puisi DI BALIK SALJU


DI BALIK SALJU

Tuhanku sayang,
dalam gigil rindu maha rindu
kupanggil namanya
PadaMu jua kupanjatkan madah rindu pagi ini
Lewat angin yang gemetar
Antara buturin salju yang luruh

Tiada kata terdengar
Tiada suara terbaca
Tiada jawab terpuaskan
Mungkinkah mata hati,
kuping yang menawan lembut,
dan bibir yang terus merekah itu turut beku
bersama gundukan salju di luar sana???

(Di balik „dinginnya Salju“ Januari)

Comments

Popular posts from this blog

DARI ANATOMI TUBUH KE ANATOMI JIWA - MEMBEDAH LUKA GEREJA

PUISI KELANA

Pater Karel: Sri Sumarah yang Soemarah