DINGIN

DINGIN

Malam tadi salju salju memanjat dinding kamar
menyeberang ke ranjang dan menarik lengan-lengan mimpi
diselipkannya dingin pada kantong kepala 
Sebelum aku mengisinya dengan bulir bulir doa yang gigil

Betapa hatiku beku 
Menakar derajat-derajat musim kian meninggi
Menutup jendela dan pintu 
Juga di jalan yang belum subuh
Sementara bulan yang kau tanam di lereng mata 
tak tumbuh-tumbuh, lama sudah


*** VL_04. Februari 2018

Comments

Popular posts from this blog

DARI ANATOMI TUBUH KE ANATOMI JIWA - MEMBEDAH LUKA GEREJA

PUISI KELANA

Pater Karel: Sri Sumarah yang Soemarah