Mendaki Kabut - Kepada Soe Hok Gie

MENDAKI KABUT
Kepada Soe Hok Gie

Masih tersisa angin nafasmu terengah
Mengurai kabut di puncak monas
Penuh luka terkelupas

Tak lagi biru seperti tulismu dulu
Hendak ditumbang hari-hari yang buram
Menimpa jalan puncakmu dituju

Ach Gie, sekali lagi
„masa itu kembali datang“ mencengkram
Mengalir di lambung-lambung lapar mendekam
Lantas hanya menguyah ayat-ayat suci
Dimuntahkan ke wajah-wajah peradaban lalim

Pendakian ini lebih kejam dari Semeru
Tak ada rimba yang dicumbu, hanya jejak yang terus diburu
Tak ada lembah yang ditunduk, hanya sendiri yang memunggung
Tak ada sejuk yang dibelai, hanya dendam yang telah mematung
Puncak monas masih menjunjung kabut mendung

VL

Comments

Popular posts from this blog

DARI ANATOMI TUBUH KE ANATOMI JIWA - MEMBEDAH LUKA GEREJA

PUISI KELANA

Pater Karel: Sri Sumarah yang Soemarah