segala sesuatu, entah pada masa lampau, dalam kekinian maupun dalam debar harapan masa depan merupakan satu kesatuan yang membingkai karya penciptaan seorang penyair, novelis, maupun cerpenis. Dengan demikian, apresiasi atas sebuah karya sastra, baik novel, puisi, maupun cerpen tidak boleh mengabaikan unsur ekstrinsik sastra ini di samping menganalisis unsur ekstrinsiknya yang dibahasakan dalam setting/latar (lokus, tempus, dan mood/suasana), plot/alur cerita, tema, penokohan dan berbagai metafor yang digunakan. Sastra dan Teologi Kamus Umum Besar Bahasa Indonesia mengartikan kata sastra sepadan dengan kata bahasa (kata-kata, ga...