Posts

PENDIDIKAN: ANTARA MENCARI MAKAN DAN PEMBENTUKAN KARAKTER

PENDIDIKAN: ANTARA MENCARI MAKAN DAN PEMBENTUKAN KARAKTER Vianey Lein Alumnus STFT St. Augustin Jerman Belum lama ini kita merayakan Hari Pendidikan Nasional yang mengusung tema „Nyalakan Pelita, Terangkan Cita-Cita“. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, dalam sambutannya pada Hardiknas 2 Mei 2016 lalu menegaskan, bahwa „pendidikan harus benar-benar berperan sebagai pelita bagi setiap anak Indonesia yang akan membuatnya bisa melihat peluang, mendorong kemajuan, menumbuhkan karakter, dan memberikan kejernihan dalam menata dan menyiapkan masa depannya.“ Sudah pasti bahwa tujuan pendidikan adalah untuk menyiapkan suatu masa depan yang  cerah. Masa depan disini tidak bisa dimengerti hanya sebatas perubahan ekonomi dengan pencapaian suatu profesi atau jabatan tertentu, misalnya PNS atau polisi, yang memungkinkan seseorang menghasilan rupiah sebanyak mungkin. Atau, dalam bahasa sederhana, „sekolah supaya kelak bisa cari makan“. Ketika uang atau jabatan ...

MAGI, MEDIS, DAN AGAMA SEBUAH PERJUMPAAN DALAM TUBUH YANG RAPUH

Image
MAGI, MEDIS, DAN AGAMA SEBUAH PERJUMPAAN DALAM TUBUH YANG RAPUH Vianey Lein Alumnus STFT St. Augustin Jerman                                                                    Tinggal di Jerman                  Kesehatan dan penyakit menggambarkan kategori dasariah yang mewakili eksistensi manusia sebagai insan yang rapuh, tidak sempurna. Seperti halnya makan dan minum, tidur dan bangun, konsepsi tentang kesehatan dan penyakit atau suatu pola hidup turut menentukan kelangsungan hidup seseorang. Dalam formulasi yang amat sederhana sebagai pemahaman dasar, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merumuskan: “Sehat berarti bebasnya segala jenis penyakit, baik fisik, psikis (mental, intelektual), sosial dan spiritual. Sedangkan sakit ...

MALU (AKU) JADI PEJABAT

Image
MALU (AKU) JADI PEJABAT* Vianey Lein Alumnus STFT St. Augustin – Jerman Tinggal di Bonn - Jerman Pada tahun 1998 penyair dan sastrawan Indonesia, Taufiq Ismail, menulis sebuah puisi naratif yang berjudul “Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia”. Syair yang terdiri dari empat bagian ini merupakan narasi kritis yang pedas terhadap pemegang tampuk pemerintahan bangsa saat itu. Strategi literer ini digunakan Taufik untuk memperlihatkan realitas secara lugas tanpa banyak basa-basi. Kegelisahan Taufik tentang situasi politik, ekonomi, sosial dan hukum pasca bergulirnya reformasi tahun 1998 ditorehkannya dalam pengungkapan rasa „Malu aku jadi orang Indonesia“. Sang penyair dengan jujur dan berani menelanjangi episode politik yang dipentaskan saat itu, meski harus mananggung malu. Bila membaca ulang Syair Taufiq yang ditulisnya delapan belas tahun silam, kita pun merasa malu, karena keprihatinan Taufik tentang situasi bangsa masih juga menjadi keprihatinan kita kini. Mungkin rasa malu itu ...

SUMBANGAN DANA PENDIDIKAN dan KETIDAKADILAN SOSIAL di FLORES

SUMBANGAN DANA PENDIDIKAN dan KETIDAKADILAN SOSIAL di FLORES (Kritik Untuk Konser Musik SEMINARI MATALOKO 2014 di Jakarta) ”Banyak kali saya berpikir, apakah yang dipikirkan rakyat tentang gereja beton, sedangkan mereka sendiri tinggal dalam gubuk-gubuk beratapkan alang-alang atau daun kelapa? Pondok-pondok mereka yang reot, mungkin karena memang miskin, kebanyakan tersembunyi di antara pohon-pohon belukar atau di bawah bayangan pohon-pohon kelapa. Apakah rakyat mungkin mengeluh atau menyesalkan berdirinya gereja yang megah, sedangkan rumah-rumah mereka tidak lebih dari sebuah gubug? Masalah ini memusingkan kepalaku (Sato & Tennien 1957, 1976: 126)”. 1. Pengantar Kepala pusing Kapten Sato yang memimpin pasukan Jepang pada perang dunia ke II di Flores pada kutipan di awal tulisan ini melecutkan niatan saya merefleksikan Konser Musik Seminari Matoloko 2014 di Jakarta (KMSM) yang mendapat tanggapan positif dari hampir semua kalangan sejauh ini. Di forum Nagekeo Bersatu (N...

IBADAT ARWAH 40 HARI Almahrum Simon Tobi Kemaun

IBADAT ARWAH 40 HARI Almahrum Simon Tobi Kemaun Ø   Salam P: Ikatan tali kasih, persaudaraan, kekeluargaan dan juga syukur merupakan bagian dari ibadat kita malam ini, mengenang 40 hari kematian Sdra/Kaka/Opu/Kaka Simon Tobi Kemaun. Kita berkumpul sebagai satu keluarga di tempat perantauan untuk mendoakan keselamatan jiwa Saudara kita Simon Tobi Kemaun. Marilah kita memulai doa kita dalam Nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus (+) U: Amin …. P: Semoga Rahmat Kasih Tuhan dan Sukacita Damai Kebangkitan beserta kita sekalian .. U: Sekarang dan selama-lamanya. Ø   Lagu Ø   Kyrie ·          Tuhan Yesus Kristus, peristiwa kematian Saudara kami Simon Tobi Kemaun merupakan pukulan hebat buat kami keluarga dan membawa kami dalam ratap duka. Tuhan Kasihanilah kami ….. U: Tuhan Kasihanilah kami . ·          Engkau memandang duka dan kesedihan kami. Engkau dekat dalam setiap ...