Posts

KELANA KATA

KELANA KATA Aku kelana KATA Menyusuri rongga malam dengan lentera purba Warisan kakek Merangkak pada bukit Mengejar Matahari yang belum lagi terbit Karena kata kakek, KATA itu ada di garis-garis sunyi Pada ruas-ruas cahayanya Akh,… Ada hati terbelenggu Menjerit di kelamnya malam Mengaduh antara serpihan dosa Terpojok dalam keterasingan … … … Aku tak peduli, Karena matahari hampir terbit Dan aku harus mendengar dari kesunyiannya merentang usiaku Tunggu aku kembali Aku bersemadi dalam kekosongan jiwa Dalam kebeningan budi Perlahan mendengar KATA dengan mata yang masih terkatup Terpantul dari ruas-ruas cahaya, menggema di dinding jiwa Hingga aku sadar dan tahu Lenteraku telah padam Dan kini kugenggam cahaya abadi dalam guratan KATA yang kupunyai Akh, aku ini bentara KATA Aku harus kembali ke dusun terpencil Membawa Cahaya KATA yang telah kupunyai Agar terurai segala belenggu Cair segala kebekuan Dan rintihan sukma terhenti Lebarkan pintu rumah dan je...

IN MEMORIAM KORBAN MANGAN

Image
LUBANG MANGAN: ANTARA HAJAT HIDUP DAN LIANG MAUT In Memoriam Tiga Perempuan Korban Timbunan Longsor Mangan: Agnes, Yustina dan Filomena Vianney Leyn Mahasiswa Semester VII STFK Ledalero Tinggal di Wisma St. Arnoldus Jannsen Nita Pleat Sabtu, 18 September 2010 tiga perempuan kakak beradik: Agnes Natun (39), Yustina Natun (28), dan Filomena Natun (41), warga Letkase, RT 04/RW 02, Desa Persiapan Nian Timur, Kecamatan Miomafo Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara tewas tertimbun longsoran mangan (PK, Minggu 19 September 2010). Tragedi itu terjadi ketika tiga perempuan kakak beradik sedang mengais hidup di antara timbunan tambang, mengumpulkan batu mangan guna mempertahankan hidup di alam yang kian keras dan ganas menantang. Demi menebus 10 kue pisang goreng yang telah dikonsumsi, ketiga perempuan itu harus berjuang di antara timbunan tambang, (mungkin) tanpa bantuan alat teknologi canggih seperti mesin-mesin industri pertambangan yang menggusur hamparan lahan luas dalam ...

Pulang

Image
PULANG (Ian Leyn) Di atas lorong yang tak lagi jelas Kutuntun diriku antara sesat dan hilang Karena hati sudah berpaling Dari jalan yang telah kuretas Di batas hari yang tak lagi cerah Di bawah musim yang bikin gerah Kukumpul ranting yang tak lagi bertunas Dalam bakul tiga belas Dan……. Sebelum senja menjadi gelap Dan embun menetes di musim baru Kusulut api pada ranting yang kupunya

PAEDOFILIA - TEOLOGI TUBUH

Image
PAEDOFILIA: KEPINCANGAN DALAM MEMANDANG TUBUH Sebuah Refleksi Kritis atas Kasus Paedofilia di Gereja Amerika Serikat dan Australia dalam Terang Teologi Tubuh Paus Yohanes Paulus II   (Vianney Leyn) I. PENDAHULUAN Pada bulan April 2009 Penerbit Forum Kita - Jakarta menerbitkan sebuah buku dengan judul: Pastor di Persimpangan Harta, Imamat, Wanita. Buku dengan ketebalan 209 halaman itu ditulis oleh Florianus Santoso Nggagur asal Manggarai – Flores, yang pernah meniti jalan panggilan di lembaga pendidikan calon imam Seminari Menengah Santo Pius XII Kisol – Manggarai. Florianus dengan berani membuka tabir kelabu para pastor yang menodai panggilannya dan mengingkari ketiga kaul sucinya: kemurnian yang ditahbiskan bagi Allah, ketaatan apostolik, dan kemiskinan injili. Penulis tidak banyak mengungkapkan data-data empiris tentang setiap kasus melainkan hendak mengangkat rumor yang beredar di masyarakat dan pengamatan subjektif penulis serta hasil diskusi dengan beberapa kaum...

Imam dan Politik dalam Terang Dokumen Konsili Vatikan II Gaudium et Spes.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penulisan  Gereja sebagai salah satu institusi dalam masyarakat tidak dapat sama sekali bebas dari politik. Bahkan dapat dikatakan bahwa Gereja in se pun terdapat “politik”, dalam arti seni memimpin, menentukan dan menjalankan kebijakan (church politics). Akan tetapi Gereja bukanlah sebuah lembaga politik dan tidak terikat pada sistem politik manapun juga (otonom). Gereja dan politik masing-masing bersifat otonom dan tidak saling tergantung namun keduanya dipanggil untuk misi yang satu dan sama yakni pelayanan dan pengabdian kepada manusia yang satu dan sama demi kesejahteraan umum. Konsili juga menegaskan bahwa para rasul dan para pengganti mereka beserta rekan-rekan sekerja mereka diutus untuk mewartakan Kristus Penebus dunia kepada masyarakat. itu berarti ada kerja sama antara Gereja, dalam hal ini para imam (pengganti rasul-rasul) dan masyarakat yang terbentuk dalam suatu system politik tertentu. Masyarakat Porsea, Sumatera...

RENUNGAN MARIA

Image
RENUNGAN MARIA (Vianney Leyn) Pedro, bayi mungil berusia dua minggu itu tampak tentram dalam gendongan Martha Wange, Ketua Solidaritas Perempuan Flores (SPF). Bayi laki-laki itu tentu tidak tahu mengapa dia harus dilahirkan. Tapi dia sudah ada di dunia, lahir lewat bedah caesar di RSUD Ende. Ibu Bayi yang berusia 14 tahun hanya sesekali melirik ke arah bayinya yang digendong Martha. Dia sepertinya melihat ”benda aneh” yang tidak disukainya. Maklum, di usianya yang masih muda, 14 tahun, wanita ini terpaksa melahirkan bayi itu karena bukan dari buah cinta melainkan karena perkosaan. Sang ibu tidak mengakui bayi yang baru dilahirkannya itu karena secara psikologis dia belum siap, apalagi bayi yang dilahirkan bukan dari hasil buah cinta melainkan dengan cara pekosaan. Demikian berita yang dilansir oleh seorang wartawan Koran lokal NTT, Pos Kupang, Senin 17 Mey 2010: ”Pedro, Bayi yang Tidak Diakui Ibunya”. NN.... Wanita muda tadi merupakan salah satu contoh dari sekian banya...

PUISI KELANA

KELANA DINIHARI Seekor semut menyusup masuk Lewat dinding pagi yang mulai meretak Seekor katak melompat diikejar mangsa Bersama detak waktu dinihari Dan seorang anak manusia merangkak Pada dinding pagi yang retak Dengan badan yang masih menggigil Berharap dinding itu tak roboh menimpanya Karena ia tak ingin mati muda Masih ada cerita yang mesti dikisahkan Di batas hari 30 Mey 2010 REQUIEM Pkl. 00.00 Kutemukan seekor katak telah mati Dan segeromobolan semut mengusungnya Tapi aku tak mempedulikannya…. Di manakah anak manusia itu? Kutemukan dia di bawah tindihan reruntuhan Inikah cerita yang dibawanya pagi itu dititipnya pada puing-puing reruntuhan Di batas hidup---di keabadian Waktu 31 Mey 2010

IBADAT ARWAH

IBADAT ARWAH (Habbi, 14 Maret 2010) I. RITUS PEMBUKA 01. Lagu Pembuka Ant: Aku inilah kebangkitan dan kehidupan. Barang siapa percaya padaku, akan hidup biarpun sudah mati. dan barang siapa hidup serta percaya padaku, tidak akan mati selama-lamanya. 02. Tanda Salib (†) P: Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus U: Amin P: Rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita. U: Sekarang dan selama-lamanya 03. Kata Pembuka Kematian bukan sesuatu yang hanya mengakhiri hidup kita, bukan saja merupakan saat terakhir hidup kita, melainkan seluruh hidup kita sejak saat pertama sudah diwarnai oleh kenyataan bahwa kita akan mati. Bahwa kita akan mati, itu merupakan sebuah kenyataan yang paling pasti di dalam hidup kita. Hidup kita di dunia bukanlah hidup tetap yang tidak berakhir, melainkan hidup yang pada awalnya menuju kematian. Maka kematian mewarnai seluruh hidup kita. Jika kematian mewarnai seluruh hidup kita, maka...

IN MEMORIAM OPA DANIEL LIO

RENUNGAN 40 MALAM OPA DANIEL LIO Habbi, 14 Maret 2010 KATA PEMBUKA Kematian bukan sesuatu yang hanya mengakhiri hidup kita, bukan saja merupakan saat terakhir hidup kita, melainkan seluruh hidup kita sejak saat pertama sudah diwarnai oleh kenyataan bahwa kita akan mati. Bahwa kita akan mati, itu merupakan sebuah kenyataan yang paling pasti di dalam hidup kita. Hidup kita di dunia bukanlah hidup tetap yang tidak berakhir, melainkan hidup yang pada awalnya menuju kematian. Maka kematian mewarnai seluruh hidup kita. Jika kematian mewarnai seluruh hidup kita, maka pengertian kita tentang kematian akan mempengaruhi pengertian kita tentang hidup dan juga caranya kita menjalankan hidup itu. Dengan demikian menjadi jelas bahwa dengan realitas kematian, hubungan kita dengan mereka yang sudah meninggal tidaklah berakhir pada titik kematian itu. Semua kita yakin bahwa kita yang hidup masih memiliki relasi cinta dengan semua mereka yang telah meninggal. Dalam simpul keyakinan yang sat...