PUISI KELANA

KELANA DINIHARI
Seekor semut menyusup masuk
Lewat dinding pagi yang mulai meretak
Seekor katak melompat diikejar mangsa
Bersama detak waktu dinihari
Dan seorang anak manusia merangkak
Pada dinding pagi yang retak
Dengan badan yang masih menggigil
Berharap dinding itu tak roboh menimpanya
Karena ia tak ingin mati muda
Masih ada cerita yang mesti dikisahkan
Di batas hari

30 Mey 2010

REQUIEM Pkl. 00.00
Kutemukan seekor katak telah mati
Dan segeromobolan semut mengusungnya
Tapi aku tak mempedulikannya….
Di manakah anak manusia itu?
Kutemukan dia di bawah tindihan reruntuhan
Inikah cerita yang dibawanya pagi itu
dititipnya pada puing-puing reruntuhan
Di batas hidup---di keabadian Waktu

31 Mey 2010

Comments

Popular posts from this blog

DARI ANATOMI TUBUH KE ANATOMI JIWA - MEMBEDAH LUKA GEREJA

Pater Karel: Sri Sumarah yang Soemarah