SEBELUM HARI KE EMPAT PULUH

SEBELUM HARI KE EMPAT PULUH

Julia,

Minggu kemarin aku mencari wajahmu di deretan bangku jati dan mahoni
Di anak-anak tangga dan ubin menuju altar terus kupanggil namamu
Aku mencari suaramu di mimbar kayu dan halaman-halaman kitab
Merunut jejak-jejak jubahmu yang mewangi di lintas perarakan menuju ruang sempit sakristi
Lalu menunggu di kamar pengakuan, tempat paling intim kita:

Ketika aku menelanjangi diriku di atas ranjang matamu yang maha luas
Berbaring di rahim bibirmu yang selalu siap melahirkan aku kembali di setiap jalan menuju pulang
Dan engkau mulai meraba setiap lekak lekuk tubuhku
juga punggungku yang merongga kau balut dengan gulungan kitab 
Yang kau kunyah dengan secawan anggur paling merah

Julia,
Bild: Domradio
 
Aku ingin lagi, dan lagi
Sebelum hari ke empat puluh
Saat engkau datang membuahi telur yang kutanam di petak-petak tubuh

VL_02.03.2018


Comments

Popular posts from this blog

DARI ANATOMI TUBUH KE ANATOMI JIWA - MEMBEDAH LUKA GEREJA

PUISI KELANA

Pater Karel: Sri Sumarah yang Soemarah