Posts

MALU (AKU) JADI PEJABAT

Image
MALU (AKU) JADI PEJABAT* Vianey Lein Alumnus STFT St. Augustin – Jerman Tinggal di Bonn - Jerman Pada tahun 1998 penyair dan sastrawan Indonesia, Taufiq Ismail, menulis sebuah puisi naratif yang berjudul “Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia”. Syair yang terdiri dari empat bagian ini merupakan narasi kritis yang pedas terhadap pemegang tampuk pemerintahan bangsa saat itu. Strategi literer ini digunakan Taufik untuk memperlihatkan realitas secara lugas tanpa banyak basa-basi. Kegelisahan Taufik tentang situasi politik, ekonomi, sosial dan hukum pasca bergulirnya reformasi tahun 1998 ditorehkannya dalam pengungkapan rasa „Malu aku jadi orang Indonesia“. Sang penyair dengan jujur dan berani menelanjangi episode politik yang dipentaskan saat itu, meski harus mananggung malu. Bila membaca ulang Syair Taufiq yang ditulisnya delapan belas tahun silam, kita pun merasa malu, karena keprihatinan Taufik tentang situasi bangsa masih juga menjadi keprihatinan kita kini. Mungkin rasa malu itu ...

SUMBANGAN DANA PENDIDIKAN dan KETIDAKADILAN SOSIAL di FLORES

SUMBANGAN DANA PENDIDIKAN dan KETIDAKADILAN SOSIAL di FLORES (Kritik Untuk Konser Musik SEMINARI MATALOKO 2014 di Jakarta) ”Banyak kali saya berpikir, apakah yang dipikirkan rakyat tentang gereja beton, sedangkan mereka sendiri tinggal dalam gubuk-gubuk beratapkan alang-alang atau daun kelapa? Pondok-pondok mereka yang reot, mungkin karena memang miskin, kebanyakan tersembunyi di antara pohon-pohon belukar atau di bawah bayangan pohon-pohon kelapa. Apakah rakyat mungkin mengeluh atau menyesalkan berdirinya gereja yang megah, sedangkan rumah-rumah mereka tidak lebih dari sebuah gubug? Masalah ini memusingkan kepalaku (Sato & Tennien 1957, 1976: 126)”. 1. Pengantar Kepala pusing Kapten Sato yang memimpin pasukan Jepang pada perang dunia ke II di Flores pada kutipan di awal tulisan ini melecutkan niatan saya merefleksikan Konser Musik Seminari Matoloko 2014 di Jakarta (KMSM) yang mendapat tanggapan positif dari hampir semua kalangan sejauh ini. Di forum Nagekeo Bersatu (N...

IBADAT ARWAH 40 HARI Almahrum Simon Tobi Kemaun

IBADAT ARWAH 40 HARI Almahrum Simon Tobi Kemaun Ø   Salam P: Ikatan tali kasih, persaudaraan, kekeluargaan dan juga syukur merupakan bagian dari ibadat kita malam ini, mengenang 40 hari kematian Sdra/Kaka/Opu/Kaka Simon Tobi Kemaun. Kita berkumpul sebagai satu keluarga di tempat perantauan untuk mendoakan keselamatan jiwa Saudara kita Simon Tobi Kemaun. Marilah kita memulai doa kita dalam Nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus (+) U: Amin …. P: Semoga Rahmat Kasih Tuhan dan Sukacita Damai Kebangkitan beserta kita sekalian .. U: Sekarang dan selama-lamanya. Ø   Lagu Ø   Kyrie ·          Tuhan Yesus Kristus, peristiwa kematian Saudara kami Simon Tobi Kemaun merupakan pukulan hebat buat kami keluarga dan membawa kami dalam ratap duka. Tuhan Kasihanilah kami ….. U: Tuhan Kasihanilah kami . ·          Engkau memandang duka dan kesedihan kami. Engkau dekat dalam setiap ...

AHOK DAN PENDIDIKAN POLITIK DI NTT

Image
AHOK DAN PENDIDIKAN POLITIK DI NTT Vianey Lein Alumnus Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi St. Augustin – Jerman Tinggal di Bonn - Jerman Beberapa bulan semenjak Basuki Tjahaja Purnama – atau yang akrab disapa Ahok – menjabat gubernur DKI Jakarta, muncul aneka perlawanan yang mengusung bendera agama dan berbagai simbol kelompokisme untuk menjatuhkan pamor dan melengserkan “si Cina kafir” dari kursi gubernur DKI Jakarta. Namun, seperti menuangkan minyak tanah dalam api, usaha untuk menaklukkan  “sang dikatator“  yang arogan (oleh warga kalijodo) justru semakin membakar nasionalismenya untuk memperjuangkan keadilan bagi banyak orang. Ahok tak ciut nyali dalam menghadapi berbagai tuduhan karena ia yakin akan kebenaran yang diperjuangkannya ketika orang ramai-ramai menyerang karakternya dan lupa akan hal substansial dari setiap permasalahan yang ada di ibu kota. Bukan hanya untuk pertarungan politik semata tetapi perjuangannya juga dilandasi iman kekristenannya: “Jika ...

FRANS AMANUE: IMAM PARA KORBAN

Image
FRANS AMANUE: IMAM PARA KORBAN Mengenang Almahrum Rm. Frans Amanue, Pr Vian Lein Umat Stasi Lewokung, Paroki Bama. Tinggal di Jerman. Postingan beberapa teman Facebook pada hari Sabtu, 26 Maret 2016 sungguh mengagetkan saya: „Romo Frans Amanue, Pr, imam projo Keuskupan Larantuka, telah berpulang ke rumah abadi“. Hanya dalam hitungan detik, pesan duka itu tersebar di dinding media sosial sebelum diberitakan koran lokal atau portal berita online. Banyak orang, khususnya umat Keuskupan Larantuka, sungguh merasa kehilangan sosok seorang gembala yang dekat dengan umat dan terkenal berani menyuarakan kebenaran dan keadilan. Sosok Romo Frans Amanue dengan rambutnya yang telah memutih tidak asing lagi bagi saya. Hampir sering saya berjumpa dengan Romo Frans ketika Almharum masih bertugas melayani umat di Paroki Bama. Perjumpaan itu tidak hanya dalam perayaan ekaristi tetapi juga di pastoran Paroki Bama. Romo Frans terkenal sebagai orang yang betah duduk  dan bertahan di ...