Posts

GÜTE VON GOTT Chord

Image
Text und Chord:  Text und Chord Güte von Gott   Bild:  Couleur  -  Pixabay

PRO DEO ET PATRIA (Goresan untuk Almahrum Bpk. Josep Laka Hurint)

Image
  PRO DEO ET PATRIA Goresan untuk Almahrum Bpk. Josep Laka Hurint „No, bagaimana engko lihat Besa (Bapa Besar)? Besa makin kurus toh?“, itu pertanyaan yang ia lontarkan ketika kami videocall beberapa minggu silam. „Besa memang kelihatan makin kurus, tapi wajah dan semangat masih seperti dulu, tidak ada yang berubah“, begitu jawab saya dan disambut gelak tawa kami berdua. Itu pembicaraan terakhir kami sebelum ia berjuang intensiv beberapa minggu terakhir di atas pembaringan melawan sakitnya. Malam tadi, pukul 22:00 waktu Jerman saya menerima telepon dari seorang adik. Dari balik balik telepon ia menyampaikan: „Tata (Kakak), Besa sudah jalan.“ Kami tak lagi bercerita lama; hanya sebentar, lalu pamit. Malam saya pun menjadi jalan panjang kenangan – mengingat momen-momen kenangan tentang dan bersama Bapa Besa Yosep Laka Hurint. Sebgaimana kata Pengkhotbah, hidup ini memang terbatas – untuk apapun di bawah langit ada waktunya – ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk mati - tetapi ke...

BLICK AUS DEM FENSTER

Image
                                                             F reude                                                              E hrlichkeit                                                                           N atürlichkeit                    ...

Alles beginnt von vorne

Image
 

NATAL: INKARNASI LOGOS DAN REINKARNASI MYTHOS (Bagian 2)

Image
  NATAL: INKARNASI LOGOS DAN REINKARNASI  MYTHOS Suatu Renungan atas Cerpen „Baju Natal Buat Sang Cucu“ karya Silvester Hurit Bagian 2:  Inkarnasi Logos dan Reinkarnasi sosio-politis Kelahiran Yesus – meski dalam kelemahan dan keterbatas di kandang hewan – membawa kegembiraan dan harapan karena Ia adalah Mesias yang dinanti-nantikan „untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yan tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang“ (Luk 4,18-19). Lukisan Natal dalam balutan budaya Sumba. Foto ©FB Jack Umbu Warata Warta dan pemaknaan Natal seperti ini sama sekali tak terpikirkan oleh anak kecil seperti Tala . Bahkan untuk kebanyakan orang di kampung Tala „kegembiraan Natal dan berita pembebasan“ masih terdengar sunyi. Yang terpenting adalah „baju baru“ dan „pesta“ pora natal di lingkungan. Makna perayaan Natal telah ...

NATAL: INKARNASI LOGOS DAN REINKARNASI MYTHOS (Bagian 1)

Image
  NATAL: INKARNASI LOGOS DAN REINKARNASI  MYTHOS Suatu Renungan atas Cerpen „Baju Natal Buat Sang Cucu“ karya Silvester Hurit   Bagian 1:  Inkarnasi Logos dan Rekonsiliasi Manusia – Kosmos Dalam memaknai perayaan Natal tahun 2020 Silvester Hurit menulis sebuah cerpen di mana kisah kelahiran Tuhan Yesus – Isa al Masih, 2000-an tahun silam ditorehkan dalam kehidupan dan pengalaman seorang kakek Ama Tobi dan cucunya Tala ( „Baju Natal Buat Sang Cucu“ , Jawa Pos, 25.12.2020). Dengan plot cerita campuran maju -mundur dan latar waktu masa lampau (sejarah dan mitos) dan masa kini yang disajikan, penulis berusaha memproyeksikan kisah Natal dan perayaannya pada dinding sejarah serta legenda atau cerita mitos dari kampung-kampung di wilayah Lewo Lema. Di sini penulis berhasil merancang sebuah konstruksi „teologi kontekstual“ dengan metode literer, meski ia dalam karyanya tidak menggunakan terminologi teologis-dogmatis seperti inkarnasi logos, teologi inkulturasi, a...

Epidemi Fanatisme: Keberlainan dan Kelainan Dalam (Ber)Agama

Image
  MENYEMBUHKAN EPIDEMI FANATISME Tentang Keberlainan dan Kelainan Dalam (Ber)Agama Oleh: Vianey Soda Lein Tenaga Pastoral pada Keuskupan Erfurt – Jerman Alumnus Philosophisch- Theologische Hochschule SVD St. Augustin, Jerman   Paham radikalisme dan intoleransi adalah sebuah persoalan yang kompleks dan diskursus tentangnya tidak hanya berhenti pada tataran agama maupun politik. Psikologi sebagai sebuah disiplin ilmu juga telah merambah masuk ke dalam ruang diskusi dengan mencoba membedah epidemi „kelainan“ beragama seperti terorisme dengan pisau klinisnya, dengan berusaha menempatkan pelaku entah sebagai personal maupun sebagai entitas sosial sebagai bagian dari sebuah proses „menjadi“. Tesis umum yang menjadi postulat dari telaah psikologis adalah: aksi teror seperti bom bunuh diri merupakan gangguan jiwa. Seperti yang kita ketahui, deretan aksi teror dan alur diskusi tentangnya tidak bisa dilepas-pisahkan dari idelogi sebuah agama. Lantas, apakah agama sungguh bisa ...

KREUZ - Maria Laach

Image
 Kreuz -  Benediktinerabtei Maria Laach

Prag - Republik Ceko

Image
  Prag - Republik Ceko

Die Schönheit - Tentang Keindahan

Image
 Die Schönheit der Dinge lebt in der Seele dessen,  der sie betrachtet. --- Keindahan itu hidup dalam jiwa mereka yang memandangnya (David Hume)

DER WEG UND DAS ZIEL - Jalan dan Tujuan Hidup

Image
 Nur wer sein Ziel kennt, findet den Weg --- Hanya mereka yang mengenal tujuan menemukan Jalan (Laozi)

ALT-WERDEN - Tentang Usia

Image
Alte Leute sind gefährlich; sie haben keine Angst vor der Zukunft. --- Orang-orang yang lanjut usia itu berbahaya: mereka tidak takut akan masa depan (George Bernard Shaw)

KINDER UND LIEBE - Anak-anak dan Cinta

Image
  Liebe kann man lernen. Und niemand lernt besser als Kinder.  Wenn Kinder ohne Liebe aufwachsen,  darf man sich nicht wundern,  wenn sie selber lieblos werden. --- Kasih itu dapat dipelajari. Dan tak seorang yang belajar lebih baik daripada anak-anak. Jika anak-anak bertumbuh tanpa kasih, maka tak boleh heran, jika mereka juga menjadi pribadi tanpa kasih. (Astrid Lindgren)

Gera Hauptbahnhof - Stasiun Kereta - Gera

Image
 Von hier beginnen wir unsere Reise und irgendwann machen wir hier Halt Auch unser Leben durchläuft  verschiedene Stationen Dort lernen wir Orte und Menschen kennen ---- Perjalanan kita bermula dari sini dan pada saat terrtentu akan terhenti pula di sini Hidup melewati berbagai pemberhentian di sana kita berkenalan dengan tempat dan manusia

KEMBANG SEPATU

Image
  Hidup adalah proses menuju mekar

Agamaku - Agamamu: sebuah Perjumpaan Pembacaan Cerpen „Hujan Pertama dari Kampung Kafir“

Image
  Agamaku - Agamamu: sebuah Perjumpaan Pembacaan Cerpen „Hujan Pertama dari Kampung Kafir“   Oleh:Vianey Lein*   Membaca cerpen „Hujan Pertama dari Kampung Kafir“ karya Silvester Petara Hurit (Jawa Pos, 25.10.2020) adalah seperti membaca profil singkat sejarah misi katolik di Nusa Bunga – Flores, seperti yang dicatat oleh Karel Steenbrink dalam karyanya „Orang-orang Katolik di Indonesia 1808-1942“ (Steenbrink: 2006). Sejarah misi katolik ditorehkan ke dalam „kenang“ pengalaman Fransiskus (bdk. Pemimpin tertinggi agama katolik: Paus Fransiskus). Untuk mendapat pemahaman yang menyeluruh tentang cerpen „Hujan Pertama dari Kampung Kafir“ dan apa yang hendak disuarakan penulis, orang perlu meninjau kembali secara ringkas aspek-aspek sejarah misi di Pulau Flores. Bagi yang pernah belajar atau mendengar tentang sejarah misi di Flores kesan dominan yang mungkin muncul saat membaca prosa naratif yang disuguhkan Silvester adalah, bahwa cerita ini bukan fiktif belaka. Terl...

BUMI SEMAKIN PANAS (Die Erde wird wärmer)

Image
HARI BERGANTI DAN SEMUANYA BERLALU BAGAIKAN SEKAM DITIUP ANGIN HILANG SATU-SATU HILANG DITELAN SANG WAKTU TAK ADA MATA YANG MENATAP BENCANA SEMAKIN DEKAT TAK ADA BIBIR YANG BERKATA BADAI KAN MENYAPU RATA YANG ADA HANYA PUING-PUING KEPINTARAN DI BAWAH MATAHARI DAN BURUNG NAZAR PUN TAKAN BERDATANGAN TUK SAMPAIKAN S‘LAMAT MALAM ______ Der Tag kommt und geht und alles geht vorbei Wie die Spreu vom Wind getrieben Stück für Stück verloren Verloren in der Zeit Kein Auge sieht Die Katastrophe ist schon nah Auch keine Lippen die sagen Der Sturm fegt alles davon Was bleibt sind die Trümmer der Klugheit Unter der Sonne Auch der Nazar-Vogel kommt nicht mehr vorbei Um "gute Nacht" zu wünschen

TOBA

Image
Di danau ini aku belajar memeluk gelombang Digulungnya lembar- lembar rindu yang belum tuntas kau baca Di danau ini aku belajar mencium bibir pantai Ditinggalkan basah pada jantung karang Di danau ini aku belajar memandang jejak-jejak ombak yang silam Diciptanya jarak-jarak tanpa alamat Kepadanya tanganku melambai lesu Di danau ini aku belajar mendengar angin Dihanyutkan nama dan salammu antara buih-buih mencengkeram Di danau ini aku belajar menyusuri wajahmu berpasir Tergores kenangan demi kenangan Di danau ini aku belajar menggaram duka Diiris pisau jarak menembus rusuk-rusuk karang Di danau ini aku belajar menebar jala Yang pernah kita sulam di Simarjarunjung Menabur kembang yang kita tanam di Sapo Juma Tongging Di danau ini aku belajar mencintai badai yang menyimpan tangis Mengerang di dasar rumahmu abadi Mengegenang di jalan samudera menuju sana Menggetarkan batu-batu rindu Melengking ayat-ayat doa yang tercecer di burit...

INA MARIA SENAREN | Barmherzige Mutter Maria

Image
Bila kita mendengarkan lantunan lagu-lagu Maria dalam bahasa Lamaholot, kita akan mendapatkan kesan nada-nada sendu dan lirik pinta keluh-kesah yang dominan. Dalam hal ini figur Maria ditempatkan tidak jauh dari realitas penderitaan manusia. Sebagaimana Maria yang tetap setia mendampingi Putranya Yesus hingga memanggkunya kembali di bawah salib, umat Lamaholot meyakini bahwa Maria adalah sosok ibu (Lamaholot: „Ina“) yang tetap peduli dan cinta pada anaknya. Dalam kerangka berpikir budaya Lamaholot, irisan yang erat antara Maria dan situasi penderitaan manusia yang dilukiskan dalam lagu-lagu merupakan kristalisasi dari pengalaman wanita/ibu (Lamaholot) pada umumnya yang siap berkorban dan menderita (dalam budaya Lamaholot dikenal Mitos „Tonu Wujo“, tentang seorang perempuan yang mengorbankan dirinya bagi kelangsungan hidup banyak orang.) Dalam figur Maria sebagai Bunda yang menderita bersama Putranya Yesus orang katolik Lamaholot menemukan ekspresi penderitaan mereka sendiri dan ...

KHOTBAH PAUS FRANSISKUS DALAM MOMEN DOA, ADORASI EKARISTI DAN BERKAT “URBI ET ORBI” DI DEPAN BASILIKA SANTO PETRUS

Image
KHOTBAH PAUS FRANSISKUS DALAM MOMEN DOA, ADORASI EKARISTI DAN BERKAT “URBI ET ORBI” DI DEPAN BASILIKA SANTO PETRUS (VATIKAN) 27 Maret 2020 (Bacaan Injil diambil dari Markus 4:35-41) “Ketika senja datang” (Mrk 4:35). Perikop Injil yang baru saja kita dengar dimulai seperti ini. Selama berminggu-minggu sekarang hari sudah senja. Kegelapan tebal telah menyelimuti lapangan-lapangan kita, jalan-jalan kita, dan kota-kota kita; kegelapan itu telah mengambil alih hidup kita, memenuhi segala sesuatu dengan keheningan yang menulikan telinga dan kehampaan yang menyusahkan, yang menghentikan segala sesuatu yang melintas; kita merasakannya di udara, kita memperhatikannya dalam tingkah laku orang-orang, tatapan yang mereka berikan. Kita mendapati diri takut dan tersesat. Seperti para murid dalam Bacaan Injil, kita terperangah oleh badai yang tak terduga dan bergejolak. Kita telah menyadari bahwa kita berada di perahu yang sama, kita semua rapuh dan bingung, tetapi pada saat yang sama, kita semua ...