Posts

ARNOLD JANSSEN DAN RISIKO SEBUAH PILIHAN

Image
Pada Februari 1876 Arnold Janssen menulis pada „Kleiner Herz-Jesu-Bote“ - Bentara Hati Kecil Kudus Yesus (sebuah majalah yang dirintisnya sendiri pada tahun 1874 untuk membahasa tema seputar misi dan pembangunan rumah induk SVD di Steyl ): „Pada akhirnya, apa yang menyangkut rumah (misi) kita ini, ia merupakan sebuah tanaman kecil yang masih terlalu lemah …. … Tapi toh kita yakin, bahwa dengan ramhat TUHAN, ia dapat tumbuh dan berkembang. Seorang anak kecil dapat tumbuh menjadi pemuda yang berani, dan pada akhirnya menjadi pria yang tangguh“. Pengakuan Arnold Janssen yang ditulisnya pada bagian akhir artikelnya itu menggambarkan, bahwa pembagunan rumah misi di Steyl merupakan pekerjaan yang tidak ringan; apalagi di tengah situasi Kulturkampf di Jerman niat itu tentu mendatangkan risiko besar. Arnold Janssen pun mengakui itu: „Saya pergi ke Steyl dengan memikul sebuah batu besar di punggung“; ditambah lagi dengan dukungan yang sangat sedikit dari rekan-rekannya, kritik maupun ko...

SAMBUT BARU – KOMUNI PERTAMA DALAM KACAMATA ATA MOKANTARAK (Sebuah Refleksi Kritis)

SAMBUT BARU – KOMUNI PERTAMA DALAM KACAMATA ATA MOKANTARAK (Sebuah Refleksi Kritis) Perayaan Sambut Baru atau Komuni Pertama di stasi kita, Stasi Lewokung, tinggal menghitung hari. Keluarga-keluarga sudah pada sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk salah satu perayaan penting ini. Di sini saya coba mengulas topik „Sambut Baru“ berdasarkan pengamatan saya di kampung: apa dan bagaimana pemahaman masyarakat tentang perayaan ini. Saya mencoba menguraikannya ke dalam beberapa aspek: Pertama , Aspek Religius. Sudah tentu – dan semua kita tahu itu – bahwa „Sambut Baru“ merupakan salah satu sakramen dalam ajaran dan tradisi Gereja Katolik sebagai tanda dan sarana keselamat. Karena itu, Sambut Baru pertama-pertama dan terutama adalah sebuah perayaan iman: kita merayakan INKARNASI diri Allah; Allah yang menjadi Manusia dalam diri Yesus Kristus yang masuk ke dalam situasi kehidupan kita (harapan dan kecemasan, kebahagiaan dan penderitaan) dan membawa kita kepada keselamatan lewa...

DEMOKRASI POST-TRUTH Tentang Hoax dalam Demokrasi

DEMOKRASI POST-TRUTH Tentang Hoax dalam Demokrasi Vianey Lein Alumni Philosphisch- Theologische Hochschule SVD St. Augustin Tinggal di Jerman Pada November 2016 silam seri kamus Inggris Oxford dictionaries dari Universitas Oxford   membaptis „post-truth“ (post-faktisch) sebagai „World of the Year“. Kata „post-truth“ merujuk pada fenomena politik internasional (luar negeri) sepanjang tahun 2016 seperti Brexit (keluarnya Britania Raya dari Uni Eropa) dan terpilihnya Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat yang dinilai penuh manipulasi. Penetapan „post-truth“ sebagai istilah penting dalam tahun 2016 juga mengacu pada modus konsumsi media online masyarakat yang cenderung menjadikan media sosial sebagai sumber tunggal kebenaran sebuah informasi atau berita. Istilah „post-truth“ digunakan untuk menggambarkan situasi atau keadaan di mana fakta-fakta tidak menjadi relevan dalam politik dan pembentukan opini publik. Dalam setiap ruang politik dan diskusi publik data-da...

FLORES DAN KASIH YANG MENDESAK: Oleh Elvin Sagala

Image
FLORES DAN KASIH YANG MENDESAK Elvin Sagala Saya adalah seorang wanita kelahiran Medan – Sumatera Utara; dilahirkan dan dibesarkan dalam budaya batak. Orang tua saya berasal dari Samosir. Saya merupakan anak sulung dari 4 bersaudara (3 adik wanita). Sejak saya berusia 9 tahun kedua orang tua memilih bercerai. Tentu masa-masa itu merupakan masa sulit   buat kami semua – tidak hanya untuk kedua orang tua tetapi juga kami anak-anak, terlebih adik bungsu yang masih berumur 3 tahun. Berkat keluarga besar di Medan kami semua dapat melewati masa-masa sulit itu. Mimpi Untuk Kuliah Jerman Setelah menamatkan Strata 1 Pendidikan Bahasa Jerman di Universitas Negeri Mendan, saya memutuskan untuk „berhijrah“ ke Jerman sebagai Au-Pair Mädchen. Pendidikan bahasa Jerman selama di Universitas merupakan modal dan motivasi yang mendorong saya untuk datang ke Jerman dengan harapan agar kemudian dapat melanjutkan kuliah di Jerman. Kesulitan finansial merupakan tantangan terbesar dalam...

Larantuka - Flores Timur dan Pencaharian akan Surga Nusa Bunga yang Hilang

Image
LARANTUKA - OSTFLORES UND DIE SUCHE NACH DEM "VERLORENEN BLUMENINSEL" Larantuka - Flores Timur dan Pencaharian akan Surga Nusa Bunga yang Hilang Tim Penyelenggara dalam kerjasama dengan KAFFEEkostBAR dari kiri ke kanan: Igor (Papua), Vian (Mokantarak-Flotim), Niko (Medan -Pendiri Kaffeekostbar, Maria (Ile Ape - Lembata), Ayu (Jakarta), Elvin (Medan) Flores - Nusa Bunga, adalah surga yang tersembunyi sejak para pedagang dari Portugis mencari rempah-rempah di tahun 1600an. Mereka begitu terkesan dengan tanaman yang subur di bagian timur laut Pulau Flores sehingga mereka membaptisnya dengan nama „Cabo de flores“, Tanjung Bunga. Sejak itu pula, Flores menjadi „incaran“ dalam monopoli arus dagang dan kolonialisme. Pada masa itu, di dunia Barat, Flores (dan juga kepualauan rempah-rempah lainnya seperti Maluku)   menjadi tempat yang mitis. Mereka meyakini, bahwa kepulauan di negeri Timur itu terletak dekat Firdaus , di mana penuh dengan rempah-rempah yang harum seme...

DEMOKRASI: ANTARA OTONOMI RAKYAT DAN HASRAT PENGUASA

DEMOKRASI: ANTARA OTONOMI RAKYAT DAN HASRAT PENGUASA Vian Lein, Warga Desa Mokantarak-Flotim Tinggal di Jerman Homeros (700 SM), salah satu penyair ternama Yunani Kuno, pernah menggunakan metafor „gembala“ dan „ternak“ (domba) untuk melukiskan karakter relasi antara rakyat dan negarawan (penguasa). Ia juga menyebut Raja Agammenon, pemimpin pasukan dalam perang Troya sebagai poimén , gembala domba (Heitsch, Ernst dan Müller, C.W., Platon Werke. Minos : 2009, 167). Sementara itu Aristoteles membandingkan sosok seorang raja dengan nomeús , gembala (Etika Nikomakea 1161, 10ff). Kata atau sosok ‚gembala‘ menghadirkan kesan dan pesan ‚yang memberi perhatian‘, ‚yang menuntun‘. Lalu, mengapa rakyat dimetaforakan sebagai „domba“ yang membutuhkan kehadiran seorang gembala? Bagaimana sesungguhnya peran „gembala“ itu dimainkan? Plato sendiri sangsi dan menaruh curiga pada metafor ini dan karena itu memberi argumen yang berseberangan: apakah sang gembala yang menuntun kawanan domba ke...

HIDUP ANTARA DATANG DAN PERGI

Image
HIDUP ANTARA DATANG DAN PERGI Julia, Rotasi kehidupan kita dalam sebuah pemahaman tentang waktu yang siklis adalah sebuah pengulangan fenomena transformatif yang selalu datang kembali sebagaimana yang terlihat pada kosmos; entah itu kita sadari atau tidak. Dan seperti alam, hidup (seyogianya) adalah sebuah proses penciptaan, sebuah siklus perubahan yang mengisyaratkan sekaligus menghubungkan gerak-gerak perubahan atau aksi seperti: kembali/berbalik, beralih, berlalu, kemenjadian, penghancuran dan membangun kembali, hembusan dan tarikan nafas, juga kelahiran dan kematian. Dan siklus perubahan itu adalah sebuah seruan atau „panggilan“ buat kita untuk berkata YA atas hidup dan kehidupan. Julia, Baru saja kamu mengakhiri sebuah episode kehidupan; dan kini hendak membuka lembaran baru yang mungkin belum saatnya kamu ingini. Mungkin kamu merasa seperti didesak untuk meninggalkan apa yang hingga saat ini masih melekat, tidak saja di tapak-tapak peziarahanmu, melainkan juga d...