Posts

PELITA UNTUK SOBATKU YANG MALANG

PELITA UNTUK SOBATKU YANG MALANG Wahai Mahakarya yang miskin harta… engkau tercipta dari hasrat orang fasik Wahai Mahadashyat kerakusan yang miskin karya… engkau tercipta dari budak singgasana kehormatan Memang, tinta emas mendengar tawa ria orang yang laknat dengan kuasanya, namun… selembar kertas yang seputih salju itu berlari ke arah kebajikannya Ah sobatku papa yang malang… mereka terpaksa menjual kepala mereka untuk memberi makan hati mereka Tenanglah sobatku papa yang malang… titian air mata yang teredam bukanlah satu topan bisu yang mematahkan cabang-cabang kita yang mati lunglai, namun ia menjulurkan akar-akar kita yang hidup semakin dalam ke dalam jiwa yang merongrong Tenanglah sobatku papa yang malang… biarlah mereka anggap engkau gila, karena engkau tidak mau menjual hari-harimu demi emas, namun anggaplah mereka gila, karena mereka pikir hari-harimu bisa diberi harga Wahai Guru Hak Asasi Insani… jadilah peny...

Litani Seorang Pejuang HAM

Litani Seorang Pejuang HAM Mengapa aku menutup mata ketika aku tertidur Ketika aku menangis, ketika aku membayangkan sesuatu Karena hal yang sangat indah tidak terjadi di duniaku Panggillah aku “singa lapar” Aku lapar dan dahaga dengan daging dan darah Dari pencuri keadilan yang bersarang di ranting birokrasi Pada lorong kampung Mereka melabur aib Dan menebar jala di genangan air mata Bagaimana bisa kamu berharap Bunga tumbuh di tanganmu Jika nalurimu adalah sebuah gunung api yang menyala Bagaimana bisa tanganmu kau angkat untuk memberkati Jika jemarimu masih menggenggam erat emas dan perak Para bandit politik  memahkotakan aku untuk dikurbankan Ragaku dibanting Membakarku di atas bara api Sajian berhala bagi sang Raja Biarlah darahku mencair menganak sungai Yang menyanyikan melodi surgawi Melantunkan syair kehidupan:  “Tuhan, aku tidak memiliki musuh Namun bila aku harus memilikinya Ijinkan kekuatanku sama deng...

PEMANA

PEMANA Stelamaris, Gadis bertelanjang kaki Melangka di lorong bertabur abu Mencari embun di rongga karang Tangisnya pecah di karang Lalu berujud…. Dahulu, 2000 tahun silam Mujizat Kanna menjadi nyata Kini, aku ingin hadir-Nya Mengubah genangan samudera Bagi dahagaku 03 – 05 Februari 2010

REROROJA

REROROJA Terukir jejak di jalan retak Terlukis bayang di alas kemarau Dan peluh menguap pada daun-daun kering Membakar Menyulam kuncup pada padang membentang Dengan bibir bergetar Mengajakku berkarya Mendaras mazmur tengah hari Dengan jari-jari kaku Ajarku setya 03 Februari 2010

JENUH

JENUH Kejenuhan menjejaki bayangan di kala masa rembulan ‘tlah pergi meninggalkan puncak gunung yang gemilang Pun mencoba meraih yang tak pernah tercapai namun laraku terasa menggebu memberatkan kakiku ‘tuk melangkah Tanpa kusadari, ketukan langkahku diselidiki olehNya Hingga setiap detak jantung & nafasku pun tak luput dari penglihatanNya Aku ini ternyata hanyalah hamba Tuhan hidup dan matiku milikNya seorang Segala kecemasanku ‘kan kubawa padaNya hingga tiada lagi kejenuhan seperti yang kubayangkan. “Betapa berartinya Engkau dalam hidupku”

HARGA DIRI

HARGA DIRI Semahal sutera tapi itu masih bukan harganya Seindah sutera tapi itu masih bukan kharisma jiwa Selembut sulamnya tapi itu masih bukan yang bernyawa Sekuat tali-tali sutera tapi masih bukan sekuat ketegasan rasa Aku masih saja dianggap tak berharga padahal rasanya, meski raga tinggal tulang… Bahwa sesungguhnya… tulang itu lebih bercahaya dibanding perhiasan dunia manapun. 28 September 2002

CINTA HAMPA

CINTA HAMPA Di malam sunyi kesendirian mencekam dalam batin mataku serentak terbuka sadar apa yang kurasakan kini hanyalah cinta hampa Jalan tol kini di hadapan tangga cahaya ke surga pun menungguku… Hatiku kembali membeku secercah bayangan cahaya terlintas sejenak pikiran melayang jauh Mengapa sikap ini bagaikan air di daun alas taman idaman di hadapan namun semakin dekat dia semakin jauh Bulan kini menjadi saksi bisu Di dalam diam… keangkuhan merajarela entah siapa yang akan meninju keangkuhan ini… 23 Juni 2002

ROSE

ROSE Ukiran insan yang tak pernah layu… Ia mengantungi seribu rajutan menepis segala lara yang mengekang. Tikaman suara menggertak ia pun duduk meratap… ‘tuk berakarkan cahaya Teman juang ‘tak terselami bak lembayung senja berhiaskan mahkota duri Rose, insan tak pernah layu… insan tak pernah sayu… Tangannya menyekap keabadian milik Tuhan semata 22 Nopember 2002

EDEN BAGI SANG ADAM

EDEN BAGI SANG ADAM Gelombang lautan… tlah hanyutkan gambaran sang Adam dalam relung hati sang perawan Segala kepiawaiannya berganti tanya akan sesuatu yang tak kukenal Akankah ia datang… mengganti ia yang tlah pergi Membuahkan eden yang megah bagiku kemegahan yang ada dalam hati yang tulus.

SELINGKUH

SELINGKUH Di bukit ini yang aku lihat hanya belukar Sekuntum mawar tergolek di kaki-kaki rerumputan Menatapmu adalah pesona yang tak kunjung habis-habisnya Dari jari-jari perdu diam-diam kureguk keharumanmu Mengapa kau tebarkan kemabukan saat aku terjebak dan tak bisa bernafas Haruskah luka-luka ini kusembuhkan untuk membahagiakanmu Namun sekaligus membunuh dan merobek kehidupanku ???? 28 September 2002

SUARA HATI

SUARA HATI Meronta…menjerit…menangis Asmara terkubur habis Raga membayang Lara mendekap dan menjelma Inginnya aku menyapa dunia Namun aku terhanyut di dermaga Menyandang anggunnya pesona Asmara yang menggelora dalam batin Lamunan melayang Lemahkan tubuh yang membeku Isakan nafas terhenti Senada melayang jauh Asa yang tak sampai 17 September 2002

PADA KERINDUAN… AKU MEMBENCI

PADA KERINDUAN… AKU MEMBENCI Elok wajah sang kekasih Larutkan hati yang gundah gulana Indah malam bulan purnama Seindah kenangan yang tersisih Andaikan saja… Badai menghalau cinta Entah kemana ku ‘kan terbawa Tambatan hati telah hancur Hati teriris pedang bermata dua 17 September 2002

PESONA SURGAWI

PESONA SURGAWI Kapankah jiwaku dalam masa seperti itu? dapat lagi bersandar pada yang terindah dari segala yang terindah menghangatkan dunia ini dengan seutas kasih Rasanya dalam benakku meronta-ronta memerahkan duniaku yang sekarang Inginnya aku berjalan… meski berpuluh bahkan beribu-ribu kilo meski halilintar menghantam tubuhku hingga pecah terburai berkeping-keping… demi menjangkau sebuah keindahan surga Hatiku beriang… ketika masa itu hinggap pada tubuh, jiwa dan benakku Namun masa itu telah lalu… 26 Juli 2005

PUJANGGA CINTA

PUJANGGA CINTA Ku lihat rembulan padang berkaca di danau rindu Terungkap tabir misteri hati sang pujangga Dalam alunan yang simfoni kehidupan yang fana tanpa cinta Sang pujangga takkan hidup Hidup takkan indah tanpa cinta Itulah ungkapan sang pujangga mengejar cinta dalam pengembaraan yang tak pasti… yang tak pasti. 28 September 2002

RAHASIA KHAYALAN

RAHASIA KHAYALAN Dudukku pada dinding tak bertuan Khayalku jauh melayang ke tempat kau berada Samar-samar kulihat parasmu Tinggi & cukup tangguh meruntuhkan hatiku… memikat erat tubuhku Raut wajahmu, pesona rahasiamu Seribu makna & sejuta impian disana… Mungkin belum ‘kan kutemui pria yang akan tautkan hati Namun andai engkau tahu itu kaulah rahasiaku yang takkan ku ungkap sampai kapanpun… hingga suatu saat nanti kau pun tahu 28 September 2002

DUNIA FANA

DUNIA FANA Kebimbangan meracuni hidup meronta ‘tuk berlari dari segalanya Adakah sesuatu yang tak ingin kulepas pun terlalu naif ‘tuk melupakan Ketika gertakan mulai menerkam terasa taring-taring mengerkah untuk mengoyak jiwaku Tersemai putih di tengah perangai berpaling, mengasa yang jelas terlihat Pinta terukirkan air mata ketika Dia bercahaya, merebak dalam “DUNIA FANA”

GERBANG KASMARAN

GERBANG KASMARAN Langit berkelam kabut awan bersulam setitik salju Raja siang tlah tersingkir tlah menyingkap gerbang kasmaran Kertakan bengis terkoyak goyahkan gairah ‘tuk beriblis… Menghela nafas kehidupan namun… kerinduan mengkoyak angan menusuk tulang abadi Tragedi cinta tlah bertepuk kemalangan pun tlah berkotbah. 30 Oktober 2002

SANG KEHIDUPAN

SANG KEHIDUPAN Kapan saja hatiku merasa hampa & gemetar Aku merasa sangat membutuhkan seseorang ‘tuk mengatakan kepadaku bahwa masih ada hari esok untuk semua hati yang hampa & gemetar Mengapa aku tidak dapat melihat Dia dalam mimpi-mimpiku di setiap malam? Mengapa aku tidak dapat memandang Sang Kehidupan setenang Dia memandang? Mengapa aku tidak dapat menemukan seorang pun di dunia ini yang sedemikian sederhana & hangat yang sangat disayangi seperti Dia?