Skip to main content

Posts

KREUZ - Maria Laach

 Kreuz -  Benediktinerabtei Maria Laach

Prag - Republik Ceko

  Prag - Republik Ceko

Die Schönheit - Tentang Keindahan

 Die Schönheit der Dinge lebt in der Seele dessen,  der sie betrachtet. --- Keindahan itu hidup dalam jiwa mereka yang memandangnya (David Hume)

DER WEG UND DAS ZIEL - Jalan dan Tujuan Hidup

 Nur wer sein Ziel kennt, findet den Weg --- Hanya mereka yang mengenal tujuan menemukan Jalan (Laozi)

ALT-WERDEN - Tentang Usia

Alte Leute sind gefährlich; sie haben keine Angst vor der Zukunft. --- Orang-orang yang lanjut usia itu berbahaya: mereka tidak takut akan masa depan (George Bernard Shaw)

KINDER UND LIEBE - Anak-anak dan Cinta

  Liebe kann man lernen. Und niemand lernt besser als Kinder.  Wenn Kinder ohne Liebe aufwachsen,  darf man sich nicht wundern,  wenn sie selber lieblos werden. --- Kasih itu dapat dipelajari. Dan tak seorang yang belajar lebih baik daripada anak-anak. Jika anak-anak bertumbuh tanpa kasih, maka tak boleh heran, jika mereka juga menjadi pribadi tanpa kasih. (Astrid Lindgren)

Gera Hauptbahnhof - Stasiun Kereta - Gera

 Von hier beginnen wir unsere Reise und irgendwann machen wir hier Halt Auch unser Leben durchläuft  verschiedene Stationen Dort lernen wir Orte und Menschen kennen ---- Perjalanan kita bermula dari sini dan pada saat terrtentu akan terhenti pula di sini Hidup melewati berbagai pemberhentian di sana kita berkenalan dengan tempat dan manusia

KEMBANG SEPATU

  Hidup adalah proses menuju mekar

Agamaku - Agamamu: sebuah Perjumpaan Pembacaan Cerpen „Hujan Pertama dari Kampung Kafir“

  Agamaku - Agamamu: sebuah Perjumpaan Pembacaan Cerpen „Hujan Pertama dari Kampung Kafir“   Oleh:Vianey Lein*   Membaca cerpen „Hujan Pertama dari Kampung Kafir“ karya Silvester Petara Hurit (Jawa Pos, 25.10.2020) adalah seperti membaca profil singkat sejarah misi katolik di Nusa Bunga – Flores, seperti yang dicatat oleh Karel Steenbrink dalam karyanya „Orang-orang Katolik di Indonesia 1808-1942“ (Steenbrink: 2006). Sejarah misi katolik ditorehkan ke dalam „kenang“ pengalaman Fransiskus (bdk. Pemimpin tertinggi agama katolik: Paus Fransiskus). Untuk mendapat pemahaman yang menyeluruh tentang cerpen „Hujan Pertama dari Kampung Kafir“ dan apa yang hendak disuarakan penulis, orang perlu meninjau kembali secara ringkas aspek-aspek sejarah misi di Pulau Flores. Bagi yang pernah belajar atau mendengar tentang sejarah misi di Flores kesan dominan yang mungkin muncul saat membaca prosa naratif yang disuguhkan Silvester adalah, bahwa cerita ini bukan fiktif belaka. Terl...

BUMI SEMAKIN PANAS (Die Erde wird wärmer)

HARI BERGANTI DAN SEMUANYA BERLALU BAGAIKAN SEKAM DITIUP ANGIN HILANG SATU-SATU HILANG DITELAN SANG WAKTU TAK ADA MATA YANG MENATAP BENCANA SEMAKIN DEKAT TAK ADA BIBIR YANG BERKATA BADAI KAN MENYAPU RATA YANG ADA HANYA PUING-PUING KEPINTARAN DI BAWAH MATAHARI DAN BURUNG NAZAR PUN TAKAN BERDATANGAN TUK SAMPAIKAN S‘LAMAT MALAM ______ Der Tag kommt und geht und alles geht vorbei Wie die Spreu vom Wind getrieben Stück für Stück verloren Verloren in der Zeit Kein Auge sieht Die Katastrophe ist schon nah Auch keine Lippen die sagen Der Sturm fegt alles davon Was bleibt sind die Trümmer der Klugheit Unter der Sonne Auch der Nazar-Vogel kommt nicht mehr vorbei Um "gute Nacht" zu wünschen

TOBA

Di danau ini aku belajar memeluk gelombang Digulungnya lembar- lembar rindu yang belum tuntas kau baca Di danau ini aku belajar mencium bibir pantai Ditinggalkan basah pada jantung karang Di danau ini aku belajar memandang jejak-jejak ombak yang silam Diciptanya jarak-jarak tanpa alamat Kepadanya tanganku melambai lesu Di danau ini aku belajar mendengar angin Dihanyutkan nama dan salammu antara buih-buih mencengkeram Di danau ini aku belajar menyusuri wajahmu berpasir Tergores kenangan demi kenangan Di danau ini aku belajar menggaram duka Diiris pisau jarak menembus rusuk-rusuk karang Di danau ini aku belajar menebar jala Yang pernah kita sulam di Simarjarunjung Menabur kembang yang kita tanam di Sapo Juma Tongging Di danau ini aku belajar mencintai badai yang menyimpan tangis Mengerang di dasar rumahmu abadi Mengegenang di jalan samudera menuju sana Menggetarkan batu-batu rindu Melengking ayat-ayat doa yang tercecer di burit...

INA MARIA SENAREN | Barmherzige Mutter Maria

Bila kita mendengarkan lantunan lagu-lagu Maria dalam bahasa Lamaholot, kita akan mendapatkan kesan nada-nada sendu dan lirik pinta keluh-kesah yang dominan. Dalam hal ini figur Maria ditempatkan tidak jauh dari realitas penderitaan manusia. Sebagaimana Maria yang tetap setia mendampingi Putranya Yesus hingga memanggkunya kembali di bawah salib, umat Lamaholot meyakini bahwa Maria adalah sosok ibu (Lamaholot: „Ina“) yang tetap peduli dan cinta pada anaknya. Dalam kerangka berpikir budaya Lamaholot, irisan yang erat antara Maria dan situasi penderitaan manusia yang dilukiskan dalam lagu-lagu merupakan kristalisasi dari pengalaman wanita/ibu (Lamaholot) pada umumnya yang siap berkorban dan menderita (dalam budaya Lamaholot dikenal Mitos „Tonu Wujo“, tentang seorang perempuan yang mengorbankan dirinya bagi kelangsungan hidup banyak orang.) Dalam figur Maria sebagai Bunda yang menderita bersama Putranya Yesus orang katolik Lamaholot menemukan ekspresi penderitaan mereka sendiri dan ...

KHOTBAH PAUS FRANSISKUS DALAM MOMEN DOA, ADORASI EKARISTI DAN BERKAT “URBI ET ORBI” DI DEPAN BASILIKA SANTO PETRUS

KHOTBAH PAUS FRANSISKUS DALAM MOMEN DOA, ADORASI EKARISTI DAN BERKAT “URBI ET ORBI” DI DEPAN BASILIKA SANTO PETRUS (VATIKAN) 27 Maret 2020 (Bacaan Injil diambil dari Markus 4:35-41) “Ketika senja datang” (Mrk 4:35). Perikop Injil yang baru saja kita dengar dimulai seperti ini. Selama berminggu-minggu sekarang hari sudah senja. Kegelapan tebal telah menyelimuti lapangan-lapangan kita, jalan-jalan kita, dan kota-kota kita; kegelapan itu telah mengambil alih hidup kita, memenuhi segala sesuatu dengan keheningan yang menulikan telinga dan kehampaan yang menyusahkan, yang menghentikan segala sesuatu yang melintas; kita merasakannya di udara, kita memperhatikannya dalam tingkah laku orang-orang, tatapan yang mereka berikan. Kita mendapati diri takut dan tersesat. Seperti para murid dalam Bacaan Injil, kita terperangah oleh badai yang tak terduga dan bergejolak. Kita telah menyadari bahwa kita berada di perahu yang sama, kita semua rapuh dan bingung, tetapi pada saat yang sama, kita semua ...

DUNIA SETELAH VIRUS KORONA

DUNIA SETELAH VIRUS KORONA (Yuval Noah Harari)*  Umat manusia saat ini sedang menghadapi sebuah krisis global. Barangkali krisis terbesar yang terjadi pada generasi kita. Keputusan yang dibuat oleh masyarakat dan pemerintah beberapa minggu berikutnya akan membentuk dunia beberapa tahun berikutnya. Mereka tidak hanya akan membentuk sistem kesehatan, tetapi juga ekonomi, politik, dan kebudayaan kita. Kita harus bergerak cepat dan penuh keyakinan. Kita juga harus memperhitungkan dampak jangka panjang dari tindakan yang diambil. Manakala kita mencoba memilih sebuah alternatif, kita seharusnya tidak hanya mempertanyakan bagaimana mengatasi ancaman yang terjadi saat ini, tetapi juga dunia apa yang ingin kita tinggali selepas badai berlalu. Ya, badai pasti akan berlalu, umat manusia akan bertahan, banyak dari kita akan tetap hidup — akan tetapi kita akan tinggal di sebuah dunia yang berbeda. Banyak tindakan darurat jangka pendek akan dijadikan pengaturan hidup. Itu adalah...

PANDEMI - COVID 19

PANDEMI - COVID 19 Sejak 11 Maret 2020, Organisasi Kesehatan Dunia, WHO memproklamirkan penyebaran virus Corona COVID 19 sebagai pandemi (pan=semua/segala; demos: rakyat/masyarkat). Bukannya tanpa dasar! Sejak dua minggu terakhir, jumlah orang yang terinfeksi virus Corona COVID 19 di luar Cina naik tigabelas kali lipat. Jumlah negara yang terindikasi terkena virus ini pun naik tiga kali lipat. Sampai 13 Maret 2020 kasus yang sudah diregistrasi berjumlah 132.567. 4.947 darinya dikabarkan telah meninggal. „Tak ada sesuatu pun yang paling ditakuti manusia daripada perjumpaannya yang mendadak dengan sesuatu yang tak dikenal sebelumnya“. Kata-kata yang digoreskan oleh peraih hadiah Nobel Elias Canetti mengawali karya monumentalnya „Masse und Macht“(Massa dan Kekuasaan) ini bergema kembali di tengah semaraknya pandemi COVID 19. Ada tiga hal yang menjadikan virus ini sebagai sebuah momok yang manakutkan: Ketaktransparanan, Kecepatan dan Penularan. Sesuatu yang tak kelihatan, tetapi...

ERNESTO CARDENAL DAN JALAN LIKU TEOLOGI PEMBEBASAN

ERNESTO CARDENAL DAN JALAN LIKU TEOLOGI PEMBEBASAN Vianey Lein – Migran di Jerman Ernesto Cardenal adalah (salah satu) sosok yang begitu menonjol dalam kehidupan dan sejarah pembebasan di negara-negara Amerika Latin, secara khusus di Republik Nikaragua. Di Jerman, sosok imam sekaligus penyair dan tokoh teologi pembebasan yang selalu akrab dengan topi baret di kepala dikenal sebagai simbol figur partai politik kiri ( die Linke ). Oleh karena itu, Ernesto pernah diundang sebagai pembicara pada musyawarah partai die Linke di Rostock-Jerman. Pada tanggal 01 Maret 2020 mantan menteri   kebudayaan pemerintahan Sandinista dan peraih nobel perdamaian pada Frankfurter Buchmesse ( Frankfurt Book Fair ) 1980 meninggal dunia dalam usia 95 tahun oleh karena gangguan pada empedu. Ernesto Cardenal: Imam Penyair dan Teolog Pembebasan Dalam „Epistola kepada Monsinyur Casaldàliga“ Cardenal menulis: „Baru saja seorang jurnalis bertanya: ‚mengapa saya menulis puisi‘?. Atas alasan...